DETEKSI.co-PRINGSEWU, Aksi nekat sekelompok remaja yang diduga anggota geng motor di Kabupaten Pringsewu, Lampung, berakhir di tangan pihak kepolisian. Kelompok yang kerap memamerkan senjata tajam berukuran panjang dan terlibat tawuran ini diamankan setelah aksi mereka viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.
Tim dari Polres Pringsewu bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan delapan remaja di sejumlah lokasi berbeda sejak Minggu malam hingga Senin (9/3/2026) dini hari. Kedelapan remaja tersebut berinisial JR (16), MAD (15), RP (17), RAP (17), BA (17), UJ (16), MRA (16), dan HER (16), yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Pringsewu.
Dari identitas yang dihimpun, satu pelaku masih berstatus pelajar SMP, empat pelajar SMK, sementara tiga lainnya sudah putus sekolah.
Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa para pelaku kerap berkeliling jalanan dengan membawa senjata tajam jenis klewang serta alat pemukul berbahaya seperti gear motor yang telah dimodifikasi.
“Mereka diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan terkait aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. Senjata-senjata ini digunakan saat mereka terlibat bentrokan dengan kelompok lain, bahkan mereka tidak segan melukai lawannya,” ujar Iptu Rosali, Senin (9/3/2026).
Mirisnya, Iptu Rosali mengungkapkan bahwa beberapa dari remaja yang ditangkap merupakan “pemain lama” yang pernah tersangkut kasus serupa sebelumnya.
“Beberapa di antara mereka ini sebenarnya sudah pernah diamankan dalam kasus tawuran. Namun, mereka tidak kapok dan kembali mengulangi perbuatannya,” tambahnya.
Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pringsewu untuk menjalani proses hukum dan pembinaan lebih lanjut. Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari, guna mencegah terlibatnya remaja dalam aksi kriminalitas jalanan.(Yanguji)


