DETEKSI.co-MESUJI, Aksi dramatis layaknya film laga terjadi di Desa Kurnia Agung, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji Lampung. Kepala Desa (Kades) Kurnia Agung, Budiyanto, bersama anaknya terlibat duel sengit dengan komplotan pencuri bersenjata api (senpi) yang menyatroni rumahnya.
Peristiwa ini terjadi pada beberapa hari lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian bermula saat Kades Budiyanto terbangun untuk melaksanakan salat malam. Usai beribadah, ia mendapati pintu dapur rumahnya sudah dalam keadaan terbuka dan motor miliknya telah raib.
“Saya langsung bangunkan anak saya dan mengecek ke belakang, ternyata motor sudah hilang. Saya lari ke depan dan melihat lampu motor ke arah Desa Way Puji. Tanpa pikir panjang, saya ambil motor lain dan mengejar pelaku,” ungkap Budiyanto menceritakan detik-detik kejadian, Senin (25/05/2026).
Pengejaran berlangsung tegang hingga ke jembatan di depan rumah warga. Kades Budiyanto nekat mengadang para pelaku dengan berdiri di tengah jalan. Motor pertama (CRF) mencoba menabraknya namun ia berhasil menghindar. Motor kedua (Beat) menyusul, dan dengan refleks cepat, Budiyanto menendang motor tersebut hingga pelaku terjatuh.
Pertikaian fisik pun tak terelakkan. Di tengah perkelahian, pelaku yang mengendarai motor CRF berhenti dan menodongkan senjata api ke arah Kades dan anaknya.
“Alhamdulillah, senjata api yang ditodongkan tidak meletus. Anak saya berteriak maling, lalu pelaku yang bawa CRF kabur. Saya kembali fokus berduel dengan pelaku yang jatuh tadi. Ternyata ada motor ketiga di belakang yang merupakan komplotan mereka, sempat pura-pura bertanya tapi langsung tancap gas melarikan diri,” tambahnya.
Pelaku yang jatuh dari motor Beat kemudian melompat ke kanal (saluran air) untuk melarikan diri. Tak mau kehilangan buruannya, Budiyanto mengejar pelaku menyusuri pinggiran kanal selama kurang lebih 30 menit menggunakan senter.
“Setelah kejar-kejaran di kanal, pelaku mulai kehabisan napas dan akhirnya menyerah. Saya amankan dengan dibantu Kepala Desa Way Puji dan warga Sidang Way Puji, lalu dibawa ke rumah saya,” jelasnya.
Satu pelaku yang berhasil diringkus tersebut diketahui berasal dari OKI, Sumatera Selatan, berinisial AS(34) Tahun. Saat ini, pelaku telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan guna memburu empat pelaku lain yang berhasil melarikan diri.
Kejadian ini memicu kekhawatiran sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga sekitar. Salah satu warga mengungkapkan ketidaksangkaannya bahwa desa mereka menjadi sasaran komplotan dari luar daerah yang membawa senjata api.
“Selama ini desa kami kondusif. Dengan kejadian ini, kami akan memperketat lagi ronda malam. Kami salut dengan keberanian Pak Kades yang langsung mengejar pelaku meski ditodong senjata,” ujar seorang warga sekitar.
Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat pergerakan orang asing yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.
(Yanguji)


