KSJ Bantu Bocah Terlantar di Medan, Aksi Jurnalis Tuai Simpati Warga

DETEKSI.co-Medan, KSJ bantu bocah terlantar di Medan kembali menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang terus dijalankan Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan H. Ikhwan Lubis. Bersama sejumlah jurnalis, KSJ turun langsung membantu seorang bocah perempuan bernama Sifa beserta dua adiknya yang diduga ditelantarkan ibu kandung mereka di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Jumat (3/4/2026).

KSJ bantu bocah terlantar di Medan bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran tim KSJ dan para jurnalis ke rumah tempat tinggal nenek Sifa, Ibu Karsini, menghadirkan harapan baru bagi keluarga kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Kondisi keluarga tersebut menyita perhatian banyak pihak. Sifa dan kedua adiknya saat ini diketahui tinggal bersama sang nenek yang berstatus janda. Di tengah beban hidup yang berat, Ibu Karsini tetap berjuang memenuhi kebutuhan cucu-cucunya dengan bekerja sebagai buruh cuci rumah tangga.

Kedatangan KSJ dan jurnalis ke rumah itu pun memantik empati warga sekitar. Sejumlah masyarakat mengaku tersentuh sekaligus merasa tersadarkan untuk ikut peduli terhadap kehidupan anak-anak yang tinggal di lingkungan mereka sendiri.

Salah seorang warga, Warman (56), mengaku kegiatan yang dilakukan KSJ dan jurnalis menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menutup mata terhadap kesulitan tetangga sekitar.

“Ini harus kita lakukan juga, membantu dan memperhatikan bagaimana kehidupan mereka selanjutnya. Kami merasa seperti ditegur oleh para jurnalis yang datang dalam kegiatan Sedekah Jumat ini. Sementara kami yang dekat justru sempat lupa terhadap apa yang seharusnya kami lakukan,” ujar Warman.

KSJ bantu bocah terlantar di Medan juga menjadi bagian dari agenda rutin sosial yang selama ini dijalankan komunitas tersebut. Koordinator pelaksana kegiatan Sedekah Jumat, Abdul Meliala, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan itu terus dilakukan sebagai amanah dari pembina KSJ.

Menurut Abdul, setiap pekan pihaknya bersama para jurnalis di Kota Medan berupaya hadir langsung ke tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi sulit dan luput dari perhatian.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan bersama beberapa orang jurnalis di Kota Medan. Ini adalah amanah dari pembina KSJ yang menitipkan kepada kami untuk terus melaksanakan Sedekah Jumat di setiap hari Jumat,” kata Abdul.

Ia menambahkan, bantuan kali ini sengaja difokuskan ke rumah nenek Sifa agar bisa sedikit meringankan beban ekonomi keluarga tersebut.

“Kali ini kami melaksanakannya di rumah kediaman nenek Sifa, Ibu Karsini, agar dapat membantu ekonomi mereka. Kami mengetahui Ibu Karsini hanyalah seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci rumah tangga. Semoga ini menjadi keberkahan bagi mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis SH MH, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk konsistensi KSJ dalam memperjuangkan kepedulian terhadap kaum dhuafa dan masyarakat kecil.

Ia menjelaskan, sejak KSJ berdiri pada tahun 2019, gerakan Sedekah Jumat telah menjadi program rutin yang dijalankan tanpa henti. Dalam perjalanan itu, para jurnalis disebut memiliki peran penting dalam mendukung dan menguatkan gerakan sosial tersebut.

“Kegiatan rutin yang dilakukan KSJ, khususnya bersama para jurnalis, adalah bentuk kepedulian yang sudah berjalan sejak KSJ berdiri pada tahun 2019,” ujar Ikhwan Lubis.

Menurutnya, para jurnalis bukan hanya hadir sebagai peliput, tetapi juga bagian dari penggerak lahirnya semangat sosial di tubuh KSJ. Karena itu, ia berharap kolaborasi kemanusiaan tersebut terus terjaga ke depan.

“Bukan saja pada saat ini, namun sejak awal berdirinya KSJ, para jurnalis juga ikut memprakarsai terbentuknya komunitas ini. Saya berharap mereka tetap solid dengan apa yang menjadi visi dan misi KSJ, baik saat ini maupun ke depannya,” tegas sosok yang akrab disapa Sang Pejuang Dhuafa itu.

KSJ bantu bocah terlantar di Medan menjadi potret bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Di saat ada anak-anak yang harus tumbuh dalam keterbatasan, uluran tangan dan perhatian kecil dari sesama bisa menjadi penyambung harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Aksi KSJ dan para jurnalis ini juga menjadi pesan moral bahwa membantu sesama tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu ramai, dan tidak harus menunggu viral. Kepedulian bisa dimulai dari melihat, mendengar, lalu bertindak.(Boim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']