Beranda blog Halaman 9

Syah Afandin Pastikan Program Sehati Bunda Sentuh Seluruh Desa di Langkat

0

DETEKSI.co-Langkat, Pemerintah Kabupaten Langkat di bawah kepemimpinan Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak melalui Program Sehati Bunda.

Program Sehati Bunda merupakan program yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak yang digagas oleh Yayasan Cipta bersama Population Services International (PSI). Kabupaten Langkat sendiri ditunjuk sebagai pilot project atau daerah percontohan pelaksanaan program tersebut di Indonesia.

Pembahasan penguatan program berlangsung dalam pertemuan di Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (20/5/2026) pagi. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr. Mahyuzar, Program Director PSI Sehati Bunda Dinar Pandan Sari, PSI Donor Stina Wahlqvist, serta Senior Associate Philanthropy PSI Legna Perez.

Sementara itu, Bupati Langkat didampingi Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Langkat Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP, Kadis Kesehatan dr. Juliana, MM, serta Kadis PPKB Adam PPA Indri Nugraheni, SE, MM, Akt.

Dalam pertemuan tersebut, Dinar Pandan Sari menjelaskan bahwa Program Sehati Bunda saat ini telah berjalan di 20 desa di Kabupaten Langkat. Namun, pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait penguatan dan penetapan kader di lapangan.

“Untuk itu kami meminta penguatan kader. Kader memiliki peran penting dalam menjalankan program sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tekad PSI untuk memperluas cakupan program hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Langkat.

“Kami mempunyai tekad untuk membawa program ini ke 240 desa di Kabupaten Langkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr. Mahyuzar menyampaikan bahwa Kabupaten Langkat dipilih langsung oleh pemerintah pusat sebagai pilot project nasional Program Sehati Bunda.

“Ini jadi permodelan untuk seluruh Indonesia dengan pembiayaan seluruhnya dari Swedia,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Langkat dapat segera membuat regulasi terkait penetapan kader agar memiliki kepastian status dalam mendukung keberlangsungan program.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Program Sehati Bunda. Ia menegaskan komitmennya agar program tersebut dapat berjalan maksimal hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Langkat.

“Secepatnya saya akan buat regulasi terkait ini, kalau perlu tenaga kader akan kita tambah,” tegas Syah Afandin.

Bupati juga menilai program tersebut sangat penting untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah marginal yang masih membutuhkan perhatian serius dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Di daerah marginal seperti Pulau Kampai, jaring halus ini sangat bermanfaat dan dampaknya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui Program Sehati Bunda, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap kualitas kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Langkat.(Tim).

TMMD Konawe Utara Tuntas, Danrem 143/Halu Oleo Resmikan Hasil Pembangunan Desa

0
Komandan Korem 143/Halu Oleo, R. Wahyu Sugiarto secara resmi menutup kegiatan TMMD ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Upacara Hadasi, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Rabu (21/5/2026).
Komandan Korem 143/Halu Oleo, R. Wahyu Sugiarto secara resmi menutup kegiatan TMMD ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Upacara Hadasi, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Rabu (21/5/2026).

DETEKSI.co-Konawe Utara, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Konawe Utara resmi ditutup. Penutupan dilakukan langsung oleh R. Wahyu Sugiarto selaku Komandan Korem 143/Halu Oleo di Lapangan Upacara Hadasi, Kecamatan Andowia, Rabu (21/5/2026).

Kegiatan TMMD yang dilaksanakan Kodim 1430/Konawe Utara tersebut berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, hingga masyarakat setempat. Upacara penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat serta warga yang ikut terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan desa itu.

Dalam rilis yang disampaikan Ws. Kapenrem 143/Halu Oleo Kapten Inf Ridwan di Kendari, Sulawesi Tenggara, disebutkan bahwa TMMD menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan Danrem 143/Halu Oleo menegaskan bahwa program TMMD bukan hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Danrem 143/Halu Oleo memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas TMMD, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyelesaikan seluruh target program TMMD ke-128.

“Keberhasilan program TMMD ini merupakan hasil gotong royong dan kebersamaan seluruh pihak. Saya berharap hasil pembangunan yang telah dicapai dapat dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Danrem.

Selama pelaksanaan TMMD ke-128 di tiga kabupaten, Satgas TMMD berhasil menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur dan program sosial bagi masyarakat.

Pencapaian fisik yang berhasil diselesaikan di antaranya pembukaan jalan tani sepanjang 4.550 meter, peningkatan jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter, perintisan jalan sepanjang 1.850 meter, pembangunan drainase 180 meter serta pembuatan tiga unit gorong-gorong.

Selain pembangunan fisik, Satgas TMMD juga menjalankan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Program tersebut meliputi pembangunan sumur bor sebanyak 15 titik melalui program TNI AD Manunggal Air, pembangunan 16 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan tujuh unit MCK, rehabilitasi satu unit masjid, pengembangan ketahanan pangan seluas satu hektare serta penanganan stunting melalui pembagian 400 paket bantuan.

Program TMMD ke-128 ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat pedesaan, terutama dalam mendukung akses infrastruktur, kesehatan lingkungan, ketahanan pangan dan peningkatan kualitas hidup warga di wilayah Konawe Utara dan sekitarnya. (Red)

TB dan HIV Menurun, Rico Waas Perkuat Layanan Kesehatan Medan dengan 41 Puskesmas BLUD

0
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Balai Kota Medan, Kamis (21/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemko Medan memaparkan penurunan kasus TB dan HIV, perubahan status 41 puskesmas menjadi BLUD, serta program pembiayaan pengobatan korban begal melalui APBD Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Balai Kota Medan, Kamis (21/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemko Medan memaparkan penurunan kasus TB dan HIV, perubahan status 41 puskesmas menjadi BLUD, serta program pembiayaan pengobatan korban begal melalui APBD Kota Medan.

DETEKSI.co-Medan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) dan HIV di Kota Medan. Komitmen itu disampaikan saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Balai Kota Medan, Kamis (21/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa Pemko Medan terus melakukan pembenahan sistem pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, berkualitas dan mudah dijangkau.

“Pemko Medan terus berupaya memperbaiki tata pelayanan dan kualitas kesehatan di Kota Medan,” kata Rico Waas di hadapan rombongan Komisi IX DPR RI.

Kasus TB dan HIV di Kota Medan, lanjut Rico Waas, saat ini menunjukkan tren penurunan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan. Penurunan itu disebut terjadi karena Pemko Medan terus menggencarkan screening kesehatan langsung ke masyarakat serta memperkuat regulasi penanganan penyakit menular.

Meski demikian, Rico Waas menegaskan pihaknya tidak ingin lengah menghadapi ancaman TB dan HIV. Pemko Medan bahkan siap menerbitkan aturan tambahan apabila diperlukan untuk memperkuat penanganan kedua penyakit tersebut.

“Kalau dibutuhkan Perwal tambahan atau aturan tambahan terkait TB dan HIV, kami siap melaksanakan secepatnya,” ujarnya.

Selain fokus pada penanganan TB dan HIV, Rico Waas juga memaparkan transformasi besar pelayanan kesehatan dasar di Kota Medan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni mengubah status 41 puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurut Rico Waas, kebijakan itu dilakukan agar seluruh puskesmas memiliki keleluasaan dalam mengelola manajemen pelayanan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan responsif.

“Setelah RSUD Pirngadi dan RSUD Bachtiar Djafar menjadi BLUD, kini 41 puskesmas di Kota Medan juga resmi berstatus BLUD,” jelasnya.

Pemko Medan juga melakukan rehabilitasi fisik dan peningkatan fasilitas di seluruh puskesmas. Langkah itu dilakukan agar puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang ramah dan berkualitas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Rico Waas turut memaparkan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan yang telah mengakomodasi masyarakat melalui BPJS Kesehatan.

Namun demikian, Pemko Medan juga melihat masih adanya celah perlindungan kesehatan, khususnya bagi korban kejahatan jalanan seperti begal yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Rico Waas menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pembiayaan pengobatan korban begal menggunakan APBD Kota Medan.

“Melalui aturan ini, biaya pengobatan korban begal di Kota Medan sepenuhnya ditanggung APBD Kota Medan. Saat ini kami sudah bekerja sama dengan 23 rumah sakit,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama memberikan apresiasi terhadap langkah konkret Pemko Medan dalam memperkuat sektor kesehatan.

Ade Rezki menilai kebijakan yang dilakukan Pemko Medan sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan isu TB dan HIV masih menjadi tantangan serius, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, berbagai masukan dari Pemko Medan akan dibawa ke Komisi IX DPR RI untuk dibahas bersama kementerian terkait.

“Masukan dan laporan dari Pak Wali Kota akan kami bawa ke Komisi IX DPR RI untuk dirapatkan bersama kementerian terkait agar nantinya bisa melahirkan kebijakan fiskal maupun politik anggaran yang mendukung Pemko Medan,” ujar Ade Rezki Pratama.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman serta pimpinan perangkat daerah terkait. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai penanganan TB dan HIV di Kota Medan. (Red/d)

Ganja Samosir Digerebek, Satres Narkoba Tangkap Dua Pria di Pangururan

0
Petugas Satres Narkoba Polres Samosir mengamankan dua pria beserta barang bukti narkotika jenis daun ganja dalam pengungkapan dua kasus berbeda di Jalan F.L. Tobing, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (20/5/2026).
Petugas Satres Narkoba Polres Samosir mengamankan dua pria beserta barang bukti narkotika jenis daun ganja dalam pengungkapan dua kasus berbeda di Jalan F.L. Tobing, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (20/5/2026).

DETEKSI.co-Samosir, Satres Narkoba Polres Samosir kembali mengungkap peredaran narkotika jenis daun ganja di wilayah Kabupaten Samosir. Dalam operasi yang dilakukan di Kecamatan Pangururan, petugas berhasil menangkap dua pria dewasa beserta sejumlah paket ganja yang diduga siap edar, Rabu (20/5/2026).

Pengungkapan kasus narkoba di Samosir itu dilakukan di dua lokasi berbeda di Jalan F.L. Tobing, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan. Kedua pelaku kini telah diamankan di Mako Polres Samosir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus pertama diungkap sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial VAH, warga Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Dari tangan VAH, polisi menemukan satu paket plastik warna hitam yang diduga berisi narkotika jenis daun ganja dengan berat bruto 51,68 gram. Selain itu, petugas juga menyita satu unit telepon genggam merek Vivo warna ungu yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelaku.

Pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat yang diterima Kasatres Narkoba Polres Samosir sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi tersebut menyebut adanya seorang pria yang diduga menguasai narkotika jenis daun ganja di Desa Pardomuan I.

Menindaklanjuti laporan masyarakat itu, personel Satres Narkoba langsung turun melakukan penyelidikan di lokasi. Setelah memastikan ciri-ciri pelaku sesuai informasi yang diterima, petugas langsung melakukan pengamanan dan penggeledahan.

Saat digeledah, polisi menemukan satu paket plastik hitam yang di dalamnya diduga berisi daun ganja siap edar. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Samosir bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, kasus kedua berhasil diungkap di hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, masih di kawasan Jalan F.L. Tobing, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan.

Dalam pengungkapan kedua ini, polisi menangkap seorang pria berinisial MTS, warga Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan delapan paket kertas terbungkus yang diduga berisi daun ganja dengan total berat bruto sekitar 73,59 gram. Polisi juga mengamankan satu paket plastik hitam yang diduga berisi ganja dengan berat bruto sekitar 9,47 gram.

Selain narkotika jenis daun ganja, petugas turut menyita satu unit telepon genggam merek Redmi warna biru dari tangan pelaku.

Kasus kedua ini juga bermula dari informasi masyarakat yang diterima pihak kepolisian sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi tersebut menyebut adanya seorang pria yang diduga menguasai narkotika jenis daun ganja di Desa Pardomuan I.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas menemukan seorang pria dengan ciri-ciri sesuai laporan warga sedang berada di Jalan F.L. Tobing. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sembilan paket ganja yang diduga siap diedarkan.

“Kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Mako Polres Samosir untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata pihak kepolisian.

Atas pengungkapan dua kasus narkotika tersebut, Polres Samosir telah melakukan berbagai tahapan penyidikan, mulai dari penerbitan laporan polisi, penyitaan barang bukti, pemeriksaan saksi, pemeriksaan terhadap pelaku, hingga tes urine dan gelar perkara.

Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyidikan serta mengirim barang bukti ke Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga akan menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka, melakukan penahanan, mengirimkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum, hingga melimpahkan tersangka dan barang bukti untuk proses persidangan. (en)

Kahiyang Ayu Tinjau Posyandu Samosir, Dokter Kecil dan Jumantik Cilik Jadi Sorotan

0
Ketua Pembina Posyandu Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, meninjau pelayanan Posyandu di SD Negeri 5 Pamutaran, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Rabu (21/05/2026), sekaligus melantik dokter kecil, membagikan bantuan perlengkapan sekolah, serta menyerahkan hadiah sepeda kepada siswa.
Ketua Pembina Posyandu Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, meninjau pelayanan Posyandu di SD Negeri 5 Pamutaran, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Rabu (21/05/2026), sekaligus melantik dokter kecil, membagikan bantuan perlengkapan sekolah, serta menyerahkan hadiah sepeda kepada siswa.

DETEKSI.co-Samosir, Ketua Pembina Posyandu Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, kembali turun langsung meninjau pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Samosir, Rabu (21/05/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan optimal hingga ke tingkat desa.

Setelah sebelumnya mengunjungi Posyandu di Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, kali ini Kahiyang Ayu bersama rombongan meninjau pelayanan Posyandu di Desa Pamutaran yang dipusatkan di SD Negeri 5 Pamutaran, Kecamatan Palipi.

Kunjungan Ketua Pembina Posyandu Sumut itu disambut Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir sekaligus Pembina Posyandu Kabupaten Samosir Kennauli A. Sidauruk, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Asisten I Sekdakab Samosir Tunggul Sinaga, Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, Kadis Kesehatan Dina Hutapea, Plt Kadis Sosial PMD Dumosch Pandiangan, Kadis PP3AKB Friska Situmorang dan perwakilan OPD lainnya.

Kegiatan diawali dengan senam bersama seluruh siswa dan guru SD Negeri 5 Pamutaran. Suasana semakin meriah ketika seluruh peserta mengikuti sarapan bersama dengan menu snack sehat yang telah disiapkan.

Dalam rangkaian kegiatan itu, sebanyak 15 siswa sebelumnya telah mengikuti pelatihan dokter kecil. Pada kunjungan tersebut, para siswa resmi dilantik menjadi dokter kecil SD Negeri 5 Pamutaran dan menerima satu set pakaian dokter kecil lengkap dengan selempang.

Program dokter kecil menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Melalui program ini, anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri, kesehatan tubuh, serta pola hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Selain pelantikan dokter kecil, tenaga kesehatan dari Puskesmas Mogang juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 66 siswa SD Negeri 5 Pamutaran.

Kehangatan terlihat ketika Kahiyang Ayu menyapa para siswa, masyarakat, serta kader Posyandu yang sedang bertugas. Dengan penuh keakraban, ia berdialog langsung dengan warga dan membagikan bingkisan serta jajanan kepada anak-anak.

Keceriaan anak-anak semakin bertambah saat dua siswa beruntung menerima hadiah sepeda langsung dari Kahiyang Ayu.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Samosir juga membentuk kader Juru Pemantau Jentik atau Jumantik Cilik “Peka Tilik” sebagai bentuk edukasi dini pencegahan penyakit berbasis lingkungan, khususnya demam berdarah.

Kader Jumantik Cilik diharapkan mampu meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Dalam kunjungan tersebut, Kahiyang Ayu juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, kaus kaki dan seragam sekolah kepada siswa SD. Bantuan serupa juga diberikan kepada anak-anak PAUD di Desa Pamutaran sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Samosir, Kennauli A. Sidauruk, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Ketua Pembina Posyandu Sumut kepada masyarakat Samosir.

“Terima kasih kepada Ibu Kahiyang Ayu. Masyarakat dan anak-anak sangat senang atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Semoga Posyandu di Samosir terus berkembang dan meningkatkan pelayanan yang semakin baik,” ujar Kennauli.

Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan, kehadiran Ketua Pembina Posyandu Sumut menjadi motivasi besar bagi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat.

Menurut Ariston, Posyandu memiliki peran penting tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, perlindungan sosial hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong penguatan Posyandu melalui pelatihan kader, pendampingan berkelanjutan serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.

“Kami berkomitmen agar Posyandu benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Posyandu juga kami dorong menjadi pusat layanan masyarakat terpadu yang responsif,” tegas Ariston.

Ariston juga meminta seluruh desa, kecamatan dan perangkat daerah memberikan dukungan penuh kepada kader Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aktif dan berkelanjutan.

Ia turut mengapresiasi dedikasi seluruh kader Posyandu yang selama ini aktif mengabdi di tengah masyarakat.

“Dedikasi para kader Posyandu merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas dan berkualitas di Kabupaten Samosir,” pungkasnya. (en)

Safari PWPM Medan Perkuat Sinergi Pers dan OPD Dukung Pembangunan Kota

0
Pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menggelar safari ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan pemerintah dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat, Kamis (21/5/2026).
Pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menggelar safari ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan pemerintah dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat, Kamis (21/5/2026).

DETEKSI.co-Medan, Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menggelar safari ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan Wali Kota Medan.

Safari PWPM Medan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan antara insan pers dan jajaran pemerintah kota dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara objektif, transparan, dan berimbang.

Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan, kegiatan safari menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara wartawan unit Pemko Medan dengan seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Menurut Edison, hubungan yang harmonis antara media dan OPD sangat penting agar program pemerintah dapat diketahui masyarakat secara luas dan tepat.

“PWPM siap mendukung program Wali Kota Medan melalui pemberitaan yang edukatif, informatif, dan membangun. Pers memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi pembangunan agar masyarakat mengetahui berbagai program yang telah dan sedang dilakukan pemerintah,” ujar Edison, Kamis (21/5/2026).

Dalam safari PWPM Medan itu, para wartawan berdialog langsung dengan pimpinan OPD terkait berbagai program prioritas Pemerintah Kota Medan. Diskusi juga membahas capaian kerja, inovasi pelayanan publik, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masing-masing dinas.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang komunikasi yang efektif antara pemerintah dan media dalam membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Sejumlah pimpinan OPD menyambut positif safari yang dilakukan PWPM. Mereka menilai wartawan memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dengan adanya sinergi yang baik antara media dan pemerintah, informasi terkait pelayanan publik maupun pembangunan daerah dinilai dapat tersampaikan lebih cepat, luas, dan transparan.

Selain memperkuat hubungan kelembagaan, PWPM juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme serta etika jurnalistik dalam menjalankan tugas peliputan.

Wartawan diharapkan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan berita dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta di lapangan agar mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat.

PWPM berharap kegiatan safari ke OPD dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin organisasi. Langkah tersebut dinilai mampu mendukung terwujudnya pembangunan Kota Medan yang maju, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. (Red/d)

Penguatan Voice to Text DPRD Medan, Sekretariat Tingkatkan Efisiensi Notulen Rapat

0
Sekretariat DPRD Kota Medan melaksanakan pendampingan penguatan penggunaan Voice to Text (VTT) di Kantor Sekretariat DPRD Kota Medan, Selasa (19/05/2026), guna meningkatkan efisiensi penulisan notulen rapat dan optimalisasi pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi.
Sekretariat DPRD Kota Medan melaksanakan pendampingan penguatan penggunaan Voice to Text (VTT) di Kantor Sekretariat DPRD Kota Medan, Selasa (19/05/2026), guna meningkatkan efisiensi penulisan notulen rapat dan optimalisasi pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi.

DETEKSI.co-Medan, Sekretariat DPRD Kota Medan terus memperkuat pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan administrasi yang lebih cepat dan efektif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pendampingan penguatan penggunaan Voice to Text (VTT) yang digelar di Kantor Sekretariat DPRD Kota Medan, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan penguatan Voice to Text DPRD Medan itu dipimpin Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kota Medan, Andres Willy Simanjuntak, S.H., M.H., mewakili Plt. Sekretaris DPRD Kota Medan.

Rapat tersebut dihadiri para Kepala Bagian, Kasubbag Tata Usaha dan Kepegawaian, Ketua Tim, serta staf Alat Kelengkapan dan Fraksi DPRD Kota Medan. Hadir juga Qomari Sigit Purnomosidi, S.Kom., sebagai narasumber dalam pendampingan penggunaan teknologi tersebut.

Penguatan Voice to Text DPRD Medan dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi pelayanan administrasi di lingkungan sekretariat dewan. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu membantu proses kerja pegawai menjadi lebih praktis dan terukur.

Selain itu, penggunaan sistem Voice to Text juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kerja aparatur sekretariat melalui digitalisasi proses administrasi rapat.

Dalam pelaksanaannya, teknologi Voice to Text memungkinkan proses penulisan hasil rapat atau notulen dilakukan lebih cepat dibanding metode manual. Sistem ini bekerja dengan mengubah suara menjadi teks secara otomatis sehingga dapat mempercepat dokumentasi pembahasan rapat.

Sekretariat DPRD Kota Medan menilai pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja administrasi modern, terutama dalam kegiatan persidangan dan rapat-rapat kedewanan yang membutuhkan pencatatan cepat dan akurat.

Melalui pendampingan tersebut, para peserta juga mendapatkan penguatan pemahaman teknis terkait penggunaan aplikasi Voice to Text agar dapat diterapkan secara maksimal dalam kegiatan kerja sehari-hari di lingkungan DPRD Kota Medan. (Red/d)

DWP Sumut Lawan KDRT, Perempuan Diminta Berani Melapor

0
Penasihat DWP Sumut Titiek Sugiharti bersama Ketua DWP Sumut Evi Novida Sulaiman Harahap, pengurus DWP, narasumber, dan peserta berfoto bersama usai Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di Aula DWP Sumut, Jalan Cik Ditiro, Medan, Rabu (20/5/2026).
Penasihat DWP Sumut Titiek Sugiharti bersama Ketua DWP Sumut Evi Novida Sulaiman Harahap, pengurus DWP, narasumber, dan peserta berfoto bersama usai Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di Aula DWP Sumut, Jalan Cik Ditiro, Medan, Rabu (20/5/2026).

DETEKSI.co-Medan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Melalui sosialisasi yang digelar di Medan, organisasi ini mendorong perempuan agar berani melapor dan tidak lagi memilih diam saat mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Kegiatan bertajuk “Berani Melapor, Berani Selamatkan: Kami Siap Membantu” tersebut berlangsung di Aula DWP Sumut, Jalan Cik Ditiro, Medan, Rabu (20/5/2026). Sosialisasi ini menjadi langkah nyata DWP Sumut untuk membangun kesadaran bersama sekaligus menghapus stigma bahwa persoalan KDRT adalah aib yang harus ditutupi.

Penasihat DWP Sumut, Titiek Sugiharti, mengatakan rumah tangga seharusnya menjadi tempat paling aman dan penuh kasih sayang bagi seluruh anggota keluarga. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak konflik keluarga yang berujung pada kekerasan.

Menurut Titiek, KDRT merupakan persoalan serius yang harus dilawan bersama. Ia meminta seluruh peserta memahami bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga, langkah hukum yang dapat ditempuh, hingga tindakan awal yang harus dilakukan ketika menemukan atau mengalami kasus KDRT.

“KDRT adalah fenomena yang harus kita hancurkan bersama-sama. Edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami cara melindungi diri dan membantu korban,” ujarnya.

KDRT juga disebut tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ketua DWP Sumut, Evi Novida Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa kekerasan verbal terhadap perempuan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental korban.

Evi menilai kasus KDRT selama ini ibarat fenomena gunung es. Banyak kejadian terjadi di lingkungan masyarakat, tetapi hanya sedikit yang berani dilaporkan karena korban merasa malu atau takut.

“Melalui tema ‘Berani Melapor, Berani Selamatkan’, DWP Sumut ingin membangun kesadaran kolektif agar perempuan tidak lagi permisif terhadap KDRT di sekitarnya. Kita harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

DWP Sumut juga mengajak seluruh anggotanya menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Para anggota diminta aktif menghadirkan ruang aman bagi korban untuk bercerita, mendapatkan dukungan, hingga diarahkan ke jalur penanganan yang tepat bersama instansi terkait.

Sebagai organisasi yang menaungi istri aparatur sipil negara (ASN), DWP disebut memiliki tanggung jawab moral dalam memperkuat ketahanan keluarga, baik secara mental, spiritual, maupun sosial.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dara Mutaqien Hasrimi, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti pengurus DWP Provinsi Sumut dan perwakilan unit kerja DWP kabupaten/kota se-Sumatera Utara, baik secara langsung maupun daring.

Menurut Dara, sosialisasi ini bertujuan mendorong korban agar berani bersuara, menghilangkan rasa takut, serta memberikan pemahaman mengenai dampak psikologis dan fisik akibat KDRT.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai akses bantuan dan layanan pengaduan aman serta rahasia yang tersedia melalui dinas terkait di Sumatera Utara.

“Kami berharap solidaritas dan kepedulian antaribu semakin kuat sehingga lingkungan terdekat dapat terlindungi dari tindakan KDRT,” ucapnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menghadirkan narasumber dari Direktur LBH APIK Sumatera Utara dan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Sumatera Utara. (Red/d)

Curat Motor Dinas Kodim Terbongkar, Polres Pematangsiantar Ringkus Dua Pelaku

0
Personel Satreskrim Polres Pematangsiantar mengamankan dua terduga pelaku pencurian dengan pemberatan sepeda motor dinas milik Kodim 0207/Simalungun usai ditangkap di Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (18/5/2026). Polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari kendaraan dinas yang telah dijual pelaku.
Personel Satreskrim Polres Pematangsiantar mengamankan dua terduga pelaku pencurian dengan pemberatan sepeda motor dinas milik Kodim 0207/Simalungun usai ditangkap di Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (18/5/2026). Polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari kendaraan dinas yang telah dijual pelaku.

DETEKSI.co-Pematangsiantar, Gerak cepat Unit Jatanras Satreskrim Polres Pematangsiantar berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor dinas milik Kodim 0207/Simalungun hanya dalam waktu tiga hari setelah laporan diterima. Dua terduga pelaku kini diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kedua pelaku masing-masing berinisial W (31), warga Kabupaten Serdang Bedagai, dan IRL (47), warga Kota Pematangsiantar. Keduanya ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Pematangsiantar pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Kapolres Pematangsiantar melalui Kasat Reskrim Sandi Riz Akbar menjelaskan kasus pencurian itu terjadi di Jalan Bahkora II, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, Jumat (15/5/2026).

Peristiwa bermula saat seorang anggota TNI berinisial Serda DHB memarkirkan sepeda motor dinas Honda Verza warna hijau army sekitar pukul 10.20 WIB untuk mengikuti kegiatan korve atau pembersihan di lokasi tersebut.

Namun sekitar pukul 11.00 WIB, saat kegiatan selesai, kendaraan inventaris milik Kodim 0207/Simalungun itu sudah tidak berada di tempat parkir. Korban sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, tetapi sepeda motor tidak ditemukan sehingga kasus tersebut dilaporkan ke Polres Pematangsiantar.

Akibat pencurian tersebut, pihak Kodim 0207/Simalungun diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp14 juta.

Curat motor dinas itu kemudian langsung ditindaklanjuti Tim Jatanras Satreskrim Polres Pematangsiantar dengan melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, polisi berhasil melacak keberadaan dua terduga pelaku.

Saat diamankan, kedua pelaku diketahui sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda CB150R. Dari pemeriksaan awal, keduanya mengakui mencuri sepeda motor dinas menggunakan alat berupa gunting.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengaku kendaraan hasil curian telah dijual ke wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Polisi kemudian melakukan pengembangan ke lokasi yang disebutkan para pelaku. Namun hingga kini sepeda motor dinas tersebut masih dalam pencarian.

Dalam proses pengembangan kasus, salah seorang pelaku berinisial W sempat mencoba melarikan diri. Petugas sebelumnya telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan.

Kabid Humas Polda Sumut Ferry Walintukan mengatakan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan respons cepat jajaran kepolisian dalam menangani laporan masyarakat.

“Kasus ini berhasil diungkap hanya dalam waktu tiga hari sejak laporan diterima. Ini menunjukkan komitmen jajaran Polda Sumut dalam memberikan respons cepat terhadap setiap tindak pidana,” ujarnya.

Ferry juga menegaskan tindakan tegas terhadap pelaku dilakukan sesuai prosedur hukum karena pelaku berusaha melarikan diri dan berpotensi membahayakan petugas saat pengembangan berlangsung.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Polres Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pendalaman guna menemukan barang bukti sepeda motor dinas yang telah dijual para pelaku. (Red/d)

Jembatan Sungai Landak Runtuh, Dua Pekerja Hilang Terseret Arus

0
Tim gabungan dari Sat Polairud Polres Tanjung Jabung Barat, Basarnas Kuala Tungkal, BPBD, dan warga melakukan pencarian terhadap dua pekerja yang hilang akibat runtuhnya jembatan penyeberangan di Sungai Limau, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Rabu (20/5/2026).
Tim gabungan dari Sat Polairud Polres Tanjung Jabung Barat, Basarnas Kuala Tungkal, BPBD, dan warga melakukan pencarian terhadap dua pekerja yang hilang akibat runtuhnya jembatan penyeberangan di Sungai Limau, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Rabu (20/5/2026).

DETEKSI.co-Tanjab Barat, Runtuhnya jembatan penyeberangan di Sungai Limau, RT 05 Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap dua pekerja yang dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai.

Peristiwa terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB saat proses penurunan jembatan yang akan digunakan sebagai akses kendaraan roda empat penghubung Desa Sungai Landak menuju Desa Pasar Senin, Kecamatan Pengabuan.

Berdasarkan informasi di lokasi, konstruksi jembatan diduga runtuh akibat kondisi tanah longsor di sekitar titik penyangga. Struktur penopang tidak mampu menahan beban sehingga jembatan ambruk ke sungai.

Akibat kejadian tersebut, dua pekerja berinisial I (35) dan N.A (42) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Limau yang cukup deras.

Pencarian korban langsung dilakukan tim gabungan dari Sat Polairud Polres Tanjung Jabung Barat, Polsek Pengabuan, Basarnas Kuala Tungkal, BPBD Tanjab Barat, serta dibantu masyarakat setempat.

Kasat Polairud Polres Tanjung Jabung Barat M. Ramadhansyah mengatakan proses pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu hingga ke arah hilir.

“Tim gabungan melakukan penyisiran serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus,” ujarnya.

Jembatan Sungai Landak yang runtuh tersebut sebelumnya sedang dalam tahap pekerjaan penurunan konstruksi agar dapat dimanfaatkan sebagai jalur penghubung antarwilayah dan mempermudah akses kendaraan masyarakat.

Hingga Rabu sore, kedua korban masih belum ditemukan. Tim gabungan terus memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai sambil memantau kondisi cuaca dan arus air yang cukup kuat di lokasi kejadian.

Polisi bersama instansi terkait juga masih melakukan pendataan dan pengamanan di sekitar lokasi runtuhnya jembatan guna mencegah terjadinya kecelakaan susulan selama proses evakuasi berlangsung. (Red/d)