DETEKSI.co – Dairi, Bupati Dairi Vickner Sinaga, menerima penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, di Ballroom Wyndham Opi Hotel Palembang, Sabtu (25/4/2026).
Dilansir dari portal Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam ajang tersebut, Kemendagri menetapkan empat kategori penilaian yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing pembiayaan kreatif).
Adapun penghargaan yang diperoleh Bupati Dairi merupakan hasil penilaian dari kategori ‘penurunan tingkat pengangguran’.
Penghargaan diserahkan Sekjen Kemendagri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si, disaksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kepada kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Regional Sumatera.
Sebelumnya, Bupati Dairi Vickner Sinaga, telah memaparkan strategi dan inovasi daerah dalam menekan angka pengangguran dalam sesi presentasi kepala daerah yang digelar secara daring pada 1 April 2026 lalu.
Paparan kemudian divalidasi tim penilai ke lapangan. Dan dari rangkaian dimaksud, Paparan Bupati Dairi dinilai unggul dan berdampak nyata, sehingga berhasil meraih penghargaan dan memperoleh insentif fiskal senilai Rp1 miliar.
Bupati Dairi mengatakan, Penghargaan yang diperoleh menjadi bukti kerja nyata dan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Capaian ini, akan semakin memperkuat langkah Dairi dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, ” kata Vickner yang didampingi Sekda Charles Bantjin dan Ketua TP PKK, Ny. Rita Puspita Vickner Sinaga.
Apresiasi Kepala Daerah Berprestasi tahun 2026 dilaksanakan Kemendagri sebagai upaya mendorong peningkatan kinerja dan inovasi pemerintah daerah.
Kategori penghargaan yang diberikan mencerminkan fokus pemerintah terhadap isu-isu krusial pembangunan daerah.
Pada kategori pengendalian inflasi, apresiasi diberikan kepada daerah yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Untuk kategori penurunan tingkat pengangguran, penghargaan ditujukan bagi daerah yang berhasil memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Kemudian untuk kategori penurunan kemiskinan dan stunting, penilaian didasarkan pada kemampuan kepada daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program lintas sektor.
Sementara kategori creative financing menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi daerah dalam mengembangkan pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.(NGL/JLO)


