Oleh : Maulana Maududi (Pemimpin Redaksi Solidaritas Times dan Ketua Umum DPP Solidaritas Dakwah Kebangsaan).
Sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kekuatan utama Ahmad Ali terletak pada kapasitasnya sebagai “mesin politik” dan ahli strategi yang mempercepat konsolidasi akar rumput PSI hingga ke luar Jawa. Masuknya eks elite Partai Nasdem ini memberikan suntikan figur senior yang matang dalam membangun koalisi dan lobi tingkat tinggi.
Kekuatan strategis Ahmad Ali untuk PSI mengawal infrastruktur dan jaringan politik yang akan membawa basis kekuatan dan jaringan akar rumput yang sebelumnya ia bangun di luar Jawa, khususnya menjadikan wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi sebagai basis tambahan baru untuk PSI.
H Ahmad Ali sangat memahami signifikansi infrastruktur politik untuk memetakan seluruh kelompok atau kekuatan politik di dalam masyarakat yang menjadi perantara antara rakyat dengan lembaga negara. Dipastikan H Ahmad Ali sangat lihai memainkan peran utamanya dalam menyalurkan aspirasi, membentuk opini publik, dan memengaruhi kebijakan pemerintah demi kepentingan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dan H Ahmad Ali pun tahu betul ketika infrastruktur politik yang menjadi kekuatan utama bergerak di masyarakat. Dimana dimensi PSI sebagai organisasi yang menyatukan orang-orang dengan kesamaan ideologi untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan secara konstitusional. Berfungsi sebagai rekruter dan komunikator politik.
Ahmad Ali juga akan berupaya dan berjuang penuh agar PSI dapat memengaruhi kebijakan pemerintah tanpa harus duduk di dalam jabatan publik. Sehingga PSI yang akan aktif menekan pemerintah untuk mengubah atau mengeluarkan kebijakan tertentu, melalui cara dan adab politik yang khatam dipahami oleh H Ahmad Ali.
Ahmad Ali juga pastinya akan menguatkan media massa dan digital yang menyalurkan informasi dan membentuk opini publik untuk kepentingan ansich PSI. Sehingga sebagai tokoh individu yang memiliki karisma, pengaruh, atau legitimasi moral yang kuat di masyarakat, dapat melakukan interaksi keberbagai lapisan untuk menguatkan elektabilitas PSI.
Tak terbantahkan ketika jaringan politik yang dimiliki oleh H Ahmad Ali dengan kekuatan relasi, koneksi, dan sistem kerja sama antar-aktor—baik di dalam infrastruktur berkelanjutan PSI, sehingga antara infrastruktur dengan suprastruktur (lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif) dapat dikuasai oleh PSI ke depannya.
Dalam konteks praktis, jaringan inilah yang akan digunakan oleh H Ahmad Ali dengan memobilisasi massa. Menggerakkan pendukung dalam kegiatan pemilu atau advokasi kebijakan. Sehingga untuk negosiasi kebijakan dapat membangun lobi antara kelompok masyarakat (masyarakat sipil) dan pemerintah.
Daya gedornya adalah ketika distribusi sumber daya PSI dapat mengalirkan program atau dukungan dari tingkat pusat hingga ke akar rumput. Hubungannya dengan Suprastruktur Politik Sistem politik yang baik, dapat diramu oleh H Ahmad Ali dengan kebutuhan sinergi antara infrastruktur (rakyat dan kelompok penggerak) dan suprastruktur (lembaga formal seperti DPR, Presiden, dan Mahkamah Agung). Dengan tapinya infrastruktur dibangun ke depannya, akan menyerap dan merumuskan aspirasi rakyat, kemudian suprastruktur memproses aspirasi tersebut menjadi undang-undang atau kebijakan resmi yang akan menguntungkan PSI.
Kemudian sebagai eksekutor dan mesin serang, seorang H Ahmad Ali dikenal sebagai politikus yang vokal dan tegas, perannya sebagai Ketua Harian bertindak sebagai motor operasional partai untuk merespons dinamika politik nasional secara cepat.
Lalu pengalaman strategis yang dimilikinya dengan pengalamannya selama 12 tahun di jajaran elite partai besar—mulai dari memenangkan pilkada hingga pemilu legislatif—memberikan PSI keahlian teknis dalam memetakan pertarungan politik dan manajemen kampanye.
Bahkan pondasi ideologis lintas spektrumpun dapat dijembatani partai yang didominasi oleh kaum muda seperti PSI dengan jaringan politikus senior, pengusaha nasional, dan kelompok masyarakat akar rumput, sehingga memperluas akseptabilitas PSI di masyarakat.
Dengan rekam jejak tersebut, kehadiran Ahmad Ali pastinya akan berhasil mengubah wajah PSI menjadi kekuatan politik yang lebih agresif dan memiliki daya tawar tinggi di kancah nasional.


