DETEKSI.co-Dairi, Proyek revitalisasi satuan pendidikan SMP Negeri 2 Tiga Lingga Kabupaten Dairi diklaim telah selesai dikerjakan, namun pantauan dilokasi, pekerjaan terlihat menggantung dan jauh dari kesan rapi, bahkan fasilitas toilet dan sanitasi (kamar mandi-red) yang menjadi salah satu item pekerjaan tidak dapat difungsikan.
Klaim pekerjaan telah rampung, disampaikan ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) Bitcon Siketang saat diwawancarai wartawan, Jumat (22/1/2026) dikompleks sekolah dimaksud.
“Sudah seratus persen, semua sudah selesai dan siap difungsikan”, sebutnya.
Diterangkan, anggaran kegiatan bernilai Rp2,3 miliar, yang terserap sekitar Rp2,2 miliar, sementara sisanya sekitar Rp100 juta sudah dikembalikan.
Ditanya mengapa ada pengembalian dana, apakah ada item pekerjaan yang tidak dilaksanakan?, Bitcon tidak merinci.
Disebutkan, detail belanja dan transaksi keuangan sepenuhnya diurus bendahara panitia yang juga bendahara BOS disekolah dimaksud.
Soal Kamar Mandi yang belum dapat difungsikan Bitcon Siketang mengatakan air tidak mengalir ke fasilitas dimaksud. “Air mengandalkan layanan PDAM yang hanya mengalir satu hari dalam seminggu”. sebutnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan tentang kemungkinan rekayasa administrasi dan laporan progres pekerjaan, Bitcon membantah. Dia menyebut yang terjadi hanya keterlambatan pekerjaan.
“Bukan begitu, hanya saja ada pekerjaan yang terlambat masuk seperti perabotan yang dipesan dari pihak lain”, sebutnya.
Bitcon didampingi sekretaris panitia bermarga Berasa juga mengakui pengerjaan konstruksi sempat terhenti karena ada masalah dengan tukang.
“Disini tidak gampang mencari tukang yang paham membaca gambar”, lanjutnya.
Kenapa tukang terdahulu meninggalkan pekerjaan, apakah berkaitan dengan upah?, Siketang tidak merinci.
“Untuk urusan tukang, panitia hanya merekrut, terkait sistem pengupahan maupun besaran gaji, panitia tidak tahu, mereka yang bicara langsung dengan Kepala Sekolah”, sebut Siketang, namun penjelasan Bitcon, dicoba diluruskan Sekretaris Panitia bermarga Berasa dengan mengatakan bahwa besaran gaji disesuaikan dengan yang tertera dalam RAB.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang apa yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab ketua Panitia, Siketang menyebut semuanya diatur dan tertera dalam SK pengangkatan P2SP.
Ketika diminta untuk merinci, dia terlihat menghubungi seseorang melalui ponsel, dan usai pembicaraan telepon, kepada wartawan dia menjawab, SK panitia ada ditangan bendahara.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SMP N 2 Tigalingga Agustinus Bancin, mengatakan tertekan dengan adanya kegiatan itu.
“Diawal saya sudah berniat menolak, namun setelah dipikir-pikir, terlalu sayang kalau ditolak, karena merasa bertanggungjawab melakukan perbaikan dan pembenahan sekolah. Namun setelah dilaksanakan, kesehatan saya sampai terganggu”, sebut Bancin.
Terkait pekerjaan konstruksi, Kepada wartawan, Agustinus Bancin berharap permakluman. “Kalau ada yang kurang-kurang sedikit, maklum lah, namanya juga tukang di kampung”, sebutnya. (NGL)


