DETEKSI.co-Medan, Jambret Medan kembali terjadi di jalanan Kota Medan. Namun aksi kejahatan kali ini berakhir dramatis setelah seorang emak-emak bernama Tuti Hutabarat berani mengejar dan menabrak pelaku hingga tersungkur di jalan.
Peristiwa jambret Medan itu terjadi pada Minggu (15/3/2026) siang. Korban saat itu baru saja membeli minuman di depan gerai Indomaret di kawasan Jalan Bromo sebelum pulang menuju arah Jermal 15 menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna biru.
Tuti Hutabarat menjelaskan, awalnya ia tidak menaruh curiga ketika melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario hitam mendekati dirinya dari arah kiri.
“Saya habis beli minuman di depan Indomaret Jalan Bromo. Setelah itu saya mau pulang ke arah Jermal 15,” kata Tuti saat dikonfirmasi awak media, Senin (16/3/2026).
Namun secara tiba-tiba, pria yang dibonceng di motor tersebut mendekat dan langsung merampas gelang emas dari pergelangan tangan korban. Menyadari dirinya menjadi korban penjambretan, Tuti spontan berteriak meminta pertolongan sambil mengejar pelaku.
“Saya langsung teriak jambret sambil mengejar mereka,” ujarnya.
Aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku pun terjadi di jalan raya. Para pelaku yang panik memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan bergerak zig-zag di jalan menuju arah Jalan AR Hakim atau Simpang Halat.
Kejar-kejaran itu berlanjut hingga mendekati sebuah persimpangan lampu merah yang di sisi kanan terdapat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Di lokasi tersebut, sepeda motor pelaku tiba-tiba menabrak becak yang hendak menyeberang jalan. Benturan itu membuat sepeda motor pelaku oleng dan berputar arah.
Melihat situasi tersebut, pelaku justru mencoba melarikan diri dengan kembali memacu sepeda motor ke arah korban. Tabrakan pun tidak terhindarkan.
“Motor pelaku sempat menabrak becak lalu berbalik arah. Saya lihat mereka tancap gas ke arah saya sehingga kami tabrakan. Saya sempat jatuh dan terguling, tapi langsung bangkit lagi untuk mengejar mereka,” ungkapnya.
Keributan di jalan membuat warga sekitar berdatangan. Warga yang mengetahui adanya aksi penjambretan langsung ikut membantu mengejar para pelaku.
Tidak butuh waktu lama, dua pelaku berhasil ditangkap oleh warga di lokasi kejadian.
Saat pelaku diamankan, korban sempat menanyakan keberadaan gelang emas miliknya. Awalnya pelaku tidak mengakui perbuatannya.
Namun setelah warga melakukan pemeriksaan, gelang emas milik korban ditemukan di dalam kantong celana salah satu pelaku.
“Setelah diperiksa warga, gelang saya ditemukan di kantong celana pelaku dan langsung dikembalikan kepada saya,” jelasnya.
Selain gelang emas, tas dan telepon genggam milik korban yang sempat terjatuh juga berhasil ditemukan warga di sekitar lokasi kejadian.
Emosi warga yang tersulut membuat kedua pelaku sempat dihajar massa hingga babak belur. Informasi yang diperoleh menyebutkan kedua pelaku diketahui merupakan residivis kasus serupa.
Sementara itu, korban mengalami luka dan sempat mengeluarkan darah akibat terjatuh di jalan saat mengejar pelaku.
Tidak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membawa para pelaku guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Setelah kejadian, korban dibantu warga meninggalkan lokasi dan menuju Rumah Sakit Madani menggunakan becak untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saya dibantu warga naik becak menuju RS Madani,” kata Tuti.
Korban juga berencana membuat laporan resmi ke Polsek Medan Area setelah kondisinya membaik.
Aksi keberanian Tuti Hutabarat pun mendapat perhatian warga sekitar karena dinilai nekat mengejar pelaku penjambretan hingga berhasil menggagalkan aksi kejahatan tersebut.(Red)


