DETEKSI.co-Langkat, Anggota komisi IX DPR RI Delia Pratiwi Br Sitepu terus melakukan sosialisasi tentang BPJS kesehatan, kali ini sosialisasi dilaksanakan di kecamatan selesai tepatnya di desa Selayang, Minggu (28/06/2026).
Ada satu hal yang sering kita sadari ketika sedang berkumpul bersama keluarga. Kita membicarakan banyak rencana, seperti pendidikan anak, pekerjaan, usaha, hingga cita-cita masa depan. Kita berusaha menyiapkan semuanya sebaik mungkin agar kehidupan keluarga menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Namun, di antara berbagai rencana itu, ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian kita, yaitu bagaimana mempersiapkan diri ketika menghadapi risiko yang tidak pernah kita inginkan.
Sakit tidak pernah datang sesuai jadwal. Kecelakaan tidak pernah meminta izin. Dan keadaan darurat tidak pernah memilih waktu yang tepat. Karena itulah, bangsa yang maju bukan hanya membangun ketika masalah sudah terjadi, tetapi membangun sistem yang mampu melindungi masyarakat sebelum risiko itu datang. Hal tersebut yang disampaikan Delia Pratiwi Br Sitepu saat sosialisasi.
” Di sinilah arti penting Program Jaminan Kesehatan Nasional. Program ini bukan sekadar tentang pelayanan kesehatan, melainkan tentang menghadirkan ketenangan bagi setiap keluarga Indonesia bahwa ketika menghadapi cobaan kesehatan, negara hadir memberikan perlindungan.
Hari ini, melalui kegiatan sosialisasi ini, kita tidak hanya membahas sebuah program, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang bagaimana perlindungan kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang tangguh dan masyarakat yang sejahtera. ” Terang Delia.
Ia menambahkan bahwa Perlindungan kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang produktif dan sejahtera. Sebab, sebaik apa pun perencanaan yang kita miliki, semuanya akan sulit diwujudkan apabila kesehatan tidak terjaga. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan tidak dapat dipandang hanya sebagai urusan rumah sakit atau tenaga medis.
Pembangunan kesehatan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ketika masyarakat sehat, anak-anak dapat belajar dengan baik, para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya secara optimal, para pelaku usaha dapat terus mengembangkan usahanya, dan roda perekonomian pun bergerak lebih kuat.
Atas dasar itulah pemerintah menghadirkan Program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Program ini merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial yang dirancang agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa dibatasi oleh kemampuan ekonomi.
” Lebih dari satu dekade sejak diluncurkan, Program JKN telah menjadi salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Hingga tahun 2026, jumlah pesertanya telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa, atau sekitar 98 persen dari total penduduk Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong yang menjadi dasar Program JKN telah tumbuh menjadi gerakan nasional yang melibatkan hampir seluruh masyarakat Indonesia.
Namun, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya peserta. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
Oleh karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses. ” Ujar Delia
Turut hadir menyampaikan materi sosialisasi Faisal Bukit selaku Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Medan.
Sosialisasi dibuka oleh camat selesai Yanes Pranata Sitepu, tampak juga hadir Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Langkat, Tonas Hamonangan Simarmata, perwakilan Polsek Selesai, perwakilan koramil Selesai, kepala desa Selayang M. Amin, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan masyarakat. (AR Lim)


