DETEKSI.co-Jakarta, Wacana pembentukan Provinsi Tapanuli memasuki tahap krusial. Ketua Umum Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT), Yonge Sihombing, menyatakan seluruh persyaratan administratif telah lengkap dan kini tinggal menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Dokumen pembentukan daerah otonom baru (DOB) tersebut telah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri dan DPR sejak Desember 2023.
Selain restu Presiden, PPPT juga memohon dukungan Luhut Binsar Pandjaitan untuk memperkuat langkah pembentukan provinsi baru ini.
Yonge menilai peran Luhut sebagai putra daerah Tapanuli penting dalam menjembatani koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Gubernur Sumatera Utara serta kepala daerah terkait.
Masih kata Yonge, Calon Provinsi Tapanuli akan mencakup enam wilayah, yakni Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.
Data tahun 2026 menunjukkan potensi ekonomi gabungan wilayah ini mencapai Rp66,3 triliun dengan pertumbuhan 5,12 persen.

Dari sisi potensi, kawasan ini memiliki kekuatan besar di sektor pariwisata, khususnya kawasan Danau Toba yang telah dikenal sebagai geopark dunia. Selain itu, sektor pertanian, perikanan, dan industri rumah tangga menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Secara sosial budaya, wilayah ini dihuni sekitar 2,1 juta jiwa dengan dominasi suku Batak dan keragaman dialek bahasa daerah.
PPPT telah menyusun 11 buku kajian kelayakan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan.
Dari sisi keuangan, total APBD gabungan mencapai Rp9,4 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,21 triliun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 74,82 dengan tingkat kemiskinan 10,18 persen.
Selain kajian, PPPT juga telah menyiapkan blueprint pembangunan jangka panjang periode 2026–2045. Rencana ini bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Tapanuli.
Yonge menegaskan bahwa pembentukan provinsi baru bukan sekadar pemekaran wilayah, melainkan strategi untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Dalam pernyataannya, Yonge menyampaikan harapan besar agar Presiden Prabowo memberikan restu terhadap pembentukan provinsi ini.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Tapanuli untuk bersatu mendukung proses tersebut, dengan target menjadikan tahun 2026 sebagai momentum bersejarah bagi lebih dari 2,1 juta warga di wilayah tersebut.(gaho)


