DETEKSI.co – Dairi, Ruas jalan yang menjadi akses utama keluar-masuk Desa Dolok Tolong dari Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, diperbaiki dan diaspal (lapen) warga secara swadaya.
Masyarakat berinisiatif, lantaran ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten itu, telah cukup lama tidak mendapat perbaikan dari pemerintah.
Panitia pelaksana swadaya, Hendra Sihotang ditemui wartawan, Kamis (2/4/2026) mengungkap, kondisi jalan sebelumnya sudah kupak-kapik dan sangat menghawatirkan. Pada lintasan dimaksud kerap terjadi kecelakaan meski tidak berakibat terlalu fatal.
“Setidaknya terdapat dua spot yang merupakan lintasan menikung dan sedikit menanjak yang sangat sulit dilalui kenderaan. Tak jarang kenderaan mundur. Melihatnya, kita miris terutama saat lintasan itu dilalui kenderaan yang mengangkut anak sekolah”, sebut Hendra.
Diungkap, beberapa kali warga mencoba melakukan penelusuran dan mencari informasi kapan akses itu akan diperbaiki oleh instansi terkait, namun tidak ada kepastian.
Kondisi tersebut kemudian dirembukkan di tingkat warga, dan disepakati untuk melakukan perbaikan dengan cara swadaya.
Diatas 95 persen warga turut berkontribusi menyumbangkan dana dan tenaga. Jumlah kontribusi disepakati dibatas minimal Rp 30 ribu per keluarga, ditambah bantuan sukarela yang jumlahnya bervariasi antara ratusan bahkan jutaan rupiah.
Selain warga Desa Dolok Tolong, partisipasi juga diperoleh dari warga desa sekitar yang memiliki lahan pertanian dan jaringan usaha di desa Dolok Tolong, seperti pengumpul hasil pertanian dan usaha lain.
Selain uang tunai, ada juga pihak yang menyumbangkan material berupa batu dan sirtu, yang lain menyumbangkan makan siang bagi warga yang bergotong-royong melakukan perbaikan.
Ditanya bantuan Pemerintah Kabupaten Dairi, Hendra mengatakan mendapat bantuan alat berupa Walas.
“Pekerjaan menggunakan alat berupa walas milik Pemkab tanpa bayaran, kecuali penyediaan makan siang operator”, terangnya.
Pekerjaan sudah berlangsung dua minggu. Panjang jalan yang diaspal sekitar 3 x 120 meter terbagi pada 2 titik dengan tingkat kerusakan sangat rawan.
Selain itu, dilakukan juga penimbunan sirtu dan pemadatan pada permukaan berlobang yang panjangnya hingga beberapa kilometer, mulai dari perbatasan Desa Tanjung Beringin hingga ujung lintasan yang perbatasan dengan Desa Pegagan Julu III.
Kepala Desa Dolok Tolong, Hebron Pintubatu mengaku bangga atas kebersamaan dan kegotongroyongan yang dimiliki warganya.
Jalan yang diperbaiki merupakan jalan Kabupaten, dan perbaikan yang dilakukan, murni swadaya. Tidak ada anggaran APBD maupun anggaran Dana Desa yang digunakan pada kegiatan itu.
Diterangkan, desa Dolok Tolong termasuk sentra pertanian. Berbagai jenis tanaman Hortikultura dibudidaya di desa tersebut diatas lahan ratusan hektar. Luas pertanaman kopi milik warga, juga mencapai total ratusan hektar. Sangat sedikit, lahan yang tidak terolah.
Diakui, dampak kerusakan jalan selama ini, menyebabkan harga produksi pertanian ditingkat warga menurun dibanding harga pasaran.
“Pedagang pengumpul maupun pengusaha angkutan barang, tentu memperhitungkan dan melakukan penyesuaian biaya angkut dengan kondisi jalan rusak”, sebut Kades.
Ditanya tanggapan tentang porsi anggaran dan sentuhan pemerintah Kabupaten untuk perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur di desanya, Kepala Desa memilih tidak berkomentar.(NGL)


