DETEKSI.co-Medan, Korupsi DJKA Medan kembali menjadi sorotan publik. Sidang kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (8/4/2026), berlangsung ramai dengan kehadiran sejumlah kader Partai Demokrat yang memberikan dukungan moral.
Korupsi DJKA Medan menjadi perhatian karena kader Partai Demokrat hadir langsung ke ruang sidang untuk memastikan jalannya persidangan berlangsung terbuka. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk komitmen mendorong transparansi dalam proses hukum.
Mantan Kepala BPOKK DPC Partai Demokrat Medan, Mikhel Siregar, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk intervensi, melainkan memastikan majelis hakim bekerja secara profesional.
“Kami ingin majelis hakim transparan memimpin sidang. Kami tegaskan Partai Demokrat di Sumut harus bersih dari oknum yang terlibat korupsi,” ujar Mikhel.
Ia juga menegaskan bahwa sikap tegas terhadap korupsi merupakan garis kebijakan partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono. Menurutnya, pimpinan partai tidak mentoleransi kader yang terlibat tindak pidana korupsi.
“Ketua umum sangat benci kader yang terlibat korupsi. Kami menunggu hasil akhir persidangan ini,” tambahnya.
Dalam perkara ini, nama Muhammad Lokot Nasution turut disebut. Namun, Mikhel menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim untuk membuktikan apakah yang bersangkutan terlibat atau tidak.
Sidang korupsi DJKA Medan sendiri digelar secara kombinasi, yakni offline dan online. Dalam agenda persidangan kali ini, majelis hakim menghadirkan saksi Muhammad Lokot Nasution untuk memberikan keterangan terkait perkara tersebut.
Proses hukum masih berjalan dan publik diminta menunggu hasil akhir persidangan sebagai dasar penentuan fakta hukum secara objektif.(Ril/AT)


