HNSI Apresiasi TNI-AL terkait 5 Nelayan Sumut Akhirnya kembali Keluarga

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

Deteksi.co – Belawan, Sesuai Pemberitaan sebelumnya tentang 5 Nelayan asal Deliserdang Provinsi Sumut  yang mengalami kecelakaan di Selat Malaka yang akhirnya dapat diselamatkan dan kembali kepada  keluarganya, Minggu (5/7/2021).

Ke 5 para Nelayan tersebut masing masing :
1. Dedy, ( 36 )
2. Shahjemi, (18 )
3. Tawakkal, (16 )
4. Faisal, ( 35 )
5. Mohd Reza, (14 )

Berangkat ke laut (Selat Malaka)  tanggal 25 Juni 2021dengan  menggunakan kapal ikan 5 GT.
Kemudian tanggal 2 Juli 2021 sekira pukul 02.00 WIB kapal ikan yang mereka naiki tenggelam akibat karena cuaca buruk.
Kelima Nelayan tersebut menggantungkan tubuhnya pada drum ikan untuk bertahan menyelamatkan diri.
Kemudian pada tanggal 2 Juli 2021 sekira pukul 12.00 WIB, kelima Nelayan tersebut telah diselamatkan oleh satu Kapal Ikan berbendera Malaysia, kemudian kapal ikan berbendera Malaysia tersebut, menurunkan ke 5 Nelayan Indonesia tersebut di sekitar Perairan Pulau Jarak, Malaysia, sekitar 10 jam ke 5 Nelayan terapung 2 di laut.

Kemudian sekitar pukul 14.35 WIB petugas penjaga stasiun pengawas di Pulau Jarak telah memonitor 5 orang yang tidak dikenal berenang mendekat stasiun pengawas dan kemudian naik ke darat.

Hasil koordinasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia bahwa kelima WNI Nelayan asal Indonesia akan dipulangkan dengan menggunakan unsur gelar dari Koarmada I yaitu KRI Kerambit-627 yang akan bertemu dengan unsur dari APMM Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia Perak yaitu KM. Tugau.

Akhirnya KRI Kerambit-627 membawa ke 5 Nelayan kembali ke Pangkalan TNI-AL di Belawan untuk di Serahkan kepada keluarganya..

Atas kejadian ini kami DPD HNSI Sumut mengucapkan terima kasih kepada TNI-AL yang telah melakukan kegiatan Penyelamatan anggota kami.

Saya akan minta kepada DPC HNSI Deliserdang untuk membuat laporan kejadian ini kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang lagar mendapat perhatian lebih lanjut, ungkap Zulfahri Siagian. (usman)