Dua Anggota DPRD Medan Bantah Melakukan Penganiayaan di Hiburan Malam

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Medan, Dua oknum anggota DPRD Medan, yakni David Roni Sinaga dan Habiburrahman Sinuraya membantah melakukan penganiayaan yang dilaporkan Khalik Fazduani Abdullah ke Polsek Medan Baru atas kasus penganiyaan disebuah tempat hiburan malam di Jalan Abdullah Lubis Kota Medan.

Kasus ini, belakangan ramai pemberitaan itu, di media massa. Atas hal itu, David Roni Sinaga dan Habiburrahman Sinuraya atau yang akrab disapa Habib angkat bicara duduk permasalahan peristiwa tersebut, yang terjadi di tempat hiburan malam, pada Sabtu dini hari, 5 November 2022, sekitar pukul 03.00 WIB.

“Tentang berita-berita yang miring di luar sana. Penting saya jelaskan, saya sampaikan kronologi kejadiannya,” sebut David Roni Sinaga kepada wartawan di Kota Medan, Jumat sore, 2 Desember 2022.

David datang ke tempat hiburan malam itu, bersama Habiburrahman Sinuraya. Karena, diundang Ridho merupakan adik dari Habib, yang sedang membuat event di tempat hiburan malam tersebut.

“Saya mengahadiri acara yang mana diundang oleh adik teman saya (Habib), di tempat hiburan malam High 5 Medan , tempat live musik. Yang menghadiri event, dilakukan adik saya, teman saya untuk mensupport acara itu,” jelas David.

David merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu, menjelaskan dengan datang acara ke tempat hiburan malam itu, bersama keluarganya untuk menghadiri event. Bukan, mabuk atau pesta minuman keras.

“Saya datang ke live musik itu, bersama istri saya, adik kandung saya, kakak kandung saya. Artinya, saya datang bersama keluarga dan saya tidak mabuk-mabukan, bukan pesta miras,” jelas David.

Usai mengahadiri acara itu, David mengungkapkan pada pukul 03.00 WIB. Dia bersama keluarga, Habib dan calon istrinya untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Habib berkata kepada Ridho (adik Habib) kau kenal yang baju coklat itu. Karena, saya di dalam mobil, ada seseorang bertemu dengan habib dan memaki habib. Terus Habib berkata kenapa kau maki aku bang. Lantas, kau mau apa?,” sebut David menirukan percakapan Habib.

“Karena Habib publik figur, dia mengabaikan dan tidak mau ribut. Langsung di dalam mobil, biar aku cari bang. Adik saya tetap mencari. Selang 10 menit kemudian terjadi keributan. Saya dan Habib turun dari mobil, setelah kita telusuri namanya Khalik cekcok. Mereka memukul adik saya dan kemudian membalas,” kata David.

Kemudian, David dan Habib turun dari mobil bersama keluarganya untuk melerai perkelahian tersebut. Namun, David mengaku dipukul dibagian mata sebelah kiri dan dari belakang ada juga ikut memukul. Saat itu, Khalik bersamaan beberapa temannya.

“Calon istri Habib jatuh terpental, saya juga terjatuh juga, gigi sompel. Lalu, Khalik melarikan diri, naik mobil hitam. Setelah itu, kami ke rumah sakit, karena calon istri Habib di infus dan visum. Beberapa hari kemudian, saya bilang sama Habib tidak perlu dipermasalahkan,” kata David.

Beberapa hari kemudian, David ditelpon temannya mengatakan mereka dilaporkan ke Polsek Medan Baru.”Jadi, kami diskusikan dengan mediasi dan cari yang baik. Kita publik figur, wakil rakyat. Kita berdamai saja, tidak ada unsur sengaja dan mau perang,” kata David.

Singkat cerita, David mencari tahu siapa Khalik untuk melakukan mediasi. Karena, mediasi David mengungkapkan berarti pihaknya bersalah dalam peristiwa itu. Namun, tidak mau ribut hingga jadi perhatian media massa.

“Kami mendekati kerabat Khalik untuk mediasi, tidak usah diributkan. Saya pastikan, saya difitnah. Saya dipukul, jangan saya diciptakan kondisikan. Kalau ini, kasus lanjut, tidak mau digoreng kemana-mana. Ada etik baik kita,” kata David.

Setelah dilaporkan ke polisi, pada tanggal 21 November 2022. Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP. Martua Manik menelpon David. Bahwa Khalik bersama kuasa hukumnya, mau berdamai. Tapi, meminta uang damai sebesar Rp 3 miliar

“Tanggal 21 November 2022, ada menyampaikan kepada pihak kepolisian, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, kalau mereka mau damai, kami minta uang cabut laporan sebesar Rp 3 miliar,” sebut David.

Karena tidak ada titik temu untuk mediasi, David bersama Habib membuat laporan ke Polrestabes Medan melaporkan kembali Khalik Fazduani Abdullah. Sehingga penyelesaian permasalahan biar dilakukan secara hukum saja.

“Saya menyampaikan kepada Kanit Reskrim. Kalau seperti itu, kami siap menempuh jalur hukum. Angka diminta dia (Khalik) tidak wajar. Saya sudah kena cipta kondisi, difitnah dan diperas,” kata David lagi.

Sementara itu, Habiburrahman Sinuraya mengungkapkan dirinya juga dihubungi oleh Penasehat Hukum (PH) Khalik melalui telpon seluler untuk membicarakan soal uang perdamaian.

“Dalam rekaman itu, bertanya sudah dengar, PH ngomong. Yang diminta Khalik, yang Rp 3 Miliar. Kalau kalian, tidak sanggup berapa dari kalian. Tapi, jangan kalian sampaikan kemana-mana. Akan menjatuhkan citra si Khalik. Saya jawab, jangan segitu lah. Kalau Rp 100 juta atau Rp 150 juta gimana bang. Saya pancing, kami tidak mukul bang,” ucap Habib.

“PH bertanya, kalau Rp 150 juta per orang atau kalian bertiga?. Kami bertiga lah, tidak ada mukul. Jangan segitu lah, saya dibayarkan lebih segitu, untuk memasukkan kalian sampai jadi tersangka,” jelas Habib.

Habib mengungkapkan sampai detik ini, dirinya belum pernah jumpa atau berkomunikasi langsung dengan Khalik untuk membicarakan mediasi tersebut. Tapi, PH Khalik yang aktif berkomunikasi dengan Habib.

“PH Khalik berbicara, Kami tidak kemana-mana, kalau begitu. Kami flow up lah ke media ini. Tanggal 27 November 2022, menelpon. Kalau tidak Rp 3 Miliar. Si Khalik tidak mau segitu. Tanggal 28 November 2022 naik lah di media,” kata Habib.

Terpisah, Kuasa Hukum Khalik, Hamdani Parinduri belum bisa dikonfirmasi terkait permintaan uang damai sebesar Rp 3 miliar.”Nanti aku kabari ya, aku masih ada acara,” sebut Hamdani saat dikonfirmasi wartawan. (Irwan)