Beranda blog Halaman 426

BEM Universitas Darma Agung : Proses Belajar Mengajar Aman, Tidak Ada Mahasiswa Yang Resah

0

DETEKSI.co-Medan, Sejumlah mahasiswa yang merupakan perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas yang ada di Universitas Darma Agung (UDA) Medan akhirnya angkat bicara soal polemik internal di tubuh Yayasan Perguruan Darma Agung.

Yayasan Perguruan Darma Agung merupakan yayasan milik keluarga TD Pardede yang menaungi Universitas Darma Agung dan Institut Sain dan Teknologi TD Pardede (ISTP).

Dalam pernyataan sikap yang mereka sampaikan kepada wartawan Kamis (20/3/2025) di UDA yang terletak di kawasan Jalan DR TD Pardede Medan, para mahasiswa menyatakan proses belajar dan mengajar di UDA berjalan dengan baik. Tidak ada keresahan di kalangan mahasiswa terkait konflik di internal yayasan.

“Kalau pun ada pernyataan dari oknum yang mengatakan mahasiswa resah itu bukan pernyataan kami. Mahasiswa tetap nyaman belajar seperti sebelumnya,” ucap Meliyusu Harefa Ketua BEM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) diamini pengurus BEM fakultas lainnya.

Hugo Sagala dari BEM Fakultas Teknik sangat sedih dan merasa prihatin dengan situasi Universitas Darma Agung saat ini.

Meskipun dia mengaku bahwa konflik internal di internal yayasan tidak mempengaruhi kegiatan akademik di Fakultas Teknik. Namun, adanya berbagai informasi simpang siur terkait masa depan UDA membuat mahasiswa resah.

“Sebenarnya kami para mahasiswa tidak mau mencampuri urusan yayasan yang kami ketahui tengah ada dualisme. Cuma, janganlah sampai merugikan kami para mahasiswa. Kami ingin menjadi lulusan dari kampus yang kami cintai ini tanpa harus ada lagi rasa was-was dan khawatir dalam mengikuti kegiatan akademik,” harapnya

Ketua BEM Fakultas Hukum Nirwana Tarigan pun sependapat bahwa meskipun adanya kabar terjadi dualisme di tubuh yayasan sejauh ini tidak begitu berdampak terhadap kegiatan perkuliahan.

Dikatakan meskipun beberapa mahasiswa khususnya di Fakultas Hukum sempat resah dengan kabar tersebut.

Namun, lanjutnya, atas mediasi dan arahan dari baik pihak Dekan maupun Wakil Rektor III yang membidangi kemahasiswaan akhirnya mahasiswa di Fakultas Hukum pun mendapat penjelasan terkait kondisi terkini yang terjadi di Darma Agung.

“Prinsipnya, segala aktivitas perkuliahan sampai saat ini berjalan seperti biasa. Dan masalah adanya dualisme paling hanya sempat membuat orang tua kami bertanya soal nasib ke depan. Dan, saya secara pribadi menyampaikan kepada orang tua saya bahwa kampus baik-baik saja dan semua kegiatan perkuliahan berjalan baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua BEM FKIP, Doretus Bago meminta kepada mahasiswa khususnya sesama di FKIP dan mahasiswa UDA secara umum untuk tidak terprovokasi dengan berbagai informasi yang berkembang soal konflik yayasan yang terjadi saat ini.

“Banyak informasi yang beredar bahwa kampus UDA akan tutup maupun banyak lainnya yang membuat resah. Saya berharap agar mahasiswa UDA khususnya dari FKIP tak terpancing dan terprovokasi kabar itu. Kita baik baik saja. Dan jika ingin tahu informasi itu bisa berdiskusi dengan BEM maupun dengan pihak Rektorat biar tidak menimbulkan kekhawatiran,” harapnya.

Mereka berharap konflik di internal yayasan tidak sampai merugikan mahasiswa yang sedang menjalani aktifitas perkuliahan.

Turut hadir pengurus BEM lainnya, Kartina Halawa (Ketua BEM FIK) Agnes Anjelia (Sekretaris BEM FIK), Dewimawati Buulolo (Bendahara BEM FIK), Yuni Rani Girsang (Sekretaris BEM FKIP), Rizky Desriani Nainggolan (Wakil Sekretaris BEM FKIP), Widaria Waruwu (Bendahara BEM FKIP), Policarpus Waruwu (BEM Pertanian), Debora Odilia Laia (BEM Pertanian), Buterlima Waruwu (Bendahara BEM F. Hukum) dan Jon Fribert Tambunan (Wakil Ketua BEM FEB). (moe)

Setahun Lebih Firli Bahuri Berstatus Tersangka, Gandi Parapat: “Polisi Mempermalukan Negara”

0
Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Drs Gandi Parapat soroti Pencabutan Izin 28 Perusahaan.
Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Drs Gandi Parapat.

DETEKSI.co-Medan, Kordiantor Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara (Korwil PMPHI Sumut), Drs Gandi Parapat menilai “Polisi sepertinya mempermalukan negara” dengan mentersangkakan Firli Bahuri satu tahun lebih, sementara pihak Kejaksaan beberapa kali mengembalikan berkas dari penyidik Kepolisian.

Setahun lebih Firli Bahuri berstatus tersangka, apa kabar penanganan kasus tersebut,”tanya Gandi kepada deteksi.co Jumat (21/03/2025).

Korwil PMPHI Sumut meyakini masyarakat bertanya-tanya atas hal itu, lantas apakah Kapolri tidak merasa malu atau tidak merasa bertanggungjawab terhadap masalah institusi yang dipimpinnya mentersangkakan ketua KPK atas dugaan pemerasan Mantan menteri Pertanian YSL sudah setahun lebih.

Dilain sisi kata Gandi, hanya karena masalah dugaan, kalau masalah dugaannya semua orang bisa, jangankan ketua KPK, Presiden saja bisa diduga melakukan apa saja dan semua kita bisa diduga-duga, apakah itu dinamakan tidak ada lagi kepastian hukum, tanya Gandi.

Penanganan kasus dugaan pemerasan yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Polda Metro Jaya belum juga rampung. Padahal Firli Bahuri telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 November 2023 silam.

Berita sebelumnya : KPK Masih Dibutuhkan, Gandi Ingatkan Ketua KPK RI Jangan Diseret ke Politik – Deteksi

Sumber informasi menyebutkan, penyidik tengah melengkapi berkas perkara dugaan pemerasan Firli terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagaimana petunjuk dari Kejaksaan Tinggi Jakarta (Kejati) yang sebelumnya sempat ditolak.

Sementara mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sudah divonis oleh Pengadilan, yang membuat kami bertanya apakah Pemerintah tidak menganggap Firli Bahuri itu tidak Warga Negara Indonesia sehingga membiarkan nasibnya terkatung-katung, cetus Drs Gandi Parapat.

“Supaya publik tahu bahwa kami tidak di posisi membenarkan Firli Bahuri, akan tetapi persamaan di hadapan hukum harus nyata,” kata Gandi. (Ril)

Sikapi Keluhan 3 Jalan Rusak di Marelan, Rico Waas: 2 Sebelum Lebaran Diperbaiki, 1 Pasca Lebaran

0

DETEKSI.co-Medan, Di bawah rintik hujan yang mengguyur, Wali Kota Medan Rico Waas meninjau sejumlah titik jalan rusak di pemukiman rumah warga di kawasan Medan Marelan, Kamis (20/3/2025).

Ada tiga lokasi yang ditinjau yakni Jalan Sepakat, Gang Pertama, Lingkungan 7, Kelurahan Rengas Pulau. Lalu, Jalan Paluh Nibung, Gang Musholla, Lingkungan 1, Kelurahan Paya Pasir dan Jalan Swadaya, Gang Sidodadi, Lingkungan 22, Kelurahan Rengas Pulau.

Peninjauan ini dilakukan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di sekitar tempat tinggal mereka. Pasalnya, disamping kondisi jalan yang rusak juga diikuti dengan sistem drainase yang kurang baik sehingga tidak jarang warga mengalami banjir.

Untuk lokasi pertama di Jalan Sepakat, Gang Pertama, Lingkungan 7, Kelurahan Rengas Pulau akan dilakukan pengerjaan berupa pengecoran dan perbaikan drainase usai Lebaran. Sedangkan, di lokasi kedua dan ketiga, perbaikan yang sama juga akan dilakukan sebelum Lebaran dengan persentase pengerjaan 50 persen.

Penuh antusias, masyarakat pun menyampaikan keluhannya kepada Rico Waas. Dengan ramah, pria lulusan Universitas Bina Nusantara ini mendengar dan menyahuti setiap keluhan yang disampaikan kepadanya.

“Pak Wali, tolong ya, jelek kali jalan di rumah kami ini Pak. Air pun tergenang. Tolong ya pak ya, segera diperbaiki,” kata seorang wanita paro baya dengan penuh harap kepada Rico Waas.

Selanjutnya kepada Dinas SDABMBK Kota Medan, Rico Waas menginstruksikan untuk segera dilakukan pengerjaan. Begitu juga dengan pihak kecamatan dan kelurahan agar saling berkoordinasi. “Tolong segera ya Pak, biar masyarakat kita nyaman,” ujar Rico Waas.

Di sela-sela peninjauannya tersebut, Rico Waas tampak bercengkrama dengan warga. Bahkan, orang nomor satu di Pemko Medan ini ikut muncul dan masuk dalam siaran langsung Facebook seorang warga yang merekamnya.(Red/d)

Polisi Gagalkan Wanita Paruh Baya Hendak Bunuh Diri dari Fly Over Amplas

0
Polisi berhasil dialog dengan IRT yang hendak bunuh diri di Fly Over Amplas, Rabu (19/3/2025). (Foto: Istimewa)
Polisi berhasil dialog dengan IRT yang hendak bunuh diri di Fly Over Amplas, Rabu (19/3/2025). (Foto: Istimewa)

DETEKSI.co-Medan, Seorang wanita berinisial NPK (40), nekat mencoba mengakhiri hidupnya di jembatan Fly Over Amplas. Beruntung, seorang personel polisi lalu lintas berhasil menggagalkan aksi warga Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun yang sempat hendak melompat dari atas jembatan layang tersebut.

Ketika itu, tiga personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut, Aipda Damendra Butar Butar, Aiptu Faisal dan Ipda Wahyu melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Aipda Damendra Butar Butar mengatakan, pihaknya menyelamatkan warga yang hendak bunuh diri itu. Awalnya, polisi mendapatkan informasi adanya seorang perempuan yang mau melompat dari atas jembatan.

Karena itu, polantas bergerak dari arah pos di sekitar Indogrosir, Jalan SM Raja ke Fly Over mengarah ke Polda Sumut.

Saat Polantas datang, NPK sudah tidak ada sehingga personel memutar balik dari arah Polda Sumut ke pos lalu lintas sambil mengecek ulang.

Sampainya di halte bus, sekitar 100 meter dari jembatan layang ada seorang perempuan memakai kaus, hijab hitam sedang tergeletak di lantai halte. Terlihat juga sejumlah warga.

“Ketika kami cek nggak ada. Begitu kami balik, ada ibu-ibu tergeletak di halte,” kata Aipda Damendra Butar Butar, Rabu (19/3/2025).

Setelah mendatangi korban, ketiga personel polantas tersebut mencoba menenangkannya. Polisi melihat ada berkas perceraian antara NPK dan suaminya.

Saat ditanya, ternyata wanita tersebut baru saja menghadiri persidangan perceraian di Pengadilan Agama Medan, tak jauh dari Fly Over Amplas.

Dia nekat mencoba mengakhiri hidupnya karena frustasi bercerai dengan sang suami. Selain itu, anaknya terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena suami tak lagi membiayai pendidikan anaknya.

“Dia habis sidang, frustasi katanya. Kemudian anaknya itu dikeluarkan dari sekolah karena gak mampu bayar uang sekolah,” sebutnya.

NPK juga mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya.

Sehingga tiga personel Ditlantas Polda Sumut ini membawa NPK ke Polsek Medan Kota agar membuat laporan.

“Setelah kami tenangkan, kami bawa ke Polsek Medan Kota karena dia juga korban KDRT,” pungkasnya. (Ril)

Kapolrestabes Medan Gelar Operasi Ketupat Toba 2025, Siapkan 164 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran

0

DETEKSI.co – Medan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan pimpin apel gelar pasukan operasi terpusat Ketupat Toba 2025 untuk antisipasi arus mudik Lebaran 1446 H, Kamis (20/3/2025) di Mapolrestabes Medan.

Dalam arahannya, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan tekankan kesiapan 164.298 personel gabungan TNI-Polri dan stakeholder, serta rekayasa lalu lintas demi keamanan 146,48 juta pemudik.

Dihadiri puluhan pejabat dari TNI, Polri, Kemenhub, BPBD, Basarnas, hingga Jasa Marga.

“Puncak arus mudik Lebaran 2025 diprediksi 28-30 Maret, dengan arus balik 5-7 April. Operasi akan berlangsung 23 Maret-8 April di 8 Polda prioritas, termasuk Sumut,” kata Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

<span;>Guna mengantisipasi kemacetan, Polrestabes Medan tengah melakukan strategi pengamanan, ganjil – Genap, Contra Flow, hingga Pos Darurat. Berikut langkah konkret Operasi Ketupat Toba 2025. Melakukan rekayasa lalu lintas : Sistem ganjil-genap, contra flow, dan one way berbasis pantauan CCTV. Mempersiapka 2.835 pos pengamanan (1.738 pos keamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu untuk informasi mudik).

Serta melakukan pengawasan terhadap harga dan indak tegas penimbun sembako dan stok BBM serta pelayanan 24 jam (Hotline 110) untuk laporan darurat dan edukasi microsleep pada pengemudi.

Kombes Pol Gidion mengingatkan pentingnya kolaborasi. Tampilkan sosok petugas humanis, siagakan personel di titik rawan kecelakaan, dan optimalkan layanan hotline 110.

Ia juga apresiasi dukung penuh stakeholder seperti Jasa Marga, Pertamina, dan Satpol PP dalam menyediakan diskon tol, rest area, serta pos kesehatan. (Pea/Ril)

Kodam I/BB Amankan Pengedar Narkoba Jenis Sabu Seberat 1 Kg

0

DETEKSI.co-Medan, Kodam I/Bukit Barisan mengamankan H.E.F alias A (37), seorang pengedar narkoba jaringan Malaysia pada Selasa (18/3/2025). Warga Kampung Banjar, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara ini diamankan Tim Intelrem 022/PT dan Unit Intel Kodim 0209/LB, saat membawa 1 kg sabu dari Panipahan untuk diedarkan di Rantauprapat.

Pangdam I/BB, Mayjen TNI Rio Firdianto, menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan keterlibatan adanya oknum TNI dalam peredaran narkoba. “Setelah dilakukan pendalaman informasi, dipastikan tidak ada indikasi keterlibatan anggota TNI, melainkan hanya pelaku,” tegasnya dalam konferensi pers di Aula AH. Nasution Makodam I/Bukit Barisan, Rabu (19/3/2025).

Pelaku mengakui bahwa narkoba yang dibungkus dalam kemasan teh merek “Guang Yin Wang” tersebut diperolehnya dari seseorang bernama Baruna, yang bekerja sebagai anak buah kapal. Selain itu, juga disita barang bukti berupa paspor, KTP, boarding pass, paper bag warna oranye, dan telepon genggam merek Itel. “Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti, telah diserahkan ke Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Mayjen Rio.

Penangkapan ini semakin menambah panjang daftar tersangka narkoba yang telah diamankan Kodam I/BB dari wilayah Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri. Di mana sejak Desember 2024 hingga Maret 2025, sebanyak 267 orang telah diamankan dengan jumlah barang bukti 22,678 kg sabu, 1.418 butir pil ekstasi, 8.613 kg ganja, serta satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, satu pucuk senjata api revolver, satu pucuk softgun larang panjang, satu pucuk senapan angin, dan satu pucuk senapan angin taktis kaliber 4.5 mm.

Pangdam juga menegaskan, Kodam I/Bukit Barisan akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan pihak terkait untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas. Ia juga mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberikan informasi yang membantu keberhasilan penangkapan para pelaku. “Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Kodam I/Bukit Barisan akan selalu siap mendukung segala upaya pemberantasan narkoba dan memastikan seluruh pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Kegiatan konferensi pers ini berlangsung lancar, tertib dan aman, dengan dihadiri Asintel Kasdam I/BB, Danpomdam I/BB, Kakumdam I/BB, Dirnarkoba Polda Sumut, Kapendam I/BB, Dandim 0209/LB, serta Perwira Staf Intel dari Deninteldam I/BB dan jajaran.(Ril)

Sumber: Pendam I/BB

Identifikasi Potensi Kerawanan Perlintasan Sebidang, Baltek Perkeretaapian, Dishub Sumut dan DPRD Batu Bara Tinjau Jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung

0

DETEKSI.co-Batubara, Sejumlah perlintasan sebidang di jalur kereta api Bandar Tinggi – Kuala Tanjung ditemukan dalam kondisi tidak terjaga dan berisiko menimbulkan kecelakaan. Untuk mengatasi masalah ini, Balai Teknik (Baltek) Perkeretaapian Kelas I Medan, Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut), bersama DPRD Kabupaten Batu Bara, dan PT KAI serta camat hingga perangkat desa turun tangan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi pada Selasa (18/3/2025).

Peninjauan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Dishub Sumut, Muchsin Harahap, yang mewakili Kadishub Sumut Dr. Agustinus Panjaitan, Manajer Pengamanan PT KAI Divre I, Wahyudin Arif, serta perwakilan Baltek Perkeretaapian Kelas I Medan, Angga. Selain itu, turut hadir Camat Sei Suka, Babinsa, sejumlah kepala desa, dan para kepala dusun dari desa-desa yang terdampak.

Banyak Perlintasan Liar Tanpa Pengamanan

Dari hasil pemeriksaan ini, tim menemukan sedikitnya 33 perlintasan liar yang tidak memiliki penjagaan. Desa Lalang menjadi yang terbanyak dengan 19 titik, disusul Desa Kuala Tanjung dengan 5 titik, serta beberapa desa lain seperti Pakam, Pakam Raya, dan Pematang Cengkering.

Muchsin Harahap dari Dishub Sumut mengatakan, perlintasan sebidang tanpa penjagaan berisiko menyebabkan kecelakaan. “Kami turun langsung untuk memastikan langkah apa yang harus diambil. Beberapa perlintasan perlu ditutup, sementara yang lain harus diberi pengamanan tambahan,” ujarnya.

Manajer Pengamanan PT KAI Divre I, Wahyudin Arif menambahkan, selain penutupan perlintasan liar, perlu ada langkah pencegahan lain seperti pemasangan portal dan sterilisasi jalur dari bangunan liar. “Kami juga akan mengusahakan pemasangan pagar rel sepanjang 200 meter di titik rawan, agar warga tidak sembarangan melintas,” kata Wahyudin.

Sejumlah kesepakatan diambil dalam tinjauan ini, di antaranya:

Penutupan beberapa perlintasan liar di Desa Kuala Tanjung dan Desa Lalang yang dinilai berbahaya.
​​Pemasangan portal sederhana di titik tertentu untuk membatasi akses kendaraan.
​​Sterilisasi jalur dari bangunan liar guna mengurangi risiko kecelakaan.

​​Koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah untuk peningkatan keselamatan di perlintasan yang masih harus dibuka karena menjadi akses utama warga.

Camat Sei Suka menyambut baik langkah ini dan berharap rekomendasi yang diambil segera direalisasikan. “Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan langkah-langkah ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Ded)

Buka MRFW 2025, Rico Waas Ingatkan Perancang Busana Tidak Lupakan Akar Budaya

0

DETEKSI.co-Medan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong para fashion designer (perancang busana) tidak melupakan akar budaya dalam berkarya.

“Apapun yang diangkat dalam dunia fashion, jangan lupa akar budaya kita miliki,” ujar Rico Waas saat membuka Medan Raya Fashion Week (MRFW) 2025, Rabu (19/3/2025) petang di Gedung Warenhuis.

Dalam kegiatan yang dihadiri antara lain Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, pimpinan DPRD Medan, Sekda Wiriya Alrahman, Ketua Umum TP PKK Medan Airin Rico Waas, Ketua I TP PKK Martinjal M. Zakiyuddin, Ketua DWP Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman, Kepala Dinas Pariwisata M. Odi Anggia Batubara dan segenap pimpinan perangkat daerah itu, Rico Waas menginginkan agar perancang busana Medan melahirkan karya-karya berkarakter yang dikenal masyarakat Indonesia dan dunia.

“Masyarakat Indonesia dan dunia harus tahu Medan bisa melahirkan orang-orang kreatif. Memang, ini tidak mudah. Butuh kerja keras dan kegigihan,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini juga mendorong pelaku industri kreatif, termasuk para perancang busana, melahirkan karya memiliki pasar yang luas, selain untuk kalangan tertentu.

Rico Waas mengatakan, sudah saatnya perancang busana dan pelaku industri kreatif Medan berbicara di tingkat nasional dan internasional. Karya pelaku industri kreatif kota ini tidak boleh kalah dengan brand internasional.

“Medan harus diperhitungkan di dunia kreatif. Dan saya pastikan Pemko Medan berada di belakang untuk mendorong dan mendukungnya,” ucapnya.

Sebelumnya Kadis Pariwisata M. Odi Anggia Batubara melaporkan, kegiatan di Gedung Warenhuis yang bersejarah ini berlangsung lima hari, mulai 19 sampai dengan 23 Maret 2024.

Dia menerangkan, rangkaian kegiatan Medan Raya Fashion Week 2025 ini meliputi pagelaran fashion show busana muslim dengan melibatkan desainer nasional Faddat dan Deden Siswanto serta 14 desainer Medan.

Selain itu, tambahnya, ada juga talk show, kompetisi modeling busana muslim kategori anak dan remaja,
kompetisi bernyanyi lagu religi islami, bazar fashion, kriya dan hampers.

“Dan acara penutupan dimeriahkan oleh artis ibu kota Fatin Shidqia Lubis,” sebutnya.(Red/d)

Terima Kompas TV, Rico Waas Berharap Beritakan Proses Pembangunan Bukan Hanya Seremoni

0

DETEKSI.co-Medan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengharapkan media massa dapat menyampaikan proses pekerjaan pembangunan kepada masyarakat.

Harapan ini disampaikan saat menerima saat menerima audiensi Biro Kompas TV, Rabu (19/3/2025) di Ruang Khusus Wali Kota Medan. Hadir dalam pertemuan ini Kabiro Kompas TV Bastian Walter Siahaan dan Account Executive Puteri Rahayu, Monica Bussines Head, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arrahmaan Pane dan Plt Kabag Prokopim M. Agha Novrian.

Menurut orang nomor satu di Pemko Medan ini, pemberitaan jangan hanya sebatas awal dan akhir yang lebih cenderung seremonial.

“Perlu juga diberitakan prosesnya, kendalanya seperti apa. Pada proses inilah pekerjaannya,” sebutnya

Rico Waas juga menyampaikan Media massa dapat menyampaikan kepada publik pekerjaan Pemko Medan yang tidak nampak di permukaan namun sangat penting.

“Seperti pekerjaan membangun akar, tidak terlihat namun fundamental,” ungkapnya.

Dalam pertemuan Wali Kota juga mempersilakan Kompas TV untuk mengeksplorasi berbagai potensi Medan. Ini tentunya dapat menjadi promosi bagi Kota Medan.

Sebelumnya Kepala Biro Kompas TV Bastian Walter Siahaan menyampaikan selamat atas terpilih dan telah dilantiknya Rico Waas sebagai Wali Kota Medan Periode 2025-2030.

Dalam kesempatan itu, dia mengajukan penawaran kelanjutan kerjasama pada 2025 ini. Dia menyampaikan, hasil kerja sama sebelumnya terkait pemberitaan pembangunan Medan mendapat feedback yang positif dari masyarakat.

Menanggapi ini Rico Waas mengatakan Pemko Medan membuka diri untuk bekerja sama, termasuk dengan Kompas TV.(Red/d)

Ketua DPRD Kota Medan hadiri Acara Malam Nuzulul Qur’an Ramadhan Fair XIX Kota Medan Tahun 2025

0

DETEKSI.co-Medan, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., menghadiri acara Malam Nuzulul Qur’an Ramadhan Fair XIX Kota Medan Tahun 2025, Minggu (16/03/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Medan ini turut dihadiri Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda Kota Medan, Sekretaris Daerah Kota Medan, serta Kepala OPD di lingkungan Kota Medan.

Acara yang berlangsung di Taman Sri Deli, Kecamatan Medan Kota ini juga diisi dengan Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an yang dibawakan oleh Ustadz Hilman Fauzi.(Red/d)