Beranda blog Halaman 328

Presiden Prabowo Sebut PSI Penerus Partai Sosialis Indonesia

0
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Partai Solidaritas Indonesia merupakan penerus Partai Sosialis Indonesia yang ada di era Orde Lama.

Prabowo merasa memiliki kedekatan hubungan emosional dengan Partai Solidaritas Indonesia. Alasannya, mendiang ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo, pernah menjadi salah satu pemimpin Partai Sosialis Indonesia yang diketuai Sutan Sjahrir.

“Ayahanda saya pernah menjadi ketua Partai Sosialis Indonesia. PSI versi lama yaitu Partai Sosialis Indonesia sekarang ada penerusnya Partai Solidaritas Indonesia,” kata Probowo dalam Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Ahad, 20 Juli 2025 dipantau via YouTube PSI.

Menurut Prabowo, Partai Solidaritas Indonesia mengambil akronim dari Partai Sosialis Indonesia (PSI) . Mantan menteri pertahanan ini mengatakan kedua partai memiliki kesamaan. Sebab, definisi solidaritas dengan sosialis hampir sama.

Prabowo kemudian menyapa semua ketua umum partai yang hadir pada Kongres PSI. Dia mengatakan ketua partai merupakan sosok yang paling bekerja keras. Meski begitu, Prabowo mengatakan kepengurusan partai dari tingkat pusat hingga daerah juga ikut bekerja keras.

Prabowo bilang kerja keras mereka sampai mengeluarkan banyak uang. Bahkan ada ketua umum partai yang sampai memiliki utang. Prabowo berkelakar, ketua umum partai banyak memberikan senyum palsu ketika melakukan pertemuan dengannya. Prabowo berpikir senyum palsu itu karena memikirkan membayar utang.

“Kalau partai politik kumpul banyak senyum, tapi kadang kadang senyumnya itu dipaksa. Karena mikir masih banyak utang yang harus dibayar,” kata dia.

Prabowo kemudian menjelaskan definisi politik. Menurut dia, politik secara normatif berurusan dengan pembagian kekuasaan untuk mengatur pemerintahan.

Sedangkan definisi politik secara mendalam artinya suatu kehendak untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Definisi politik ini, kata Prabowo, merupakan arti politik yang substansif.

“Politik artinya suatu kehendak untuk memperbaiki kehidupan rakyat dan masyarakat itu arti politik yang substansif,” kata dia.

Prabowo mengatakan ketua umum partai memiliki pilihan menjalankan sistem politik berdasarkan pengertian politik secara normatif atau mendalam. Namun, Prabowo mengatakan ketua umum partai seharusnya memiliki dorongan untuk menjalankan definisi politik yang substansif.

“Lebih berisi yaitu dorongan kehendak untuk memperbaiki kehidupan rakyat itu arti politik yang sebenarnya,” kata dia.

Prabowo menghadiri Kongres PSI yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta sekitar pukul 19.00 WIB. PSI sendiri sudah menetapkan putra bungsu Presiden ke-7 Jokowi, Kaesang Pangarep, kembali menjadi ketum PSI pada Sabtu, kemarin.

Kaesang unggul dalam pemilihan raya calon ketua umum PSI lewat e-voting. Calon petahana itu mendapat perolehan suara sebesar 65,28 persen. Di posisi kedua ada Ronald Aristone Sinaga dengan perolehan suara 22,23 persen dan terakhir Agus Mulyono Herlambang dengan suara sebanyak 12,49 persen.

Sumber, TEMPO.CO

Guru Besar UGM Sebut Jokowi Sah Lulusan S1 Kehutanan, Ijazahnya Asli?

0
Potret Universitas Gadjah Mada (ugm.ac.id)
Potret Universitas Gadjah Mada (ugm.ac.id)

Jakarta, Polemik keaslian ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM) Presiden ke-7 RI Joko “Jokowi” Widodo belum berakhir. Perdebatan yang melibatkan berbagai kalangan juga tak kunjung surut.

Guru Besar UGM, Profesor Koentjoro turut bersuara soal isu tersebut. Dalam diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Koentjoro mengatakan tidak meragukan status akademik Jokowi di UGM.

Dia mengaku mendapat banyak informasi langsung dari teman-temannya yang mengenal Jokowi semasa kuliah, dan yakin ijazah Jokowi asli meski tidak melihat langsung.

“Pak Jokowi itu betul-betul lulusan UGM,” ujar Koentjoro, mengutip Forum Keadilan TV, yang mengizinkan IDN Times mengutipnya.

1. UGM juga sudah mengeluarkan pernyataan

Tak hanya bersandar pada cerita rekan-rekannya, Profesor Koentjoro juga menjelaskan pernyataan resmi dari pihak kampus seperti rektor dan dekan. Menurut dia ini sudah cukup kuat untuk menjawab keraguan publik, terkait dengan keaslian ijazah Jokowi.

“Saya bertanya kepada mereka, benar gak? Dosen-dosen mengatakan benar. Ya sudah, apalagi yang saya sangsikan,” kata dia.

“Sama seperti saya dengan Anda, percaya lulus dari UGM, apakah saya harus melihat langsung ijazah Anda?” sambung Koentjoro, yang kerap mengkritisi kebijakan Jokowi itu.

Koentjoro menegaskan, Jokowi adalah lulusan S1 dari Fakultas Kehutanan UGM dengan gelar insinyur. Ia mengingatkan publik agar tidak terus mempermasalahkan isu ini, apalagi hanya berdasarkan asumsi atau informasi tidak valid.

“Ya, S1. Lulus dari Fakultas Kehutanan dengan titel insinyur,” tegas dia.

2. Tiga lulusan UGM dianggap mencemarkan nama baik UGM

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Koentjoro melihat keraguan yang dibangun sejumlah alumni UGM seperti Roy Suryo, dr. Tifa, dan Rismon Sianipar justru merusak nama baik kampus.

“Dampak dari itu adalah semuanya menjelekkan UGM,” tuturnya.

Koentjoro menyindir keras pihak-pihak yang menuduh tanpa data primer. Ia meminta agar kritik tetap berada dalam koridor etika akademik, tanpa menggiring opini publik secara liar.

“Peneliti itu ada kode etiknya, mas. Tidak harus kemudian mencari massa,” ujar dia.

Dewan Guru Besar Komisi Etika dan KeUGMan UGM itu menyebut, polemik ini tidak semata soal ijazah, melainkan sudah bergeser ke ranah kepentingan politik. Bahkan, ia menyebut ada pihak-pihak yang menggunakan isu ini untuk menjaga eksistensi mereka di ruang publik.

“Jadi saya kira kedua-duanya itu punya kepentingan dalam kasus ini,” kata dia.

Ketika ditanya soal pembuktian lewat jalur hukum, Koentjoro menyebut, secara akademis, Jokowi memang berhak atas ijazah tersebut.

“Kalau dia lulusan UGM, maka dia berhak akan ijazah. Ini dulu harus kita pegang,” katanya.

Koentjoro juga mempertanyakan kredibilitas pihak-pihak yang menyerang Jokowi dengan membawa bukti berupa fotokopi. Menurutnya, penelitian akademik seharusnya bersandar pada sumber data primer dan valid.

“Peneliti yang seperti apa? Karena sumber datanya tidak jelas, tidak valid,” kritik Koentjoro.

3. Pernyataan Sofian Effendi juga dianggap semakin buat gaduh

Dalam kesempatan itu, Koentjoro menyadari polemik ini semakin ramai setelah pernyataan dari mantan Rektor UGM, Profesor Sofian Effendi yang sebelumnya sempat meragukan ijazah Jokowi. Meski demikian, Sofian kini sudah mengklarifikasi pernyataannya.

“Pemunculan Profesor Sofian Effendi suka tidak suka bisa kita kunci sebagai situasi yang menambah gaduh suasana,” kata Koentjoro.

Menanggapi permintaan sejumlah pihak agar UGM menunjukkan ijazah Jokowi secara fisik, Koentjoro mengingatkan validitas akademik tidak selalu harus dibuktikan dengan dokumen fisik yang diumbar ke publik.

“Bagi saya cukup, tidak harus menunjukkan fisiknya,” ucapnya.

Meski demikian, Koentjoro juga menduga, Jokowi memanfaatkan polemik ijazah ini untuk kepentingannya agar tetap menjadi perbincangan publik.

4. Akui tak suka Jokowi

Kendati, Koentjoro juga terang-terangan, secara pribadi tidak sepenuhnya mendukung Jokowi. Terutama, semasa Jokowi menjadi Presiden RI. Menurut dia, Jokowi kerap tidak mendengar masukan dari UGM terkait dengan kebijakannya.

“Saya benci dengan Pak Jokowi. Saya tidak suka dengan Pak Jokowi. Karena apa? Pak Jokowi itu tidak menghiraukan, tidak memperhatikan sama sekali,” tegasnya.

Profesor Koentjoro juga meminta Jokowi tidak banyak berbohong dan kembali ke jalan yang benar. Dia tidak ingin nama baik UGM tercoreng akibat polemik ijazah Jokowi.

Sumber, IDN Times

Dana BPJS Ketenagakerjaan Mencapai Rp 837,26 Triliun per Juni 2025

0

Jakarta, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat kinerja positif dalam pengelolaan dana. Hingga Juni 2025, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 837,26 triliun.

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Oni Marbun, menyebutkan angka tersebut tumbuh 12,2% dibandingkan posisi Juni 2024 yang sebesar Rp 746,22 triliun.

“Pertumbuhan dana kelolaan ini didorong oleh peningkatan jumlah peserta serta meningkatnya kesadaran perusahaan dan pekerja dalam membayar iuran,” ujar Oni kepada Kontan.co.id, Minggu (20/7).

Dari total dana kelolaan tersebut, alokasi investasinya tersebar ke berbagai instrumen. Per Juni 2025, penempatan di deposito mencapai Rp 144,55 triliun, tumbuh 72,14% secara tahunan (YoY).

Sementara itu, penempatan di obligasi mencapai Rp 592,77 triliun (tumbuh 5,13% YoY), saham Rp 61,71 triliun (naik 3,87% YoY), dan reksadana Rp 35,58 triliun (terkontraksi 2,22% YoY).

Adapun alokasi di properti tercatat Rp 2,06 triliun (turun 0,48% YoY), dan penyertaan sebesar Rp 590,77 miliar (tumbuh 5,95% YoY).

Menanggapi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%, Oni memastikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tetap menerapkan strategi Liability Driven Investing.

Strategi ini mengutamakan ketersediaan dana yang memadai guna memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.

Selain itu, pengelolaan investasi dilakukan secara aktif dan dinamis melalui pendekatan Dynamic Asset Allocation.

“Kami akan menyesuaikan alokasi aset ke instrumen yang memberikan imbal hasil optimal, dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas, solvabilitas, prinsip kehati-hatian, dan tata kelola yang baik,” jelas Oni.

Hingga akhir Juni 2025, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 29,6 triliun, tumbuh 13,62% secara tahunan.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan dana kelolaan yang mayoritas diinvestasikan pada instrumen obligasi dengan imbal hasil tetap secara berkala.

Sumber, KONTAN.CO.ID

Giat Sosper Persampahan, Salomo TR Pardede: Kota Medan Harus Bersih dan Sehat

0

DETEKSI.co-Medan, Anggota DPRD Kota Medan Salomo TR Pardede sangat giat melakukan sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) No. 7 tahun 2024 tentang persampahan. Salomo menginginkan kota Medan khususnya daerah pemilihan (Dapil) 5 bersih dan sehat.

Hal itu dikatakannya saat melakukan sosperda persampahan di Jalan Unika dan Jalan Lingga Raya 2, Kuala Bekala, Medan Johor, Sabtu, Minggu (19-20/7/2025).

“Saya menginginkan kelurahan Kuala Bekala dan seluruh kelurahan yang ada di Dapil 5 bersih dari sampah,” katanya.

Ratusan warga yang mengikuti acara tersebut terlihat sangat antusias mengikuti penjelasan dari nara sumber Indra Utama Pohan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan. Pohan mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Mengumpulkan sampah dan memilah antara sampah organik dan an organik. Dia juga menjelaskan cara membuat pupuk kompos dari sisa-sisa potongan sayur mayur.

Beberapa warga yang hadir kepada Salomo meminta agar di lingkungan mereka disediakan tempat pembuangan sampah.

“Kami meminta agar di lingkungan kami dibangun tempat pembuangan sampah, agar semua masyarakat bisa membuang sampah ke tempatnya. Kami sering menemukan di lingkungan kami sampah pempers dan kaca berserakan,” kata Nora warga Lingkungan 20.

Hal itu diperkuat oleh Rosintan Matondang warga Lingkungan 10. Rosintan mengatakan di lingkungannya sampah berserakan karena tidak ada tempat pwmbuangan sampah.

Warga lain, antusias untuk mengetahui cara mendirikan bank sampah dan pembuatan pupuk kompos.

Menutup acara, Salomo yang juga Ketua Komisi 3 itu menghimbau warga untuk membayar retribusi sampah. Hal itu perlu untuk meningkatkan pelayanan Pemko Medan dalam bidang persampahan.

“Iuran itu dibutuhkan Pemko Medan untuk menambah armada pengangkut sampah yang saat ini masih minim,” katanya.

Hadir dalam kesempatan itu Lurah Kuala Bekala Irwanta Ginting, Darmansyah Marpaung, S.Sos Kasi. Sapras Medan Johor, Jefri R Sitanggang Kasi. Sapras Medan Tuntungan, Hefdi W Simbolon Kasi. Trantib Simalingkar B, Juliasto De Lingga, ST Kepling X, Somi A Gurusinga Kepling 1, Mery Bintang Ketua LPMB dan Roida Juni Nahampun, SE Kasi. Trantib Kuala Bekala. (moe)

Program Tambak Klaster Udang Masyarakat Dari Balai Besar Jepara Di Langkat Gagal

0

DETEKSI.co-Langkat, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara memberikan bantuan berupa Program Tambak Klaster Udang Masyarakat di Kabupaten Langkat seluas 5 Ha beserta Rumah karyawan, Gudang pangan, Mini Lab dan Gudang Barang dengan total biaya 5,5 M.

Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat bantuan Program Tambak Klaster Udang Masyarakat Kabupaten Langkat dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara tersebut dan dikelola oleh kelompok Budidaya udang Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang.

Menurut ketua kelompok Budidaya udang Desa Pasar rawa Marwan menerangkan bahwa, pihaknya hanya menyediakan lahan untuk pembuatan kolam, pembangunan dan saran prasarana lainya di lakukan oleh pihak dari balai.

“Kami hanya menyediakan lahan dan mendapat bagi hasil dari panen udangnya. Untuk termin pertama hanya pulang modal, sedangkan untuk yang kedua ini gagal total” kata Marwan.

Menurut Marwan, di termin ke dua ini benur atau bibit udang dimasukan sebanyak 1 juta ekor yang dibagi didalam enam kolam, namun belum sampai umur pemanenan yaitu 4 bulan udang sudah banyak yang sakit sehingga di umur 3 bulan sudah dipanen yang menghasilkan sekitar 1472 Kg.

“Penyakit yang dialami udang -udang yaitu berak putih meski telah diberi obat namun tidak juga kunjung membaik akhirnya dilakukan pemanenan diusia 3 bulan” terang Marwan.

“Saat ini kami masih melakukan pembersihan kolam dan lain sebaginya seraya menunggu bantuan selanjutnya dari balai. Kami berharap bantuan tersebut dapat terus diberikan sayang fasilitas yang ada jika tidak dimanfaatkan” harap Marwan, saat temui wartawan di desa pasar rawa, Sabtu (19/07/2025). (AR Lim)

Turnamen Gala Siswa Indonesia 2025 Tingkat SMP di Medan Resmi Ditutup, Ini Pesan Rico Waas

0

DETEKSI.co-Medan, Turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) tahun 2025 antar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Kota Medan yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Cadika, Medan Johor, resmi ditutup Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sabtu (19/7/25). Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari ini diikuti 21 tim sepakbola pelajar dari 21 Kecamatan yang ada di Kota Medan.

Penutupan GSI ini berlangsung meriah dengan menyajikan laga final antara Kecamatan Medan Kota yang berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan tim sepakbola Kecamatan Medan Maimun dengan skor akhir 1-0.

Pertandingan yang menjunjung tinggi sportifitas ini disaksikan langsung Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Ketua KONI kota Medan Aswindy Fachrizal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar dan Kadispora T Chairuniza.

Atas keberhasilan tim sepakbola Pelajar SMP dari Kecamatan Medan Kota menjadi juara dalam ajang GSI 2025 ini Rico Waas menyerahkan hadiah trofi Piala Wali Kota Medan dan uang pembinaan senilai Rp 10 juta sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.

Penyerahan hadiah trofi juga diberikan kepada tim sepakbola pelajar Kecamatan Medan Maimun sebagai juara kedua dan uang pembinaan sebesar Rp 8 juta. Kemudian tim sepakbola pelajar dari Kecamatan Medan Selayang yang meraih juara ketiga juga diberikan trofi dan uang sebesar Rp 6 juta, selanjutnya hadiah trofi dan uang sebesar Rp 4 juta diberikan kepada Kecamatan Medan Labuhan sebagai juara keempat.

Selain itu Wali Kota Medan Rico Waas juga menyerahkan bantuan peralatan sepakbola kepada 3 pelajar dan memberikan penghargaan untuk top Score Affandi dan M Fikri dengan masing-masing 5 gol. Kemudian penghargaan juga diberikan untuk pemain terbaik Adlyano Alfarizi fan Tim Favorit yakni Kecamatan Medan Barat.

Dalam sambutannya Rico Waas mengatakan hari ini kita berada di puncak acara GSI 2025 yang di mana sudah bertanding beberapa waktu lalu, sehingga kita sudah melihat siapa pemenangnya hari ini telah bertanding tadi Medan kota dan juga Medan Maimun.

“Alhamdulillah berjalan dengan sangat baik, kalau saya melihatnya pasti juga sepakat semua yang nonton sudah seperti bukan tingkatan SMP tapi tingkatannya sudah profesional. Mulai dari skillnya passingnya kerjasamanya sportifitasnya luar biasa”, kata Rico Waas sembari mengapresiasi untuk kedua tim antara Medan kota dan juga Medan Maimun.

Menurut Rico Waas, perhelatan GSI tentu ini menjadi penyemangat bukan hanya kepada atletnya, namun penyemangat bagi kami kepada Pemko Medan. Artinya kami menjadi bersemangat melihat para atlet-atlet ini bertanding.

“Kami melihat ada potensi-potensi yang luar biasa dari anak-anak kota Medan. Tentunya ini yang perlu dijaga dan harus benar-benar diperhatikan bagaimana masa depan mereka di sekolah dan juga bagaimana latihannya ke depan”, jelas Rico Waas

Rico Waas menitipkan pesan kepada penyelenggara bahwa kontestan terbaik ataupun pemain-pemain terbaiknya belum tentu juga ada di juara 1 dan juara 2. Untuk itu perlu diperhatikan juga dari di 21 tim sepakbola lain yang ikut GSI ini. “karena bisa saja ada pemain-pemain hebat di sana yang perlu dapat perhatian kita semua”, ucap Rico Waas.

Kepada para juara dalam perhelatan GSI 2025, Rico Waas mengucapkan selamat atas prestasinya. Untuk Kecamatan Medan Kota yang meraih juara pertama Rico Waas mengingatkan kemenangan juga bukan hal yang terakhir, jadi jangan cepat berpuas diri. untuk Kecamatan Medan Maimun kekalahan juga bukan hal yang terakhir.

“Yang terpenting dalam GSI ini kita belajar tentang semangat, belajar tentang sportifitas dan belajar tentang bagaimana berkawan antar Kecamatan serta belajar tentang bagaimana kalah dan menang itu hal yang biasa jadi berikutnya kalian bisa belajar lebih baik lagi kalian bisa menang di tempat-tempat yang lain yang penting hari ini kita telah menyelesaikan segala siswa Indonesia dengan sangat luar biasa”, ungkap Rico Waas.

Selanjutnya Rico Waas juga mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang telah menyelenggarakan acara GSI ini. Tentunya kegiatan ini layak sekali terus dibuat dari tahun ke tahunnya. namun di tahun mendatang kita bisa latih lagi semakin baik para pemain-pemainnya. mudah-mudahan muncul atlet-atlet baru dari kota Medan melalui kegiatan ini.

” Terima kasih juga saya sampaikan kepada para guru dan juga kepada orang tua orang tua para siswa yang sedang bertanding hari ini tentu pasti didukung dan didoakan para orang tuanya orang tuanya juga harus bisa memberikan semangat terus-menerus pastinya hari ini bangga sekali anak-anak yang menang”, ujar Rico Waas.

Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar menjelaskan GSI ini agenda tahunan, di tahun ini kita lebih bersemangat sesuai dengan semangat dan perhatian bapak Wali Kota Medan Rico Waas terhadap olahraga dan pelajar.

“GSI ini berjenjang mulai dari kecamatan, nantinya tingkat Kabupaten/kota kemudian ke tingkat Provinsi dan Nasional. Kita berharap hasil GSI ini dapat meraih prestasi lagi ke tingkat selanjutnya. Kita juga akan melakukan pencarian bibit pemain sepakbola yang unggul dan berprestasi”, jelasnya.(Red/d)

PENA Nusantara Bersatu Dukung Pembentukan Organisasi PENA Becak Motor Bersatu di Medan

0

DETEKSI.co-Medan, Dalam rangka memperkuat pengorganisasian dan memperjuangkan kesejahteraan abang becak motor (Betor), Ketua Umum PENA Nusantara Bersatu, Zulkifli, didampingi Wakil Ketua Umum Patar Panjaitan, S.H., serta Wasekum Biatar Samosir, menggelar pertemuan di salah satu warung kopi kawasan Jalan Kakap, Kota Medan, pada Sabtu pagi, 19 Juli 2025.

Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mendukung pembentukan organisasi PENA Becak Motor Bersatu, yang dipimpin oleh Damora Lubis. Tujuan utama pembentukan organisasi ini adalah untuk menyatukan para pengemudi becak motor dalam sebuah wadah resmi yang memiliki badan hukum, guna memudahkan kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta.

“Melalui organisasi ini, kita berharap abang-abang Betor dapat memperoleh bantuan dan hibah secara legal dan terstruktur. Kita ingin mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Damora Lubis dalam kesempatan tersebut.

Ketua Umum Zulkifli menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa organisasi tersebut bukanlah pesaing bagi lembaga lainnya, melainkan mitra yang fokus pada pemberdayaan pengemudi becak motor. Ia menambahkan bahwa PENA Nusantara Bersatu akan mendukung penuh berbagai program PENA Becak Motor Bersatu, baik yang bersifat sosial, kemitraan, maupun pengembangan ekonomi.

“Segala kegiatan dan pengelolaan organisasi akan diurus langsung oleh mereka. Saya dan jajaran hanya akan memberikan dukungan dari sisi pembinaan dan advokasi, baik kepada pemerintah maupun swasta,” jelas Zulkifli.

Waketum Patar Panjaitan, S.H. menambahkan bahwa pihaknya tengah berupaya mencari solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan bertransformasi dari becak motor ke kendaraan yang lebih modern seperti bajaj berbasis aplikasi.

“Kami ingin abang-abang Betor ini tidak tertinggal. Kami sedang menjajaki kemungkinan menjalin kemitraan dengan perusahaan atau tokoh dermawan sebagai bapak angkat agar para pengemudi bisa memiliki armada baru dan membentuk badan usaha,” terangnya.

Sementara itu, Wasekum Biatar Samosir menyatakan kesiapannya untuk membantu dalam pengembangan aplikasi digital khusus untuk para pengemudi Betor.

“Pembuatan aplikasi bukan hal mudah, tapi kami akan mencari sponsor atau mitra dari pemerintah agar abang Betor memiliki platform sendiri, sehingga bisa bersaing di era digital,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, seluruh pihak menyepakati komitmen untuk membangun sinergi demi kemajuan abang-abang Betor. Semangat kebersamaan menjadi fondasi utama agar organisasi ini benar-benar menjadi milik dan untuk kepentingan para pengemudi becak motor itu sendiri.

“Dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka. Mereka yang akan menentukan maju atau tidaknya organisasi ini,” tutup Zulkifli.(Red)

Viral Joget di Atas Mobil di Jalan Tol, Tiga Pemuda Komunitas Dgank Lampung Kena Tilang Maksimal

0

DETEKSI.co – LAMPUNG, Sebuah video viral di media sosial menampilkan tiga pemuda yang nekat berjoget mengikuti tren “pacu jalur aura farming” di atas mobil minibus yang sedang melaju di ruas Tol Trans Sumatera. Aksi berbahaya tersebut akhirnya berujung pada penindakan tilang maksimal oleh Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Lampung.

Peristiwa tersebut terjadi di KM 58 ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar, pada Minggu pagi, 13 Juli 2025.

Diketahui, ketiga pemuda tersebut berasal dari komunitas D**gank Lampung. Satu di antaranya berinisial AN, sedangkan penari dalam video berinisial NS, dan pemilik kendaraan diketahui berinisial A.

Kasat PJR Ditlantas Polda Lampung, AKBP Indra Gilang Kusuma, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (19/7/2025).

“Awalnya kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan konvoi dari komunitas D**gank Lampung yang melakukan aksi berbahaya, yakni duduk dan menari di atas kendaraan yang melaju di jalan tol,” terang AKBP Indra Gilang.

Ia menjelaskan bahwa ketiga pelaku melanggar Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal sebesar Rp750 ribu.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menindaklanjuti dan memerintahkan jajaran untuk mencari para pelaku,” ujarnya.

Tak berselang lama, ketiga pemuda tersebut akhirnya datang secara sukarela ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.

“Alhamdulillah, anggota komunitas tersebut datang hari ini untuk menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf atas aksi mereka yang viral itu,” tambahnya.

Ketiganya dikenai sanksi tilang maksimal sebesar Rp750 ribu. Selain itu, mereka juga diminta membuat video klarifikasi dan pernyataan permintaan maaf secara terbuka.

“Motif mereka hanya iseng dan ingin viral karena tren video aura farming sedang ramai di media sosial. Namun apa yang mereka lakukan jelas sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegas Kasat PJR.(Yusri)

Camat Mesuji Timur Dampingi Dinas PMD Hadiri Musdesus di Desa Pangkal Mas

0

DETEKSI.co – LAMPUNG, Camat Mesuji Timur, Roly Aditiawan Jaya, S.E., M.M., mendampingi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mesuji menghadiri acara Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Desa Pangkal Mas, Sabtu (19/7/2025). Dalam kegiatan tersebut, Camat turut hadir bersama tiga Kepala Seksi dari Kantor Kecamatan Mesuji Timur.

Dalam keterangannya kepada media, Roly Aditiawan Jaya menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang bertujuan untuk membentuk 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan atau dikenal dengan nama Koperasi Merah Putih. Program tersebut bertujuan untuk memperkuat swasembada pangan, pemerataan ekonomi, dan menjadikan desa sebagai pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Salah satu bentuk implementasinya adalah mengoptimalkan potensi desa melalui koperasi yang menyediakan berbagai layanan, seperti sembako murah, klinik desa, simpan pinjam, cold storage, serta logistik desa,” terang Roly Aditiawan Jaya.

Ia juga mengajak seluruh warga Desa Pangkal Mas agar mendukung dan bersinergi dalam menyukseskan program ini.

“Semoga seluruh warga Desa Pangkal Mas dapat bersatu dan berkontribusi dalam memajukan desa melalui Koperasi Merah Putih, karena program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden kita, Bapak Prabowo,” ujarnya.

Usai pelaksanaan Musdesus, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau proyek pembangunan pengecoran jalan milik Pemerintah Kabupaten Mesuji yang berlokasi di wilayah Desa Pangkal Mas. (Yusri)

SOP Negara Vs Kemanusiaan, Soal Nenek dan  Keempat Cucunya di Tapteng Masih Belum Terselesaikan

0

DETEKSI.co – Tapteng, Nasib empat anak yatim piatu di Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyayat hati.

Dian Parman Waruwu (8), Yaatild Waruwu (7), Sofia Setiawan Waruwu (4), dan Exilelita Waruwu (2), hidup terlantar setelah ditinggal ayah yang mendekam di Lapas Sibolga dan ibu yang menghilang tanpa jejak.

Mereka kini diasuh neneknya yang berusia 63 tahun, menumpang di rumah kosong warga.

Kondisi memprihatinkan ini telah mendapatkan bantuan darurat dari Dinas Sosial Tapteng berupa sembako, matras, dan perlengkapan mandi.

Namun, permasalahan utama, keempat anak dan neneknya yang tak punya tempat tinggal dan sumber penghidupan masih belum terselesaikan.

Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, menyarankan penempatan mereka di panti sosial.

Ayahanda keempat anak, Feberudi Waruwu, pun setuju dengan syarat nenek dan cucu tetap tinggal bersama.

Harapan tersebut terbentur pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

UPT Pelayanan Sosial Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) Pinangsori, Tapteng, menjelaskan bahwa panti hanya menerima gelandangan dan pengemis berusia di atas 60 tahun.

“Prosedur kami hanya menampung mereka yang cukup umur dan akan diberikan keterampilan,” jelas Prima Donna Hutagalung, KUPT Pelayanan Sosial Gepeng Pinangsori pada Wartawan Jumat (18/7/2025).

Ia menyarankan koordinasi dengan Dinas Sosial Tapteng untuk mencari solusi alternatif.

Dinas Sosial Tapteng sendiri telah berupaya berkoordinasi dengan UPT lainnya.

Sekretaris Dinas Sosial Tapteng, Linda Siahaan, mengatakan, UPT anak di Sidempuan penuh kuota, sementara UPT Pinangsori tak dapat menerima karena faktor usia.

“Kami sedang mencari solusi agar mereka tidak terpisah,” tegasnya saat dikonfirmasi awak media Sabtu (19/7/2025).

Ironisnya, kasus ini bertolak belakang dengan amanat UUD 1945 Pasal 34 ayat (1) yang menyatakan negara wajib memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Pertanyaannya, apakah birokrasi dan SOP negara harus mengalahkan nurani kemanusiaan? Semoga pemerintah segera menemukan solusi terbaik bagi keluarga ini. (Jobbinson Purba)