DETEKSI.co-Dairi, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Jhon Tony Dabutar membantah melakukan penumpukan sembako bantuan Presiden Joko Widodo di toko milik pribadinya.
“Tidak ada penumpukan, apalagi niat untuk menyimpangkan bantuan”, sebut Jhon Tony diwawancarai wartawan di kantor PD Pasar, Rabu (9/2/2022).
“Kondisi sebenarnya adalah, bantuan disimpan sementara sebelum didistribusi kepada penerima “, tandasnya.
Dia memaparkan kronologis sehingga bantuan dimaksud disimpan di toko merangkap gudang miliknya. Diterangkan, saat kunjungan Jokowi ke Pasar Sidikalang, Kamis (3/2/2022) lalu, pihak Istana Kepresidenan menyalurkan langsung sebahagian paket bantuan kepada pedagang di pusat pasar Sidikalang.
Diluar yang dibagikan langsung oleh pihak istana, terdapat 1107 paket bantuan yang akan dibagikan kemudian oleh manageman PD Pasar.
Petugas Istana kemudian mempertanyakan lokasi penyimpanan 1107 paket bantuan dimaksud. Berhubung aktifitas dikantor PD Pasar yang cukup ramai sekaitan kunjungan Presiden sehingga tidak memungkinkan kalau paket dimaksud disimpan di kantor, sementara PD pasar juga tidak memiliki gudang.
Jhon Tony kemudian menawarkan, bagaimana kalau dititip di toko merangkap gudang dengan pertimbangan jarak yang cukup dekat dengan Pasar.
Setelah disurvei oleh petugas, termasuk pihak protokoler istana, tempat penyimpanan yang ditawarkan Jhon Tony kemudian dinyatakan layak dan disetujui.
Diutarakan, pembagian selanjutnya dilaksanakan Jumat (4/2/2022). Saat itu 600 paket terdistribusi kepada penerima. Saat itu petugas PD Pasar menghentikan pembagian menyusul banyaknya warga yang datang dan tidak terdaftar sebagai penerima.
“Petugas kami kewalahan, banyak warga yang tidak terdaftar dan juga bukan pedagang. Pembagian kemudian ditunda. Keesokan harinya tidak dilanjut karena hari Sabtu merupakan puncak transaksi di Pasar Sidikalang” Sebut Jhon Tony.
Kemudian pada hari Senin dan Selasa (7-8/2/2022) petugas melakukan validasi daftar penerima agar pembagian dituntaskan Rabu (9/2/2022). Namun sebelum jadwal pembagian, diantara pedagang, ada yang melihat paket yang tersimpan di toko, lalu difoto dan diberitahukan kepada wartawan. Dari situ kemudian muncul dugaan, bantuan ditumpuk, terangnya.
“Saya seolah tersudutkan padahal pembagian sudah kami jadwal . Tidak mungkin saya korbankan karir dan keluarga. Tidak ada niat sedikitpun untuk menyelewengkan.” tandas Jhon Tony.
Sementara itu, Rabu (9/2/2022), pembagian sembako dilanjutkan di kantor PD Pasar. (NGL)


