Beranda blog Halaman 13

Polisi Ungkap Kasus Narkoba di Sibolga, Sabu 2,91 Gram Disita

0
Foto : Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Kota Sibolga, Senin (18/5/2026). (Foto: Humas Polres Sibolga)

DETEKSI.coSibolga, Satuan Reserse Narkoba Polres Sibolga berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis Sabu di wilayah Kota Sibolga.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua pria residivis kasus narkotika bersama seorang perempuan.

Ketiga tersangka diamankan, Senin (18/5) sekira pukul 18.30 WIB, di sebuah rumah di Jalan Kader Manik Gang Maduma, Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Adapun identitas para tersangka masing-masing berinisial BS (48), seorang residivis, kemudian NPS (45), yang juga merupakan residivis kasus narkotika, serta HLT (39).

Kapolres Sibolga melalui Kasat Resnarkoba Polres Sibolga AKP AM Purba menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat, terkait adanya transaksi narkotika di Kelurahan Aek Muara Pinang.

Menindaklanjuti informasi itu, Tim Opsnal Satresnarkoba Sibolga langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penyelidikan. Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan ketiga tersangka di dalam sebuah kamar rumah.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu dengan berat 2,91 gram,” ujar Purba, Selasa (19/5/2026) di Sibolga.

Saat ini, ketiga tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Kantor Satresnarkoba Polres Sibolga guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga akan melakukan pemeriksaan saksi dan tersangka, menggelar perkara, serta mengirim barang bukti ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut. (RH)

Pemkab Dairi Bekerjasama Dengan BI, Luncurkan Pajak Berkah QRIS Tahun 2026

0
Salah seorang wajib pajak melakukan pembayaran non tunai dan mengapresiasi program Pajak Berkah QRIS tahun 2026, kolaborasi Pemkab Dairi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara. (Istimewa)
Salah seorang wajib pajak melakukan pembayaran non tunai dan mengapresiasi program Pajak Berkah QRIS tahun 2026, kolaborasi Pemkab Dairi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara. (Istimewa)

DETEKSI.co – Dairi, Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara meluncurkan program Pajak Berkah QRIS Tahun 2026.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital serta mendorong elektronifikasi transaksi pendapatan daerah. Melalui program itu, pembayaran pajak di Bapenda Dairi dilakukan dengan cara non tunai atau dengan cara QRIS.

Sistem mulai disosialisasikan kepada wajib pajak dan diterapkan pada Senin (18/05/2026). Dalam kesempatan itu, wajib pajak yang mengikuti sosialisasi mulai melakukan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan cara QRIS dipandu petugas pelayanan, disaksikan Kepala Bapenda, Robot Simanullang.

“Untuk tahap pertama, sosialisasi dilaksanakan kepada 150 orang wajib pajak, dan wajib pajak yang melakukan pembayaran melalui QRIS, diberikan souvenir BI ,” kata Kepala Bapenda, Robot Simanullang.

“Mari para wajib pajak bayarlah pajak anda untuk membangun Dairi Tangguh,” ajak Robot Simanullang.

Wajib pajak menyambut baik program itu, karena pembayaran dinilai lebih mudah dan efektif.

Diinformasikan, Program Pajak Berkah QRIS Tahun 2026 di Dairi akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 29 Mei 2026. Seluruh wajib pajak diharapkan untuk memanfaatkan program tersebut. (NGL/JLO)

Wabup Tiorita Jemput Strategi UHC ke BPJS Kesehatan Kabanjahe

0

DETEKSI.co-Langkat, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH melalui Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (18/5/2026), guna mempelajari strategi percepatan pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi kepesertaan dan keaktifan BPJS Kesehatan.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Langkat didampingi Ketua DPRD Langkat Sribana PA, Wakil Ketua DPRD Langkat Ajai Ismail, Antoni Ginting dan Romelta Ginting, Kepala Dinas Kesehatan dr. Juliana, serta Kabag Umum Mahardhika Sastra Nasution.

Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Langkat disambut langsung oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabanjahe dr. Kiki Chrismar Marbun beserta jajaran.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan pembahasan utama terkait pelaksanaan program UHC prioritas yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Dalam diskusi tersebut, pihak BPJS Kesehatan Kabanjahe memaparkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Karo yang telah mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 85 persen. Sementara itu, tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Langkat saat ini berada pada angka 80,09 persen.

Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan BPJS Kesehatan Kabanjahe kepada rombongan Pemkab Langkat.

Menurutnya, kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mempelajari pola sinergi dan strategi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Karo bersama BPJS Kesehatan dalam mendukung keberhasilan program UHC.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung langkah-langkah yang dilakukan Kabupaten Karo dalam meningkatkan cakupan dan keaktifan peserta BPJS Kesehatan. Hal-hal positif yang diterapkan di sini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan dapat diaplikasikan di Kabupaten Langkat,” ujar Tiorita.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Langkat terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui penguatan program jaminan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat serta mempercepat tercapainya Universal Health Coverage secara maksimal di Kabupaten Langkat.(Tim).

Bupati Langkat Buka Jambore Cabang Langkat 2026, Tegaskan Pramuka Pemersatu Bangsa

0

DETEKSI.co-Langkat, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kabupaten Langkat memimpin langsung Upacara Pembukaan Jambore Cabang (Jamcab) Kabupaten Langkat Tahun 2026 di Lapangan Bumi Perkemahan Kwarcab Langkat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pramuka Pemersatu Bangsa Demi Indonesia Emas” tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan peserta dari seluruh kwartir ranting se-Kabupaten Langkat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan jambore.

Dalam laporannya, Ketua Kwarcab Langkat dr. H. Indra Salahudin, M.Kes, MM menyampaikan bahwa Jambore Cabang merupakan agenda berjenjang Gerakan Pramuka yang diikuti seluruh kwartir ranting di Kabupaten Langkat dan dilaksanakan mulai 18 hingga 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan Jamcab, Kwarcab Langkat juga akan mengikuti Jambore Daerah Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, serta Jambore Nasional pada 13–21 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta Timur.

“Kwarcab Langkat siap mengikuti kedua event tersebut sebagai bentuk komitmen dalam membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Pada Jambore Cabang Langkat Tahun 2026 ini, peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 1.030 orang dari 23 kecamatan atau kwartir ranting se-Kabupaten Langkat. Jumlah tersebut terdiri dari 397 Penggalang Putra, 509 Penggalang Putri, 43 Pembina Pendamping Putra, 55 Pembina Pendamping Putri, 14 Pimpinan Kontingen Putra dan 12 Pimpinan Kontingen Putri.

Berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan karakter turut mewarnai pelaksanaan jambore. Mulai dari kegiatan umum, keterampilan, petualangan hingga pentas seni budaya. Para peserta juga mendapatkan berbagai penyuluhan penting, di antaranya bela negara oleh Kodim 0203/LKT, penyuluhan rambu-rambu lalu lintas oleh Polres Langkat, bahaya narkoba oleh BNNK Langkat serta penyuluhan mengenai pemadam kebakaran.

Ketua Kwarcab Langkat turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Langkat beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, berjiwa nasionalis serta memiliki semangat gotong royong.

Menurutnya, tema “Pramuka Pemersatu Bangsa Demi Indonesia Emas” sangat relevan dalam memperkuat persatuan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui kegiatan jambore ini saya berharap para peserta dapat meningkatkan rasa persaudaraan, menambah wawasan dan keterampilan, serta membangun jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air,” ujar Syah Afandin.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran bendera kegiatan dan penyematan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda resmi dibukanya Jambore Cabang Kabupaten Langkat Tahun 2026.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan penampilan kreativitas Pramuka Penggalang yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya.(Tim).

Panen Raya Jagung 2026, Prabowo Turun Langsung Kemudikan Traktor di Tuban

0
Presiden Prabowo Subianto mengendarai Combine Corn Harvester saat mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengendarai Combine Corn Harvester saat mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.

DETEKSI.co-Jatim, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungan nyata terhadap sektor pertanian nasional dengan turun langsung memanen jagung pada kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.

Panen Raya Jagung menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo mengendarai sendiri kendaraan pertanian jenis Combine Corn Harvester di tengah hamparan jagung yang siap panen. Aksi Presiden itu menarik perhatian para petani dan tamu undangan yang hadir di lokasi kegiatan.

Kehadiran Presiden Prabowo dinilai menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap modernisasi alat pertanian sekaligus dorongan agar produktivitas pertanian nasional terus meningkat. Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat swasembada pangan melalui penggunaan teknologi pertanian modern.

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri jajaran pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, kelompok tani, hingga pelaku sektor pangan. Panen serentak juga dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari program nasional penguatan produksi jagung.

Dalam laporannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa panen raya jagung Kuartal II Tahun 2026 dilakukan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.

Kapolri mengungkapkan, sebagian hasil panen nasional tersebut akan memasuki pasar ekspor. Sebanyak 100 ton jagung direncanakan dikirim ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi-Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi-Babang Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” ujar Kapolri.

Panen Raya Jagung Tuban secara khusus dilakukan di lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan kawasan perhutanan sosial. Lahan itu dikelola oleh empat kelompok, yakni KTH Wonolestari, LMDH Jenggolomanik, LMDH Wonomoyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.

Dari total lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton jagung. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog guna memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional.

“Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan,” jelas Kapolri.

Pemerintah berharap program panen raya serentak ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, membuka peluang ekspor hasil pertanian Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Selain itu, dukungan terhadap modernisasi alat pertanian dan penguatan koperasi diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan sektor pertanian yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing. (Red/d)

KUR Petani Jadi Sorotan, Kapolri Sigit Sampaikan Aspirasi Langsung ke Prabowo

0
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan dan aspirasi para petani kepada Presiden Prabowo Subianto saat panen raya jagung serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Aspirasi tersebut terkait penguatan akses KUR, bantuan pupuk, bibit, dan alat mesin pertanian guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan dan aspirasi para petani kepada Presiden Prabowo Subianto saat panen raya jagung serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Aspirasi tersebut terkait penguatan akses KUR, bantuan pupuk, bibit, dan alat mesin pertanian guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

DETEKSI.co-Jakarta, Listyo Sigit Prabowo menyampaikan langsung aspirasi para petani kepada Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan dan dukungan produksi pertanian nasional. Aspirasi tersebut disampaikan saat kegiatan panen raya jagung serentak Kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

KUR Petani menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan Kapolri dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo. Menurut Sigit, Polri telah bekerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani guna mendukung kebutuhan produksi pertanian.

Program tersebut digunakan untuk membantu petani membeli bibit, pupuk, hingga obat-obatan pertanian seperti herbisida, fungisida, dan insektisida. Selain itu, pembiayaan juga dimanfaatkan untuk penyewaan traktor, pengolahan lahan, pembayaran upah buruh, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

“Yang digunakan untuk pembelian bibit dan pupuk, obat-obatan seperti herbisida, fungisida, insektisida, pembiayaan sewa traktor untuk penggemburan tanah, pengolahan lahan, pembayaran upah buruh, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya,” kata Sigit saat menyampaikan laporan.

Kapolri berharap pemerintah dapat memperkuat akses KUR bagi petani, baik dari sisi kemudahan pengajuan maupun peningkatan jumlah kredit yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk membuka lahan pertanian baru serta memperkuat proses pertanian dari hulu hingga hilir.

Kredit Usaha Rakyat Petani dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kemandirian usaha masyarakat desa. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, petani diharapkan mampu memperbesar hasil panen sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan.

“Sehingga para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi, kemandirian usaha, dan pertumbuhan ekonomi pedesaan,” ujar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 714 kelompok tani jagung binaan Polri yang tersebar di 42 Polres pada 8 Polda. Seluruh kelompok tani tersebut telah memanfaatkan fasilitas KUR dengan total pinjaman mencapai Rp30,03 miliar.

Selain persoalan pembiayaan, Kapolri turut menyampaikan berbagai aspirasi petani yang berharap pemerintah dapat menambah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit unggul, serta pupuk guna mendukung peningkatan produksi nasional.

“Di samping itu, para petani berharap kiranya dapat menerima bantuan yang lebih banyak lagi terkait dengan bibit, pupuk, dan alsintan, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi,” tutup Sigit.

Program dukungan pembiayaan dan bantuan sarana produksi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah Indonesia. (Red/d)

Pendidikan Sumut Disorot Tajam, Sutrisno Sebut Sistem Wariskan “Pembodohan” Era Kolonial

0
Sutrisno Pangaribuan, ST menyebutkan Sistem Pendidikan Sumut Wariskan “Pembodohan” Era Kolonial
Sutrisno Pangaribuan, ST menyebutkan Sistem Pendidikan Sumut Wariskan “Pembodohan” Era Kolonial

DETEKSI.co-Medan, Wakil Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Utara sekaligus Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan, ST melontarkan kritik keras terhadap kondisi pendidikan di Sumatera Utara yang dinilainya semakin memprihatinkan dan kehilangan arah pembangunan kualitas manusia.

Dalam Dialog Pendidikan bertajuk “Pendidikan Untuk Siapa” yang digelar Alumni Graha Kirana Medan, Sutrisno menyebut sistem pendidikan saat ini masih mewarisi pola lama yang menurutnya mirip dengan “teori pembodohan” pada masa kolonial.

Pendidikan Sumut dinilai belum mampu menciptakan pemerataan kualitas pembelajaran maupun peningkatan mutu sumber daya manusia. Menurut Sutrisno, persoalan pendidikan bukan hanya soal fasilitas sekolah, tetapi juga menyangkut kualitas guru, ketimpangan wilayah, dan lemahnya arah kebijakan pendidikan nasional.

“Dialog seperti ini harus terus digaungkan supaya dunia pendidikan benar-benar mengalami kemajuan. Jangan sampai pola pendidikan yang membodohi rakyat seperti zaman kolonial terus diwariskan,” tegasnya saat dialog bertajuk “Pendidikan Untuk Siapa?” sekaligus peluncuran podcast “Suara Graha Kirana” di Ruang Harvard Focal Point Mall, Jalan Ringroad/Jalan Gagak Hitam, Rabu (13/5/2026).

Sutrisno menilai dunia pendidikan saat ini terlalu sibuk pada pendekatan administratif dan formalitas akademik, namun melupakan esensi utama pendidikan sebagai sarana membangun karakter dan kualitas manusia.

Ia bahkan menyebut kajian akademik di sektor pendidikan sering kali tidak lagi relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Baginya, profesi guru seharusnya lahir dari panggilan pengabdian, bukan sekadar mengejar status dan sertifikasi.

“Berbicara pendidikan berarti berbicara kualitas manusia. Tapi Sumatera Utara masih menghadapi kesenjangan pendidikan yang serius. Mutu pembelajaran rendah dan kompetensi guru masih menjadi momok,” katanya.

Kritik Pendidikan Nasional juga diarahkan Sutrisno kepada pemerintah pusat. Ia menilai daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan pembenahan karena hampir seluruh regulasi pendidikan dikendalikan langsung oleh Kementerian Pendidikan.

Dalam pernyataannya, Sutrisno secara terbuka menyebut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kerusakan sistem pendidikan nasional saat ini.

“Pendidikan adalah pondasi utama bangsa. Kualitas sumber daya manusia dan daya saing negara ditentukan dari pendidikan. Tapi yang terjadi sekarang justru kehancuran sistem pendidikan,” ujarnya.

Sutrisno berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi pendidikan nasional yang menurutnya semakin mengkhawatirkan.

Tidak hanya pemerintah pusat, ia juga menyentil kepala daerah di Sumatera Utara dan Kota Medan yang dianggap belum menunjukkan keseriusan dalam membangun pendidikan rakyat.

Sindiran Kepala Daerah pun dilontarkan secara tajam. Sutrisno mempertanyakan komitmen pejabat daerah yang menjabat sebagai Bunda PAUD, namun justru tidak menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang menjadi bagian dari sistem pendidikan daerah.

“Lihat saja, istri kepala daerah otomatis menjadi Bunda PAUD. Tapi anak-anak mereka sendiri sekolah di mana? Ini pertanyaan besar tentang keseriusan mereka membangun pendidikan rakyat,” sindirnya.

Menurut Sutrisno, peningkatan kualitas pendidikan di tingkat kabupaten dan kota menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat. (gaho)

Sabu 77 Gram Digagalkan, Polisi Tangkap Pengedar di Kuala Tanjung

0
Personel Satresnarkoba Polres Batu Bara menunjukkan barang bukti dua paket sabu seberat bruto 77,51 gram dan satu unit telepon genggam usai menangkap seorang pria berinisial M (45) di Dusun III Alay, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Minggu (17/5/2026) malam.
Personel Satresnarkoba Polres Batu Bara menunjukkan barang bukti dua paket sabu seberat bruto 77,51 gram dan satu unit telepon genggam usai menangkap seorang pria berinisial M (45) di Dusun III Alay, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Minggu (17/5/2026) malam.

DETEKSI.co-Batu Bara, Peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Batu Bara kembali digagalkan aparat kepolisian. Personel Satresnarkoba Polres Batu Bara berhasil menangkap seorang pria berinisial M (45) yang diduga hendak mengedarkan puluhan gram sabu di wilayah tersebut, Minggu (17/5/2026) malam.

Sabu 77 Gram diamankan polisi dalam penindakan yang dilakukan di Dusun III Alay, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka. Dari tangan pelaku, petugas menyita dua paket besar sabu dengan berat bruto mencapai 77,51 gram yang dibungkus menggunakan tisu.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam yang diduga dipakai pelaku untuk melakukan komunikasi dan transaksi peredaran narkoba.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari hasil penyelidikan Satresnarkoba Polres Batu Bara terkait aktivitas peredaran narkotika di kawasan Kuala Tanjung.

“Personel Satresnarkoba Polres Batu Bara berhasil mengungkap target peredaran narkotika di Dusun III Alay, Desa Kuala Tanjung. Dari lokasi tersebut petugas mengamankan seorang pria beserta barang bukti sabu dalam jumlah cukup besar,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Senin (18/5/2026).

Pengedar Sabu Batu Bara itu tidak dapat mengelak saat petugas melakukan penggeledahan. Polisi menemukan dua paket sabu yang berada dalam penguasaan tersangka.

Menurut Ferry, pelaku mengakui bahwa seluruh barang haram tersebut adalah miliknya dan rencananya akan diedarkan di wilayah Kabupaten Batu Bara.

“Pelaku mengakui narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya dan rencananya akan diedarkan di wilayah Kabupaten Batu Bara,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh sabu dari seorang pria bernama Beby Dessandi Saragih yang disebut berdomisili di Kisaran. Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok narkotika tersebut.

“Tim masih terus melakukan pengembangan untuk memburu jaringan pemasok di atasnya. Kami berkomitmen memutus mata rantai peredaran narkotika sampai ke akar jaringan,” ungkap Ferry.

Saat ini tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Batu Bara guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga akan mengirim barang bukti sabu ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan tambahan.

Polda Sumut Berantas Narkoba terus menegaskan komitmennya dalam memberantas jaringan peredaran narkotika di Sumatera Utara. Penindakan disebut akan terus dilakukan demi melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Polda Sumut tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba. Penindakan akan terus dilakukan demi menjaga masyarakat dari ancaman narkotika,” tegas Kombes Pol Ferry Walintukan. (Red/d)

Ganja Siap Edar Digerebek, Polisi Temukan 40 Batang Ganja di Deli Serdang

0
Personel Polsek Tanjung Morawa menunjukkan barang bukti 38 paket ganja siap edar dan 40 batang tanaman ganja setinggi 2 hingga 2,5 meter usai mengamankan seorang pria berinisial ZFA (43) di Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (17/5/2026).
Personel Polsek Tanjung Morawa menunjukkan barang bukti 38 paket ganja siap edar dan 40 batang tanaman ganja setinggi 2 hingga 2,5 meter usai mengamankan seorang pria berinisial ZFA (43) di Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (17/5/2026).

DETEKSI.co-Deliserdang, Peredaran narkotika jenis ganja di Kabupaten Deli Serdang kembali diungkap aparat kepolisian. Personel Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan seorang pria berinisial ZFA (43) sekaligus menemukan puluhan batang tanaman ganja di Kecamatan Tanjung Morawa, Minggu (17/5/2026).

Ganja Deli Serdang yang ditemukan polisi terdiri dari 38 paket ganja siap edar dan 40 batang tanaman ganja dengan tinggi mencapai 2 hingga 2,5 meter. Seluruh barang bukti diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika jenis ganja di Gang Amal Dusun I Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Tanjung Morawa langsung melakukan penyelidikan ke lokasi. Operasi dipimpin Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H., didampingi Kanit Reskrim IPTU Hotman Harus, S.H.

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan seorang pria berada di dalam sebuah gubuk yang dicurigai menjadi tempat aktivitas penyalahgunaan narkotika. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pria tersebut.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 38 paket ganja yang telah dikemas dan diduga siap diedarkan di wilayah sekitar.

Kapolresta Polresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana mengatakan, pelaku juga mengaku masih menyimpan tanaman ganja di lahan kosong yang berada tidak jauh dari lokasi penangkapan.

“Terduga pelaku kemudian mengakui masih menyimpan tanaman ganja di sebuah lahan kosong yang berada tidak jauh dari lokasi penangkapan,” ujar Kombes Pol Hendria Lesmana, Senin (18/5/2026).

Tanaman Ganja Tanjung Morawa kemudian ditemukan petugas setelah pelaku menunjukkan lokasi penyimpanan. Polisi mendapati sebanyak 40 batang tanaman diduga ganja masih tertanam di area tersebut.

“Di lokasi ditemukan sebanyak 40 batang tanaman diduga ganja dengan tinggi berkisar antara 2 hingga 2,5 meter. Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Kapolresta menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Deli Serdang. Penindakan disebut akan terus dilakukan untuk memutus peredaran narkoba hingga ke akar jaringan.

“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya, termasuk terhadap pelaku yang menanam dan mengedarkan ganja,” tegas Hendria Lesmana.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Saat ini terduga pelaku bersama seluruh barang bukti telah diamankan dan diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Deli Serdang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. (Red/d)

Siapkan Strategi Baru Atasi Sampah, Pemko Batam Libatkan Ahli Hingga Skema Kemitraan

0

DETEKSI.co-Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyiapkan strategi baru dalam pengelolaan sampah dengan fokus pada solusi jangka panjang dan tata kelola yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan melalui penyusunan kajian ilmiah bersama Center for Environmental Technology Study (CETS) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan Penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, pimpinan OPD, camat, hingga lurah se-Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani secara biasa, melainkan membutuhkan langkah strategis berbasis kajian ilmiah dan rekomendasi para ahli agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan harus dibangun melalui analisis yang cermat,” ujar Amsakar.

Menurutnya, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi bahan penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah dibahas bersama DPRD Kota Batam.

Pemko Batam, kata Amsakar, juga tengah mengkaji sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi mulai dari tingkat lingkungan hingga pengelolaan akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Beberapa skema yang dibahas di antaranya penguatan peran RT, RW, lurah, dan camat dalam pengelolaan sampah di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS), optimalisasi armada pengangkutan oleh pemerintah daerah, hingga kemungkinan pola kemitraan dengan pihak swasta.

“Kami ingin ada gambaran yang utuh dari hulu hingga hilir. Langkah strategis ini penting agar persoalan sampah di lapangan dapat ditangani lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Amsakar juga menyoroti perlunya pembenahan sistem retribusi sampah agar lebih transparan dan akuntabel. Salah satu opsi yang dikaji yakni penerapan model kategorisasi pelanggan seperti sistem yang diterapkan PT Moya dalam pengelolaan air bersih di Batam.

Menurutnya, pola tersebut dapat membantu pemetaan pelanggan berdasarkan kategori rumah tangga maupun usaha sehingga penarikan iuran sampah menjadi lebih tertib dan jelas.

“Jika pola kategorisasi ini dapat dimasukkan dalam regulasi daerah, tata kelola retribusi sampah akan menjadi lebih jelas dan transparan,” ujarnya.

Amsakar meminta seluruh camat dan lurah aktif memberikan masukan karena dinilai paling memahami kondisi dan persoalan sampah di wilayah masing-masing.

Ia juga mengapresiasi tim tenaga ahli CETS UII Yogyakarta yang telah menyusun kajian strategis tersebut. “Mudah-mudahan hasil kajian ini benar-benar implementatif dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola persampahan Batam yang lebih baik ke depan,” tutupnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tenaga Ahli CETS UII Yogyakarta, Hijrah Purnama Putra, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan. Diskusi dipandu Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Batam, Aidil Sahalo. (Hendra S)