PT BUK beri Apresiasi kepada Ratna Munthe dan Keluarga

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Tanah Karo, Keluarga Besar PT Bibitunggul Karobiotek (BUK) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ratna Munthe dan keluarga, yang telah membatalkan kepengurusan surat lahan miliknya di Puncak 2000 Siosar, Karo.

“Ibu Ratna dan keluarga telah mengambil sikap bijaksana, terkait kebenaran tanah yang dimilikinya. Beliau juga berjiwa besar meminta maaf, dan menegaskan tidak ada tumpang tindih lahan miliknya dengan lahan PT BUK”, ujar Kuasa Hukum PT BUK, Rita Wahyuni, Selasa (19/04/2022).

Tingginya kesadaran hukum yang ditunjukkan Ibu Ratna Munthe dan keluarga, tambah Rita, tentunya patut menjadi contoh serta tauladan bagi semua pihak, agar kedamaian di Puncak 2000 Siosar dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Tanah Karo.

Bahkan, lanjut Rita, Ibu Ratna Munthe melalui Kuasa Hukumnya, Kantor Hukum Agung Yuriandi & Rekan, telah membuat pengumuman di salah satu media nasional terkait pencabutan kuasa pengurusan sertifikat lahannya di Puncak 2000 Siosar.

“Ibu Ratna dan keluarganya menyadari, jika tanah yang dibelinya di Puncak2000 bukan berada di lahan PT BUK. Sebab batas-batas lahan saja sudah berbeda”,ujar Rita.

Selain lokasi lahannya yang berbeda, jelas Rita, Ibu Ratna mengakui lahannya tidak tumpangtindih dengan lahan PT BUK.

“Ibu Ratna mengakui tanah miliknya, berdampingan dengan tanah milik BG Munthe. BG Munthe melalui Lloyd Ginting melakukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan sertifikat milik PT BUK. Namun PTUN menolak gugatan tersebut. Artinya, pengadilan telah memutuskan lahan tersebut milik PT BUK”, terangnya.

Berdasarkan keterangan Ibu Ratna dan fakta fakta hukum lainnya, menegaskan legalitas kepemilikan lahan PT BUK di Puncak2000 Siosar sudah terang benderang.

Terkait kehebohan yang terjadi di Puncak2000 Siosar, Rita mengajak seluruh elemen masyarakat di kawasan itu dapat berfikir jernih dalam menanggapi persoalan.

“Jangan mudah terprovokasi dengan hasutan-hasutan pihak, yang seolah-olah berjuang untuk masyarakat, padahal untuk kepentingan pribadinya”, tegasnya.(Irwan Ginting)