PT Agincourt Resources Perkuat Ekonomi Mandiri Batang Toru Pascatambang

DETEKSI.co-Tapteng, PT Agincourt Resources (PTAR) terus membangun fondasi ekonomi yang kokoh bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Senior Supervisor Agriculture Development Agincourt Resources Minhajul Abidin menyampaikan langkah strategis ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan warga pada industri tambang, sekaligus menjamin keberlanjutan kesejahteraan saat kegiatan penambangan di Tambang Emas Martabe kelak tidak lagi beroperasi.

Tambang Emas Martabe merancang strategi ini secara matang untuk menggeser ketergantungan dari sektor ekstraktif menuju usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan fokus menciptakan alternatif penghidupan baru serta memperkuat ekonomi lokal.

“Bayangkan tiga ribu karyawan ini hidup dari tambang, kalau tambang tutup bagaimana, kami juga mengantisipasi angka pengangguran nantinya,” ujar Minhajul di Lokasi Martabe Goat Farm, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Selasa (6/6/2026).

Lewat Martabe Social Enterprise, yakni Martabe Goat Farm dan Martabe Chicken Farm dengan menyasar anak muda sebagai penggerak utama dalam pengelolaannya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa Martabe Goat Farm dikembangkan sebagai sentra pembibitan kambing unggul terstandar.

Proses pengembangbiakan dilakukan secara ketat agar masyarakat memiliki akses mudah terhadap bibit berkualitas tinggi sebagai sumber pendapatan baru yang menjanjikan.

“Peternakan ini bukan sekadar tempat produksi, melainkan pusat pelatihan, penyediaan bibit, hingga pendampingan usaha yang menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat siap mengelola dan mengembangkan usahanya secara mandiri, bahkan saat dukungan langsung dari kegiatan tambang sudah tidak ada lagi,” tegas Minhajul.

Di kesempatan yang sama, Supervisor Martabe Goat Farm Indra Pandiangan (25), menambahkan bahwa jenis unggulan yang dikembangkan adalah kambing Boerka, hasil persilangan antara pejantan kambing Boer asal Afrika Selatan dengan induk kambing Kacang lokal Indonesia. Jenis ini memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan setempat serta nilai jual yang sangat menarik di pasaran.

“Harga jual kambing Boerka dewasa cukup tinggi, bisa mencapai Rp 3 hingga 4 juta per ekor. Namun saat ini, kami masih memfokuskan diri sepenuhnya pada tahap pengembangbiakan bibit agar stoknya cukup untuk diperjualbelikan ke masyarakat,” ungkap Indra lulusan Universitas bidang Peternakan.

Melengkapi ekosistem peternakan tersebut, Martabe Chicken Farm dikembangkan dengan konsep yang serupa: efisien, ramah lingkungan, dan menerapkan teknologi sederhana yang mudah ditiru oleh masyarakat.

Di sana terdapat sekitar 1.325 ekor ayam petelur yang berproduksi konsisten setiap hari, menghasilkan telur berkualitas prima.

Telur-telur tersebut tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Desa Napa dan sekitarnya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran langsung bagi siapa saja yang ingin mendalami usaha peternakan ayam secara mandiri.

Dampak positif kehadiran Martabe Social Enterprise pun telah dirasakan langsung oleh warga yang terlibat aktif, salah satunya Habib Khairi. Ia mengaku mendapatkan manfaat berlipat ganda dari keterlibatannya di program tersebut.

“Selain menerima penghasilan yang layak, saya juga memperoleh ilmu pengelolaan dan pemeliharaan ternak yang telah dilatihkan secara khusus oleh tim PTAR. Ilmu ini sangat berharga karena saya sendiri juga berprofesi sebagai peternak ayam. Ke depannya, saya bertekad mengembangkan usaha ternak saya menjadi lebih besar dan mandiri,” ungkap Habib penuh optimisme.

Melalui Martabe Social Enterprise, Batang Toru kini memiliki warisan yang jauh lebih berharga dari sekadar kekayaan tambang, kemampuan, usaha, dan kemandirian ekonomi yang siap menopang kehidupan masyarakat untuk generasi yang akan datang. (Rosianna Anugerah Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']