DETEKSI.co-Tapteng, Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menyalurkan 5 ribu pohon hutan untuk Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan ketahanan wilayah pascabencana, Senin (6/7/2026).
Penyerahan sekaligus penanaman bibit pohon ini dilakukan langsung oleh Deputi Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional Yayat Ruyat bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi, unsur Forkopimda, TNI, OPD Pemkab Tapteng, di Tukka, Tapteng.
Bantuan bibit tanaman ini nantinya akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng ke masyarakat.
Jenis pohon yang disalurkan merupakan jenis khas hutan lokal yang berfungsi memperkuat struktur tanah, menahan air, serta mendukung pemulihan areal perbukitan yang sempat rusak.
Tanaman yang dipilih tidak hanya kuat menahan erosi dan menjaga sumber air, tetapi juga pohon produktif.
“Jenis pohon aren, mangga, jengkol dan pete. Ini ada durian lho pak. InsyaAllah dirawat nanti sepuluh tahun lagi panen,” kata Yayat saat menyerahkan bibit pohon ke warga, Senin, Sore.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Pusat memberikan bantuan 5 ribu pohon sebagai upaya rehabilitasi wilayah perbukitan khususnya di Tapanuli Tengah.
Ini merupakan alarm pengingat bagi Pemkab Tapteng serta masyarakatnya untuk menjaga dan merawat lingkungan dan alam sekitar apalagi 70 persen wilayah Tapanuli Tengah didominasi oleh topografi perbukitan.
Oleh itu, Bupati Masinton mengimbau agar warganya tidak lagi menanam sawit di areal perbukitan kecuali di daerah yang datar dan memiliki daya dukung lahan yang sesuai.
Tanaman yang tidak cocok dengan kondisi wilayah justru dapat memicu kerusakan tanah, longsor, dan gangguan ketersediaan air bersih di masa depan.
“Kita tanam dengan tanaman pohon yang bukan sawit terutama lereng-lereng bukit seperti di desa Sigiring-giring, S.Kalangan 2,” ujar Bupati.
Harapannya, langkah ini bukan sekedar simbolik, tapi ini adalah bagian dari upaya penanaman pohon kembali untuk menghidupi masyarakat dan menjaga ekosistem di masa yang akan datang. (Rosianna Hutabarat)


