Sejarah Baru Politik AS, Muslim dan Perempuan Keturunan Palestina Terpilih

Washington – Pemilu sela Amerika Serikat (AS) 2026 menghadirkan sejumlah wajah baru yang mencatatkan sejarah dalam dunia politik negara tersebut. Dua nama yang menjadi sorotan adalah Abdul El-Sayed dan Aber Kawas.

Keduanya menarik perhatian karena latar belakang yang berbeda. Abdul El-Sayed disebut menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS, sedangkan Aber Kawas mencatat sejarah sebagai perempuan berhijab keturunan Palestina-Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota legislatif negara bagian New York.

Dilansir dari Anadolu Agency, USA Today, New York Times, dan Middle East Eye, Rabu hingga Kamis (4–5/11/2026), kemenangan kedua tokoh tersebut menjadi perhatian dalam hasil pemilu sela AS.

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah di Senat AS

Abdul El-Sayed berhasil memenangkan persaingan pemilihan Senat AS di Michigan. Ia mengalahkan mantan anggota DPR dari Partai Republik, Mike Rogers.

Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan kursi Michigan untuk Partai Demokrat. El-Sayed maju melalui pemilihan pendahuluan Demokrat yang berlangsung kompetitif untuk memperebutkan kursi Senator Gary Peters yang memutuskan pensiun.

El-Sayed merupakan seorang dokter medis dan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Ia akan mencatat sejarah sebagai Muslim pertama yang duduk di Senat AS ketika Kongres baru mulai bersidang pada Januari 2027.

Perjalanan kampanyenya tidak berlangsung mudah. Agama Islam yang dianutnya menjadi salah satu isu utama selama proses pemilihan.

Presiden Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik berulang kali melontarkan serangan terkait latar belakang agamanya. El-Sayed menolak tuduhan yang mengaitkannya dengan ekstremisme.

Kemenangan El-Sayed juga menarik perhatian karena Michigan merupakan salah satu negara bagian yang dimenangkan Trump dengan selisih tipis dalam pemilihan presiden 2024.

Dalam pidato kemenangan di hadapan pendukungnya, Rabu dini hari, El-Sayed menyampaikan sindiran kepada Trump dan Wakil Presiden JD Vance.

Ia menyinggung kewajiban konstitusional Wakil Presiden untuk memimpin pengambilan sumpah senator terpilih.

“Ada ironi yang menarik di sini, mengingat Anda secara konstitusional berkewajiban untuk melantik saya pada bulan Januari nanti,” ujar El-Sayed.

Ia juga menyinggung Trump yang sebelumnya beberapa kali memperlihatkan kesulitan menyebut namanya.

“Donald, dengar, saya tahu Anda kesulitan menyebut nama saya. Jadi, setelah JD melantik saya pada bulan Januari nanti, Anda bisa langsung memanggil saya ‘Senator’,” katanya.

Dalam kampanyenya, El-Sayed mengusung tiga gagasan utama, yakni mengurangi pengaruh uang dalam politik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperjuangkan layanan kesehatan untuk semua.

Ia juga mengkritik dukungan Mike Rogers terhadap kebijakan tarif pemerintahan Trump, termasuk perang dagang dengan Kanada yang merupakan mitra ekspor terbesar Michigan.

Selain itu, El-Sayed menuding Rogers mendukung perang AS melawan Iran yang disebutnya turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Aber Kawas, Perempuan Palestina-Amerika Cetak Sejarah

Selain El-Sayed, nama Aber Kawas juga menjadi perhatian dalam pemilu sela AS 2026.

Perempuan berusia 34 tahun tersebut dilaporkan meraih sekitar 75 persen suara ketika penghitungan telah mencapai 90 persen.

Kawas mencatat sejarah sebagai perempuan berhijab keturunan Palestina-Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota badan legislatif negara bagian New York.

Setelah kemenangan tersebut, Kawas menyampaikan pesan singkat melalui akun X miliknya.

“Kita telah mencatatkan sejarah,” tulisnya.

Dalam kampanyenya, Kawas menggunakan slogan “Danai Martabat, Lawan Kehancuran”.

Slogan tersebut menggambarkan dua fokus perjuangannya. Istilah “danai martabat” merujuk pada dukungannya terhadap layanan kesehatan untuk semua, transportasi umum yang cepat dan andal, serta penyediaan perumahan terjangkau.

Sementara itu, “lawan kehancuran” menggambarkan sikapnya dalam menghadapi perubahan iklim, melindungi imigran, serta menolak pendanaan untuk perang.

Kawas merupakan anggota Democratic Socialists of America (DSA), organisasi politik berhaluan sosialis demokrat di Amerika Serikat.

Organisasi tersebut semakin mendapat perhatian setelah salah satu anggotanya, Zohran Mamdani, memenangkan pemilihan penting di New York City pada tahun sebelumnya.

Dalam pemilu kali ini, Kawas juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Demokrat progresif, di antaranya Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib.

Wajah Baru Politik AS Jadi Sorotan

Kemenangan Abdul El-Sayed dan Aber Kawas memperlihatkan munculnya tokoh-tokoh baru dengan latar belakang dan gagasan politik yang beragam dalam pemilu AS 2026.

El-Sayed membawa isu layanan kesehatan, kesejahteraan masyarakat, dan reformasi pendanaan politik. Sementara Kawas menekankan layanan publik, perumahan terjangkau, perlindungan imigran, serta persoalan lingkungan.

Keduanya menjadi sorotan karena berhasil mencatatkan sejarah melalui jalur politik masing-masing.(Net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']