DETEKSI.co–MESUJI, Pemerintah Kabupaten Mesuji terus memprioritaskan penguatan sistem pencegahan korupsi dan manajemen risiko guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Entry Meeting Tim Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung, yang mengusung materi Sosialisasi Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK), Penilaian Risiko Kecurangan (Fraud Risk Assessment), dan Survei Prikshana. Kegiatan berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Rapat Bupati Mesuji.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., didampingi Inspektur Kabupaten Mesuji, Najmul Fikri, S.IP., M.IP., CGRE. Turut hadir Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mesuji, Arif Dwiyanto, S.T., M.T., Inspektur Pembantu IV, Ari Kurniawan Aryotejo, S.Kep., M.Kes., serta seluruh jajaran terkait.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal strategis untuk mengukur efektivitas pengendalian korupsi, mengidentifikasi potensi risiko penyimpangan, serta memetakan persepsi integritas di lingkungan pemerintahan daerah. Melalui pendampingan BPKP, seluruh perangkat daerah diharapkan semakin memahami pentingnya pengendalian intern dan penguatan budaya antikorupsi dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.
Tim Perwakilan BPKP Provinsi Lampung menjelaskan kalau kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai alat ukur efektivitas pengendalian korupsi dan cara mengelola risiko secara sistematis.
“Kami hadir untuk mendampingi dan memastikan Pemerintah Kabupaten Mesuji memiliki sistem yang terstruktur, sehingga upaya pencegahan tidak hanya bersifat normatif, tetapi dapat diukur dan dievaluasi dampaknya. Sinergi yang terjalin ini menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah,” ujar perwakilan Tim BPKP.
Bupati Mesuji, Hj. Elfianah mengatakan, membangun pemerintahan yang berintegritas tidak cukup hanya dengan komitmen lisan, melainkan harus didukung oleh sistem yang kuat dan pengendalian yang efektif.
“Kami menyambut baik kehadiran BPKP sebagai mitra strategis. Dari risiko yang dikenali lahir langkah antisipasi, dan dari pengawasan yang berkualitas tumbuh kepercayaan publik. Melalui kerja sama ini, kami optimis tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani dapat terus terjaga dan ditingkatkan,” ungkap Hj. Elfianah.
Disela sela kegiatan, Inspektur Kabupaten Mesuji mengatakan, pengawasan yang baik harus dimulai dari pencegahan yang terencana. “Kegiatan ini menjadi landasan bagi kami untuk memetakan titik rawan dan menyusun langkah antisipasi sejak dini. Kami berkomitmen mengimplementasikan seluruh masukan dari BPKP agar pengawasan berjalan lebih terarah, akurat, dan mampu mencegah terjadinya penyimpangan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tegas Najmul Fikri. (Yanguji)


