DETEKSI.co–TULANGBAWANG, Penderitaan warga di wilayah Rawajitu Tulang Bawang yang berbatasan dengan Kabupaten Mesuji, seolah tak kunjung usai. Selama puluhan tahun, masyarakat harus berjibaku dengan kondisi infrastruktur jalan utama yang rusak parah dan memprihatinkan.
Meski kondisi jalan tersebut telah viral di berbagai media sosial dan menjadi buah bibir masyarakat luas, respons dari pemangku kebijakan dinilai masih sangat minim. Warga merasa Bupati Tulang Bawang maupun Gubernur Lampung seolah menutup mata dan membisu tanpa memberikan solusi nyata berupa pembangunan atau perbaikan yang permanen.
Rasa frustrasi yang mendalam mulai memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Beberapa warga bahkan melontarkan wacana untuk berhenti membayar pajak kepada negara sebagai bentuk protes. Mereka merasa kewajiban yang mereka tunaikan tidak sebanding dengan hak pembangunan yang mereka terima dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat.
“Kami merasa dianaktirikan. Pajak kami bayar, tapi jalan puluhan tahun tetap seperti kubangan. Apakah pemerintah sengaja tutup telinga?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Jumat (29/5/2026).
Lebih jauh, muncul selentingan kekecewaan yang mempertanyakan status wilayah Rawajitu Selatan dalam bingkai NKRI jika terus diabaikan. Meski demikian, warga menegaskan bahwa mereka tetap mencintai Indonesia dan tidak ingin mengambil langkah ekstrem seperti kelompok separatis. Mereka hanya menuntut keadilan sosial dan hak atas infrastruktur yang layak demi keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Lampung.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten setempat untuk segera menganggarkan perbaikan jalan utama yang menjadi urat nadi kehidupan mereka. (Yanguji)


