Tuntut Penuntasan Dugaan Korupsi Dana PAUD, Kejari Dairi Didemo

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Massa Aliansi Pemerhati Penggunaan anggaran Negara (AP2AN) menggelar unjuk rasa didepan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi, mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi Dana PAUD, Selasa (15/3/2022). (Deteksi.co/Parulian Phsp Nainggolan)
Massa Aliansi Pemerhati Penggunaan anggaran Negara (AP2AN) menggelar unjuk rasa didepan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi, mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi Dana PAUD, Selasa (15/3/2022). (Deteksi.co/Parulian Phsp Nainggolan)

DETEKSI.co-Dairi, Puluhan massa Aliansi Pemerhati Penggunaan anggaran Negara (AP2AN) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi Sumatera Utara, Selasa (15/3/2022) mendesak kasus dugaan korupsi Biaya Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini BOP PAUD) segera dituntaskan.

Juru bicara, Efendi Sihombing dalam orasinya menyebut, penangangan BOP –PAUD yang diduga bermasalah bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2019 dan 2020 senilai Rp5,4 milliar.

“Penyelidikan sudah 4 bulan berjalan, namun belum diketahui bagaimana perkembangan” ujar Efendi.

Hukum jangan tajam ke bawah tumpul ke atas, tandasnya.

Hal senada diungkap Orator lainnya, Delon Sinaga. Dia menyebut sudah memperoleh info seputar penyimpangan tersebut. Pihaknya mendorong pihak kejaksaan untuk segera meningkatkan kasus dimaksud ke tahap penyidikan.

Pengunjukrasa yang merupakan gabungan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat, pekerja media dan pegiat media sosial itu menyebut, jika tuntutan tidak direalisasi, maka kasus tersebut akan dibawa ke jalur lebih tinggi yakni ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kejaksaan Agung dan KPK.

Mereka juga berencana akan menyampaikan aspirasi kepada Komisi III DPR dan Presiden.

Aspirasi kemudian diterima Kasi Intel, David Sihombing dan Kasi Datun Azmi serta Victor Situmorang.

Dihadapan pengunjukrasa , Kasi Intel menyebut, kasus dimaksud sedang ditangani, dan masih tahap pengumpulan data. Dia meminta warga pengunjukrasa bersabar.

“Kami minta dukungan untuk memberi kepastian hukum” kata David.

Saat ini, tahapan masih di tingkat penyelidikan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan,tambah Azmi. (NGL)