Beranda blog Halaman 398

Praktik Perjudian Online Bermodus Warnet di Jalan Denai Diduga Kebal Hukum

0

DETEKSI.co – Medan, Sepertinya pemilik perjudian online yang bermodus warung internet (warnet) di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Medan Area yang diduga kebal hukum, pasalnya lokasi itu sudah lama beroperasi hingga 24 jam nonstop.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, judi online berkedok warnet berada di Jalan Denai, Kelurahan Tegal Sari Mandala I Kecamatan Medan Denai tepatnya disamping warung TST Bang David masih satu toke dengan lokasi yang berada di Jalan Bromo tepatnya disamping toko Pet Shop (jual makanan kucing). Dan sebut-sebut beromset puluhan juta rupiah perhari.

Salah seorang warga Jalan Denai, Amos mengatakan bahwa judi online (warnet) itu sudah lama beroperasi, hingga saat ini belum pernah ditindak tegas oleh aparat penegak hukum (APH) yakni dari pihak kepolisian Polsek Medan Area maupun Polrestabes Medan.

“Sudah lama beroperasi judi itu bang, sampai saat ini belum pernah di gerebek polisi. Diduga pemilik lokasi judi online tersebut kebal hukum, sehingga bebas menjalankan bisnis haramnya itu tanpa memikirkan resiko besar bagi warga setempat,” jelas Amos kepada wartawan, Jumat (2/5/2025).

Sambungnya menjelaskan, judi online itu rata-rata pemainnya para remaja, orang dan sampai emak-emak.

“Apalagi kalau udah tengah malam bang, ramai kali pemainnya,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Area, AKP Dwi Himawan Chandra, dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, “Trm ksh infonya,” jawabnya singkat, Rabu (30/4/2025) kemarin. (Tim)

Misteri di Balik 26 Siswa SMAN Plus Matauli Pandan yang Dilarikan ke Rumah Sakit

0

DETEKSI.co – Tapteng, Kehebohan melanda SMAN Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Sebanyak 26 siswa mendadak dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan pada Selasa, 29 April 2025, setelah mengalami gejala pusing, mual, dan muntah usai makan siang bersama.

Peristiwa ini langsung viral di media sosial, memicu spekulasi beragam, termasuk dugaan keracunan massal.

Dari 26 siswa yang dilarikan, 23 di antaranya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis. Tiga siswa lainnya menjalani rawat inap, namun kini seluruh siswa telah pulih dan kembali beraktivitas normal di asrama sekolah.

Wakil Kepala Sekolah SMAN Plus Matauli Pandan, Imam Purhadi, membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menekankan bahwa dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan.

“Kami menduga hal ini disebabkan oleh alergi makanan,” jelas Imam.

Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tapteng untuk menyelidiki penyebab pasti insiden ini dan melakukan evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa terulang.

Sekolah juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan mengucapkan terima kasih kepada tim medis RSUD Pandan atas penanganan cepat dan profesional.

Dinas Kesehatan Tapteng, melalui Sanitarian Agustina Hutauruk, mengungkapkan telah mengambil sampel makanan, minuman, dan muntahan siswa untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Hasil pemeriksaan diharapkan keluar dalam waktu maksimal dua minggu. “Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini,” ujar Agustina.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan makanan di lingkungan sekolah.

Hasil investigasi dari Dinas Kesehatan dan evaluasi internal sekolah sangat dinantikan untuk mengungkap misteri di balik peristiwa ini dan memastikan keamanan serta kesehatan para siswa di masa mendatang.

Semoga kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan standar keamanan pangan yang lebih ketat. (Job Purba)

26 Siswa SMA Negeri 1 Plus Matauli Alami Alergi Makanan, Kini Sudah Pulih

0

DETEKSI.co – Tapteng, Kehebohan sempat terjadi di SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, Selasa (29/4/2025), setelah 26 siswa mengalami gejala alergi makanan usai makan siang di asrama.

Dengan sigap, pihak asrama langsung membawa para siswa ke RSUD Pandan untuk mendapatkan penanganan medis.

Berkat kerja sama dengan tim medis RSUD Pandan, 20 siswa diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi beberapa jam.

Keenam siswa sisanya juga telah dinyatakan pulih dan telah kembali beraktivitas normal di asrama pada Rabu (30/4/2025).

“Alhamdulillah, semua siswa sudah kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa,” ujar Imam Purhadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Asrama SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, dalam keterangan persnya.

Untuk memastikan penyebab alergi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi siswa, termasuk nasi, ikan, sayur, bakwan, air minum, dan muntahan siswa.

Sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Medan untuk diperiksa lebih lanjut. Sanitarian Dinkes Tapteng, Agustina Hutauruk, membenarkan hal ini.

Meskipun seluruh siswa telah pulih, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa atas kejadian ini.

“Kami akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tambah Imam.

Pihak sekolah juga menyampaikan terima kasih kepada tim medis RSUD Pandan atas penanganan cepat dan profesionalnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan di lingkungan sekolah dan asrama.

Hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinkes Sumut nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti alergi massal ini dan memberikan solusi pencegahan yang efektif. (Job Purba)

Rico Waas Ikuti Rakor Penguatan Sinergi Kolaborasi KPK dan Pemerintah Daerah dalam Pemberantasan Korupsi

0

DETEKSI.co-Jakarta, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi Kolaborasi antara KPK dan Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pemberantasan Korupsi di Wilayah I, yang digelar di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Lantai 16, Gedung Merah Putih, KPK RI, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Ada pun tujuan rakor ini digelar guna memperkuat sinergi dan kolaborasi antara KPK dan Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

Selain bersama Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan H Zulkarnain selaku Wakil Ketua DPRD Medan, Rico Waas juga turut didampingi Sekda Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Benny Iskandar, Plt Kepala Badan Pendapatan T Roby Chairi dan Plt Kepala Inspektur Habibi Adhawiyah.

Dikatakan Rico Waas, Pemko Medan telah melakukan beberapa hal untuk meminimalisir terjadinya korupsi, di antaranya Kota Medan telah memiliki Aplikasi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).

Selain itu, imbuh Rico Waas, Kota Medan juga memiliki Aplikasi Wistleblowing (WBS), Aplikasi Saber Pungli, dan Aplikasi Tempat Konsultasi Pengawasan Intern (Topi Kita), yaitu Klinik Informatif Terpadu dan Aktif yang Berbasis Resiko.

“Di samping itu, Inspektorat Kota Medan juga telah menindaklanjuti sebanyak 31 pengaduan masyarakat pada tahun 2024. Serta tidak adanya benturan kepentingan terkait mutasi jabatan,“ kata Rico Waas.

Terkait pelayanan publik, Rico Waas mengatakan tidak terdapat kendala, termasuk dalam pemenuhan Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK.

“Untuk tahun 2024, berdasarkan penilaian pada Hasil Evaluasi MCP KPK presentase pemenuhan dokumen dan informasi publik telah mencapai 100%,“ ungkapnya.

Guna mengoptimalkan upaya yang dilakukan tersebut, jelas Rico Waas, peran dan kapasitas Inspektorat diperkuat. Dimana Inspektorat bukan hanya bertugas melakukan pengawasan dan audit, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membangun budaya integritas birokrasi.

“Kami tengah berupaya memperkuat struktur sumber daya, serta sistem kerja Inspektorat agar lebih adaptif, responsif, dan efektif,“ pungkasnya.(Ril/d)

Rayakan Mayday Bersama Ribuan Buruh, Rico Waas: Buruh Jadi Bagian Terpenting Dalam Pembangunan

0

DETEKSI.co-Medan, Satu Mei selalu di peringati sebagai hari buruh sedunia. Bagi para buruh inilah hari untuk bersuara lebih lantang memperjuangkan keadilan agar di dengar oleh para pemimpin daerah. Karena itu Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik apa yang disampaikan oleh para buruh dan akan memperjuangkanya.

“Saya berada disini bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai manusia yang menghargai keringat buruh. Buruh menjadi bagian terpenting dalam pembangunan, tanpa buruh tidak akan ada pabrik yang berjalan, tanpa pekerja tidak akan mungkin kita bisa membangun kota ini menjadi lebih baik,”kata Rico Waas saat menghadiri perayaan Mayday yang digelar di Pardede Hall, Kamis (1/5/2025).

Perayaan hari buruh yang mengangkat tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja & Produktivitas Nasional” ini berlangsung meriah dan penuh dengan suka cita dengan dihadiri lebih kurang 1.100 orang buruh sekota Medan.

Dalam sambutanya Rico Waas menyampaikan kesejahteraan pekerja dan produktivitas nasional merupakan dua hal yang saling berkaitan. Artinya untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah, pengusaha dan pekerja itu sendiri.

“Kita harus menciptakan ekosistem yang baik, dimana antara para pekerja dan pengusaha bisa saling menghargai. Karena apabila kesejahteraan pekerja di perhatikan, tentunya outputnya juga akan lebih baik,”ujar Rico Waas.

Maka dari itu bilang Rico Waas, Pemerintah daerah akan hadir di tengah-tengah pekerja dan pengusaha untuk menjadi penghubung suara antara pekerja dan pengusaha.

“Kalau kita ingin Kota Medan ini lebih baik, pengusaha harus mendukung para pekerja, begitu pula sebaliknya pekerja juga harus mendukung pengusaha,”bilang Rico Waas.

Lebih lanjut lagi Rico Waas mengatakan tantangan kedepan akan semakin berat dimana saat ini sudah masuk era 4.0. Para pekerja dihadapkan dengan ancaman akan digantikan dengan tenaga robot. Namun Rico Waas menilai yang tidak bisa tergantikan adalah perasaan dan semangat dari para pekerja.

“Semangat ini tidak bisa digantikan dengan robot, semangat dari tangan-tangan pekerja ini yang membangun kota ini,”kata Rico Waas.

Oleh karena itu Rico Waas akan senantiasa membuka diri bagi para pekerja. Rico Waas ingin para pekerja tidak pernah takut untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami ingin mendengar aspirasi dan keluh kesah kehidupan dari para pekerja. Tetap bersuara dan memperjuangkan hak kalian. Pemerintah harus mendengar suara para buruh,” pungkasnya.

Dalam perayaan Mayday yang juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan itu, Rico Waas juga turut menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris dari para buruh, penyerahan paket sembako, serta penyerahan hadiah luckydraw.(Ril/d)

HUT Buruh 1 Mei, Aksi Damai di Gedung DPRD Sumut ‘Lukisan Babi’ Terpampang

0
'Lukisan Babi' terpampang di depan gedung DPRD Sumut, saat aksi gabungan para buruh Asahan dan sejumlah buruh dan mahasiswa di Medan. Kamis (1/5). (Realitasonline.id/Mukhtarhabib)
'Lukisan Babi' terpampang di depan gedung DPRD Sumut, saat aksi gabungan para buruh Asahan dan sejumlah buruh dan mahasiswa di Medan. Kamis (1/5). (Realitasonline.id/Mukhtarhabib)

Medan, Kabarnya sempat ditahan di tol kisaran, sejumlah para buruh Asahan yang tergabung dengan mahasiswa asal Medan melakukan aksi pada hari buruh 1 Mei 2025, membawa lukisan babi di depan gedung DPRD Sumut.

“(Polisi) menahan kita di pintu tol Kisaran. Dan akhirnya kita diizinkan sama mereka sampai ke Medan ini,” terang Didi Herdianto selaku perwakilan aksi ormas buruh (Federasi Perjuangan Buruh Indonesia Sumatera Utara) FPBI Asahan, ketika ditanyakan Harian Realitas & Realitasonline.id di depan gedung DPRD Sumut. Medan, Kamis,(1/5).

Didi menjelaskan hambatan mereka untuk aksi, sejak surat pemberitahuan pada 25 April 2025 lalu.

Didi menceritakan pihak kepolisian sempat mendatangi buruh pekerja ke tempat mereka bekerja di salah satu pabrik bidang pengolahan kelapa sawit CPO di Asahan, untuk mengingatkan.

Memang para buruh Asahan sempat juga diundang pihak Dinas Tenaga Kerja Asahan yang dihadiri juga wakil bupati Asahan (Rianto) dan Kapolres Asahan (Afdahl Junaidi) pada 28 April 2025 lalu.

Namun Didi mengeselkan saat itu mereka tak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi buruh yang ada di Asahan karena waktunya singkat.

“Artinya kita tidak diberi ruang mereka (waktunya) 25 menit untuk tamu-tamu yang ada,” jelas Didi.

Katanya, pihak kepolisian berulang-ulang mencoba melarang para buruh Asahan jangan sampai ke Medan.

Didi mengutarakan kalau aksi ke Medan untuk menyampaikan aspirasi yang terjadi pada kaum buruh di Asahan.

“Sampai pertemuan itu sampai jam 11 malam [di]lakuukan sosialisasi juga mengingatkan kembali,” kata Didi.

“Kenapa sampai segitu, ketika kawan-kawan buruh Asahan ini ingin merayakan May Day. (Memang) bukan sekedar merayakan untuk menyampaikan kasus yang terjadi,” katanya lagi.

Kemudian Didi Sanjaya selaku peserta aksi di sana kepada awak media, sindir pihak pemerintah agar jadi pelindung kaum buruh bukan malah membikin satgas PHK.

“Harapannya pemerintah membentuk satgas khusus jadi buruhh terlindungi, jangan membuat satgas PHK harusnya buruh itu lindungi oleh pemerintah tadi,” pungkasnya. (Mukhtar Habib).

Sumber, Realitasonline.id

Hasil Perempat Final Sudirman Cup 2025, Dua Pukulan Terakhir Kecewakan Pelatih Indonesia, Malaysia Tertinggal dari China

0
Reaksi dua pelatih Indonesia, Rexy Mainaky dan Nova Widianto pada laga sektor ganda campuran antara Malaysia dan China di babak perempat final Sudirman Cup 2025 yang digelar di Xiamen Fenghuang Gymnasium, China, Jumat (2/5/2025).
Reaksi dua pelatih Indonesia, Rexy Mainaky dan Nova Widianto pada laga sektor ganda campuran antara Malaysia dan China di babak perempat final Sudirman Cup 2025 yang digelar di Xiamen Fenghuang Gymnasium, China, Jumat (2/5/2025).

Kemenangan pertama pasukan Naga dipersembahkan dari sektor ganda campuran lewat Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping sukses mengatasi perlawanan ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.

Laga berakahir dalam dua gim saja pada skor 21-17, 21-17 yang digelar di Xiamen Fenghuang Gymnasiu, China, Jumat (2/5/2025).

Jalannya Pertandingan

Sejak awal laga, Feng/Huang sudah membuka keunggulan duluan pada skor 4-2 hingga 7-4.

Kesalahan Toh Ee Wei ketika pukulan jarak dekatnya menabrak net membuat pasangan China memimpin pada skor 8-5. Skor terus diperbesar menjadi 10-6.

Smes keras menyilang Feng Yan Zhe berhasil mencapai interval gim pertama dengan keunggulan lima angka.

Feng Yan Zhe tampil agresif dengan terus melancarkan smes-smes keras yang sulit dibendung pemain Malaysia. Keunggulan lima poin bertahan hingga skor 15-10.

Namun, dua kesalahan beruntun dari pasangan China di depan net memberikan angin segar bagi Chen/Toh.

Kedudukan berhasil dipangkas menjadi dua sampai satu poin saja pada skor 16-17 hingga 17-18.

Apes bagi Malaysia, saat hawa kebangkitan sudah terasa, dua kesalahan beruntun dari Chen dan Toh dalam pengembalian menghasilkan game point bagi Feng/Huang.

Smes keras Feng gagal dikembalikan Chen untuk menyudahi gim pertama.

Memasuki gim kedua, laga berlangsung lebih ketat dengan permainan reli-reli panjang.

Meski begitu, Feng/Huang masih mampu memimpin pada interval dengan skor 11-8.

Selepas jeda, Chen/Toh terus berupaya keluar dari tekanan dengan mulai mengejar ketertinggalan untuk mengubah skor pada 10-12.

Namun, Feng/Huang selalu kembali menjauh lagi untuk memimpin lima poin pada skor 16-11.

Chen/Toh merespons dengan menambah dua poin beruntun.

Akan tetapi, Feng/Huang seakan-akan tak memberikan kesempatan bagi pasangan Malaysia untuk bangkit usai memimpin 19-14.

Chen/Toh masih merespons dengan mencetak tiga poin beruntun.

Namun, dua poin terakhir didapat pasangan China karena kesalahan dari pemain Malaysia.

Match point didapat Feng/Huang berkat servis eror dari Chen yang tak menyeberang.

Dua pelatih Indonesia, Rexy Mainaky dan Nova Widianto yang mendampingi dari pinggir lapangan terlihat begitu kecewa.

Sementara poin kemenangan didapat berkat pengembalian Toh yang tak sampai melewati net.

Konflik Yayasan Darma Agung, LLDikti Wilayah I Sumatera Belum Tetapkan Kepengurusan Sah Mengelola UDA

0

DETEKSI.co-Medan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumatera menegaskan bahwa hingga kini belum bisa memastikan keabsahan dari kepengurusan Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) yang masih berproses hukum.

“Kembali kami tegaskan, soal kepengurusan mana yang sah atau tidaknya yang mengelola Universitas Darma Agung (UDA) Medan masih menunggu keputusan hukum tetap atau inkrah dari pengadilan,” kata Kepala LLDikti Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang melalui Humas Suhendra, Kamis (1/5/2025).

Dikatakan, bahwa LLDIKTI Wilayah I masih melakukan kajian dan telaah terhadap berkas yang disampaikan oleh 2 kepengurusan YPDA.

“Baik berkas dari kepengurusan YPDA yang disampaikan oleh Elyas Richard Pardede dengan akte Nomor 02 tahun 2025 maupun versi Partahi Siregar dengan mencantumkan akte Nomor 12 tahun 2022 hingga kini kami (LLDIKTI) masih melakukan telaah dan kajian oleh tim hukum,” jelasnya.

Maka dari itu hal yang perlu diperhatikan adalah, katanya, LLDikti Wilayah I tidak akan mencampuri masalah kepengurusan siapa yang sah atau tidaknya.

“LLDikti Wilayah I sesuai surat yang kami telah terbitkan pada 15 Maret 2025 lalu adalah untuk memberikan perlindungan dan mengawasi agar kegiatan akademik di UDA dapat berjalan sesuai Tridharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Diketahui, konflik internal di tubuh yayasan milik keluarga TD Pardede membuat resah mahasiswa dan tenaga pendidik (tendik) di UDA.

Terutama di UDA, ada 2 Rektor yang hingga kini masih menunggu keputusan LLDIKTI Wilayah I untuk menetapkannya .

Pasalnya sejak Dr Muhammad Ansori Lubis mengundurkan diri, ada 2 versi Rektor yang ada UDA.

Pertama, Prof Suwardi Lubis ditunjuk oleh Ketua Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) versi Richard Elyas Pardede, Hana Nelsri Kaban sebagai Pj Rektor UDA berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Darma Agung Nomor: 019/YPDA/IV/2025.

Sementara itu, berdasarkan hasil keputusan rapat senat pada 22 April 2025 menetapkan Wakil Rektor I, Dr Lilis S Gultom sebagai Rektor UDA dengan dasar statuta kampus milik keluarga besar DR TD Pardede itu.

Lantas siapakah Rektor yang akan ditetapkan nantinya, LLDikti Wilayah I Sumatera belum bisa memastikan batas waktu penetapan tersebut karena masih menunggu kajian dan telaah oleh tim hukum. (moe)

Sejumlah Mahasiswa Berorasi Didepan Kantor Bupati Langkat, Minta Copot Kadis PMD

0

DETEKSI.co-Langkat, Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Lembaga Mahasiswa Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Provinsi Sumatera Utara, bersama pengurus Wilayah Kabupaten Langkat, melakukan orasi didepan kantor bupati Langkat, Rabu (30/04/2025.

Dalam orasinya mereka meminta bupati Langkat mencopot kepala dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) kabupaten Langkat.

” Kami meminta kepada bupati Langkat agar mencopot jabatan kepala dinas PMD kabupaten Langkat MP yang diduga telah melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada sejumlah Kepala Desa, untuk pencairan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Pungli untuk pencairan DD diduga hingga satu juta per Desa.

Masih ada sekitar delapan puluhan Desa yang belum cair Dana desanya diduga karena tidak membayar satu juta rupiah untuk pencairan “. Kata ketua SEMMI Langkat M. Ihlal Afiq, saat menyampaikan orasinya.

Dalam orasinya para Mahasiswa sempat melakukan pembakaran Ban. Sampai akhir waktu orasi berakhir tidak ada pejabat di lingkungan kantor bupati Langkat yang menemui para mahasiswa.

Dengan di kawal petugas dari kepolisian polres Langkat para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (Tim).

Dewan Pers Minta Pengalihan Penahanan Direktur Pemberitaan JakTV

0

DETEKSI.co-Jakarta, Dewan Pers memberi perhatian besar terhadap penetapan tersangka Direktur Pemberitaan JakTV, Tian Bahtiar, dalam kasus yang disebut Kejaksaan Agung sebagai permufakatan jahat untuk merintangi pemeriksaan perkara korupsi crude palm oil (CPO), timah, dan impor gula.

Dewan Pers telah mengunjungi Kejaksaan Agung dan bertemu Jaksa Agung pada Selasa 22 April 2025. Kemarin, 24 April 2025, giliran Kejaksaan Agung yang mengunjungi Dewan Pers sekaligus menyerahkan berkas kasus yang melibatkan Tian Bahtiar tersebut.

Berkaitan dengan itu, Dewan Pers menyampaikan hal-hal sebagai berikut.

1. Dewan Pers pada hari Kamis 24 April 2025 telah menerima berkas-berkas dari Kejaksaan Agung yang disampaikan oleh Kapuspenkum, Harli Siregar, sehubungan dengan ditetapkannya Tian Bahtiar sebagai tersangka.

2. Ketua Dewan Pers meminta agar Kejaksaan Agung melakukan pengalihan penahanan terhadap Tian Bahtiar untuk memudahkan proses pemeriksaan di Dewan Pers.

3. Dewan Pers akan meneliti secara mendalam berkas-berkas dari Kejaksaan Agung tersebut. Meski perlu waktu yang memadai untuk meneliti sekaligus menganalisis kasus tersebut sesuai dengan prosedur operasi standar, namun Dewan Pers akan menyampaikan hasilnya pada semua pihak sesegera mungkin.

4. Dewan Pers dan Kejaksaan Agung sama-sama berkomitmen untuk menguatkan penegakan hukum dan penguatan kehidupan pers. Kedua belah pihak juga sama- sama saling menghormati kewenangan masing-masing.

5. Kapuspenkum Kejaksaan Agung telah menyatakan, bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan produk jurnalistik.

Untuk meningkatkan sikap saling menghormati wewenang masing-masing, Dewan Pers akan meneruskan rencana menghidupkan nota kesepahaman dengan Kejaksaan Agung berkaitan dengan penanganan sengketa pemberitaan (produk jurnalistik) sebagaimana pernah dilakukan di masa lalu. Hal yang sama telah dilakukan oleh Dewan Pers bersama Polri dan Mahkamah Agung.(Ril)