Oleh: Adrianus Aroziduhu Gulo
Dengan ini kami informasikan bahwa beberapa orang tua asal kabupaten Nias Barat yang berdomisili di kota Gunungsitoli telah melaksanakan pertemuan tanggal 7 April 2026 pukul 10.00-13.00 bertempat di Museum Pusaka Nias. Pada pertemuan tersebut hadir antara lain : A. Agnes Gulo, A. Eri Zebua, A. Herti Hia, Pdt K. Hia, A. Wira Halawa, A. Teddy Daeli, A. Fandi Halawa, A. Devi Daeli, A. Rido Halawa, A. Tetty Gulo, A. Verlina Zebua, A. Nofta Gulo, Pdt Afolo Daeli, Pdt Dorkas Daeli, Pdt Mesiria Daeli, A. Roni Waruwu, A. Boi Gulo, A. Dian Hia, A. Berta Hia, Pdt Abineri Gulo. Pada pertemuan tersebut disepakati beberapa harapan yang akan disampaikan kepada pemerintahan kabupten Nias Barat sebagai berikut :
Pada hari Selasa tanggal 7 April 2026, dengan seizin Tuhan Yang Mahakuasa dan didorong oleh rasa cinta pada Kab.Nias Barat, kami beberapa orang tua yang berasal dari kabupaten Nias Barat yang berdomisili di kota Gunungsitoli telah melaksanakan pertemuan terbatas untuk merumuskan beberapa harapan, usul dan saran yang akan disampaikan kepada pimpinan eksekutif kabupaten Nias barat yaitu Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat periode 2025-2030 dan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Nias Barat periode 2024-2029 untuk diprioritaskan pada program/kegiatan tahun 2026-2030.
Bisa jadi, apa yang kami usulkan ini, program dan kegiatannya telah tertampung pada APBD kabupaten Nias Barat tahun 2026 dan pada RPJMD kabupaten Nias Barat tahun 2025-2030. Jika telah tertampung pada APBD tahun 2026 dan pada RPJMD tahun 2025-2030, itu merupakan hal yang luar bisa karena, selain untuk mengingatkan, juga , pemerintahan kabupaten Nias Barat (Eksekutif dan Legislatif) dengan beberapa orang tua asal kabupaten Nias Barat yang berdomisili di kota Gunungsitoli telah satu ide dan pemikiran meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik di kabupaten Nias Barat yang dapat meninggalkan “Legasi”
Legasi adalah tindakan, karya, perbuatan yang ditinggalkan, diwariskan seseorang yang sulit dilupakan oleh generasi penerus walaupun orang tersebut tidak berada lagi dalam posisi maupun jabatan. Legasi dapat dimaknai sebagai warisan, peninggalan, yang berdampak jangka panjang yang ditinggalkan oleh seseorang, lembaga, organisasi bagi generasi berikutnya. Bila dilaksanakan sebagian apalagi semuanya, oleh pemerintah periode Bupati Eliyunus Waruwu-Wakil Bupati Sozisokhi Hia, akan menjadi sukacita dan kenangan bagi kami para orang tua domisili Gunungsitoli dan masyarakat Kabupaten Nias Barat.
Adapun usul beberapa orang tua yang berasal dari kabupaten Nias Barat yang berdomisi di Kota Gunungsitoli sebagai berikut :
1. Pendidikan. Tiap-tiap jenjang pendidikan perlu peningkatan mutu dengan didukung pengawasan yang efektif dan berkualitas.
2. Kesehatan. Peningkatan rumah sakit Pratama Onolimbu menjadi RSU Tipe C, dengan didukung peralatan kesehatan yang cukup dan penyediaan tenaga dokter spesialis serta para medis yang berkualifikasi dan peningkatan mutu pelayanan pada setiap Puskesmas yang ada.
3. Pertanian. Meningkatkan hasil produksi pertanian dan ketahanan pangan lainnya melalui pengolahan lahan secara maksimal, bibit unggul, penyediaan dan pengendalian harga pupuk, penyuluhan pertanian yang intensif pada kelompok tani, serta penerapan mekanisasi pertanian. Dengan ini diharapkan Nias Barat swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor bahan makanan dari luar Nias Barat. Untuk mewujudkan ini diharapkan adanya stimulus dan perhatian pada orang –orang muda Nias Barat yang mau bertani melalui penyediaan modal, alat kerja dan pelatihan/magang.
4. Penataan Tata Ruang Kabupaten Nias Barat terutama Ibukota. Penataan ibu kota kabupaten Nias Barat di Onolimbu dan sekitarnya atau master plan sangat urgen sehingga dapat berfungsi sebgai pusat pemerintahan, pelayanan publik, penggerak ekonomi serta pusat pertumbuhan wilayah, juga merupakan ikon, wajah dan jati diri sebuah daerah. Dalam penataan diatur tempat kantor, pertokoan, pasar/pekan tertutup dan terbuka, ruang publik dan lain-lain. Pada tahap pertama kota, ibu kota kabupaten Nias Barat sekurang-kurangnya seluas 4 km persegi dengan pembuatan jalan baru selebar 12 m dan diusahakan lurus, hingga kelihatan indah. Telah terialisir sebelum tahun 2030.
5. Pengadaan air bersih. Air bersih sangat krusial untuk kesehatan dan kehidupan. Sejak terbentuknya Kabupaten Nias Barat pada Tahun 2009, permasalahan ini belum tuntas sampai sekarang. Diharapkan telah terealisir dan dinikmati masyarakat ibu kota kabupaten Nias Barat di Onolimbu dan sekitaranya selambatnya tahun 2028.
6. Sumber daya manusia. Secara kuantitatif ASN dan PPPK di Kab.Nias Barat sudah cukup bahkan melebihi. Namun secara kualitas ASN dn PPPK di Nias Barat memang masih belum sesuai dengan harapan. Tetapi kalau dibina dan dibimbing dengan baik secara akademik maupun spiritual, penuh kesabaran dan disertai kepercayaan, kami yakin mereka bisa. Sedangkan khusus jabatan tertentu dan strategis dengan skill khusus, dapat didatangkan dari luar Nias Barat dengan seleksi yang sangat ketat berbasis meritokrasi. Sementara pemberdayaan PPPK yang berlebihan jumlahnya kiranya Pemerintah Nias Barat senantiasa menggunakan ruang yang ada untuk berkoordinasi dengan Pusat terutama dalam penyediaan gaji.
7. Lingkungan Hidup, Bank Sampah dan Tanggap Bencana. Demi keselamatan alam Nias Barat diperlukan paket kebijakan yang berpihak pada perlindungan alam. Dan membangun kesadaran publik untuk tidak merambah hutan berlebihan, berhenti meracun sungai.
Lebih lanjut perihal pengelolaan sampah dan membangun Tempat Pembuangan Sampah, dan tatacara pengelolaan limbah keluarga merupakan topik yang perlu ditingkatkan dan menjadi bahan edukasi yang berkelanjutan di kalangan pemerintah dan masyarakat. Selanjutnya Nias Barat menuju kota yang padat, karenanya dibutuhkan ketahanan pemerintah dalam mengantisipasi bencana terutama kebakaran. Diharapkan hal ini dapat diantiasipasi melalui penyediaan mobil pemadam kebakaran dan petugas yang terlatih.
Kami menyadari usul diatas membutuhkan biaya yang besar serta perencanaan yang mantap dan komprehensip, namun dengan “niat murni” dan meletakkan kebutuhan masyarakat di atas segalagalanya, kami yakin dapat terwujud dengan didorong oleh keterpaduan antara keikhlasan hati, keteguhan tekad, usaha nyata, kerja sama semua pihak, dan saling mengingatkan serta kepasrahan kepada Tuhan.
Sebagai tanda kesepakatan dan keseriusan atas beberapa usul di atas, kami beberapa orang tua yang berasal dari kabupaten Nias Barat yang berdomisil di kota Gunungsitoli yang hadir pada pertemuan tersebut membubuhkan tanda tangan.
Demikian disampaikan sebagai bahan masukan kepada Pemerintahan Kabupaten Nias Barat, dalam mengambil kebijakan.
Puji Tuhan, ketika kami menyerahkan harapan di atas kepada bupati Nias Barat pada Sabtu tanggal 18 April 2026 bertempat di kantor rektor UNIAS Mudik Gunungsioli beliau sangat mengapresiasi seraya berkata “bahwa apa yang diharapkan beberapa orang tua yang berdomisili di kota Gunungsitoli sebagin besar telah termuat dalam RPJMD kabupaten Nias Barat tahun 2025-2030 dan akan kami wujudnyatakan pada setiap tahun APBD, karena semua itu kebutuhan mendesak masyarakat Nias Barat, yang penting kita saling mengingatkan.” Ketika Drs. Fg. Martin Zebua menyerahkan hal yang sama kepada ketua DPRD kabupaten Nias Barat pada hari senin tanggal 20 April 2026 saat Musrenbang kabupaten Nias Barat, beliau menyambut dengan baik dan berjanji akan tetap berkoordinasi kepada pemerintah kabupaten Nias Barat perihal ini.


