DETEKSI.co-Medan, Pelaksanaan kebaktian umat Kristen di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) pada Minggu (23/8/2026) menjadi perhatian Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Provinsi Sumatera Utara, Drs Gandi Parapat.
Gandi mempertanyakan hal yang membuat pelaksanaan kebaktian tersebut menjadi pembicaraan publik. Ia menilai persoalan yang berkaitan dengan tempat ibadah perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Saya sebagai Kristen sangat miris mendengar atau melihat masalah yang ada di masyarakat, khususnya masalah ibadah Kristen,” kata Gandi.
Menurutnya, kehidupan masyarakat harus dibangun dengan semangat saling memahami dan menghormati. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.
“Damai itu indah dan saling memahami satu dengan lainnya sehingga tercipta ‘damai di bumi seperti di surga’,” ujarnya.
Gandi mengatakan dirinya bersama pihak yang disebutnya mengikuti perkembangan persoalan terkait tempat ibadah di lingkungan USU.
Ia menyebut fasilitas dan sarana yang berada di lingkungan kampus merupakan bagian dari pengelolaan USU. Karena itu, menurutnya, pengelolaan fasilitas tersebut perlu berada dalam koordinasi pimpinan universitas.
Gandi juga mengungkapkan bahwa pihaknya mengikuti langsung pelaksanaan ibadah di USU pada Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan yang dilihatnya, gedung yang sebelumnya digunakan sebagai sarana ibadah mahasiswa sedang dalam proses renovasi atau perbaikan. Selama proses tersebut berlangsung, tempat ibadah dipindahkan ke gedung Student Wall.
“Semua yang ada di lingkungan USU harus sepengetahuan Rektor atau aparatnya,” kata Gandi.
Ia menilai Rektor USU beserta jajaran terkait memiliki tanggung jawab menjaga pengelolaan lingkungan kampus, termasuk fasilitas yang digunakan oleh sivitas akademika.
Gandi mengingatkan agar seluruh pihak ikut menjaga nama baik USU sebagai perguruan tinggi negeri yang menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Utara.
Menurutnya, USU merupakan institusi milik negara yang memiliki tugas penting dalam pendidikan. Kampus tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas untuk kepentingan bangsa dan negara.
Karena itu, ia meminta agar tidak ada pihak yang mengganggu stabilitas kampus demi kepentingan pribadi maupun kepentingan lainnya.
Gandi juga mengingatkan agar persoalan yang berkaitan dengan agama tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk tujuan di luar kepentingan kehidupan beragama dan pendidikan.
Gandi menyatakan pihaknya mencurigai adanya kemungkinan persoalan tempat ibadah Kristen di USU dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau kepentingan pribadi.
Ia juga menyebut kemungkinan adanya pihak yang berupaya menggembosi nama baik Rektor USU Prof. Muryanto Amin.
Namun, pernyataan tersebut masih berupa kecurigaan dari Gandi. Ia mengatakan PMPHI Sumatera Utara akan menelusuri dan mengikuti perkembangan persoalan tersebut.
“Kami akan menelusuri dan mengikuti permasalahan tersebut,” ujarnya.
Gandi juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor USU Prof. Muryanto Amin yang disebutnya telah terpilih untuk dua periode. Ia menilai berbagai upaya pengembangan USU, termasuk penyediaan sarana dan prasarana bagi mahasiswa, perlu mendapat dukungan.
Ia berharap Prof. Muryanto Amin selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan serta USU semakin maju dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Pernyataan Gandi tersebut sekaligus menjadi ajakan agar persoalan kebaktian dan fasilitas ibadah di lingkungan kampus disikapi secara tenang, terbuka, dan tidak memperkeruh hubungan antarumat beragama. (gaho)


