DETEKSI.co-Serdang Bedagai, Kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Sumatera Utara menjadi sorotan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Kabupaten Serdang Bedagai. Organisasi tersebut meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki penyebab kelangkaan bahan bakar yang mengakibatkan antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Ketua DPD AJH Kabupaten Serdang Bedagai, Azwen Fadley, SH, mengatakan kondisi antrean kendaraan tidak hanya terjadi di Kota Medan, tetapi juga terlihat di sepanjang Jalan Lintas Sumatera mulai dari wilayah Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi hingga daerah lainnya.
Menurutnya, antrean kendaraan yang mengular di SPBU telah memicu kemacetan total di sejumlah ruas jalan. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat yang mengantre membeli BBM, tetapi juga pengguna jalan lainnya yang terjebak kemacetan.
“Dari pantauan rekan-rekan juang AJH, antrean panjang terjadi di berbagai wilayah. Banyak masyarakat mengeluhkan kondisi ini,” kata Azwen didampingi Sekretaris DPD AJH Kabupaten Serdang Bedagai, Haris Fauza, Kamis (16/7/2026).
AJH Minta APH Selidiki Dugaan Penyimpangan
Kelangkaan BBM yang berlangsung selama beberapa hari terakhir, menurut Azwen, telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain antrean panjang di SPBU, harga BBM yang dijual secara eceran juga dilaporkan mengalami kenaikan sehingga semakin membebani warga.
Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung terhadap nelayan, petani, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja dan beraktivitas.
Karena itu, DPD AJH meminta Aparat Penegak Hukum mengusut apabila ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proses distribusi BBM.
“Kami meminta Aparat Penegak Hukum mengusut apabila terdapat indikasi penyimpangan distribusi, penimbunan ataupun praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi,” tegas Azwen.
AJH Pertanyakan Penjelasan Pertamina
Sekretaris DPD AJH Kabupaten Serdang Bedagai, Haris Fauza, juga mempertanyakan penyebab kelangkaan Pertalite yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, apabila di ruang publik disampaikan bahwa stok BBM aman, namun fakta di lapangan menunjukkan antrean panjang hampir di setiap SPBU, maka masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang jelas dan terbuka.
Haris menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab sebenarnya dari terganggunya distribusi BBM.
Soroti Informasi Hambatan Distribusi
DPD AJH juga menyinggung informasi yang beredar mengenai rapat virtual yang melibatkan Hiswana Migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Polda Sumatera Utara, serta pihak Pertamina.
Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa hambatan distribusi BBM dipicu persoalan teknis operasional berupa pergantian sejumlah pengemudi mobil tangki yang berdampak terhadap proses penyaluran BBM ke SPBU.
Namun, Haris menilai penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat.
“Informasi ini terkesan akal-akalan. Masyarakat sekarang tidak lagi bodoh. Yang dibutuhkan publik adalah fakta yang sebenarnya,” ujarnya.
Minta Pemerintah Terbuka kepada Masyarakat
AJH berharap pemerintah bersama instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kelangkaan BBM agar tidak memunculkan spekulasi maupun kepanikan di tengah masyarakat.
Menurut organisasi tersebut, masyarakat memiliki hak memperoleh pasokan BBM sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, pemerintah diminta memastikan distribusi berjalan normal serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum dalam proses penyaluran BBM.
“Negara harus hadir memastikan distribusi berjalan lancar. Apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka harus diproses secara tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutup Haris. (Red)


