DETEKSI.co – Dairi, Ketua Satgas Percepatan Program MBG Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menyerahkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memenuhi syarat.
Penyerahan SLHS disaksikan Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Dairi Pahlawan Nasution, Camat Sidikalang Mawardi Tumangger, dan lainnya di Aula di Aula SMK Negeri 1 Sidikalang, Jumat (22/5/2026).
Sebagaimana dikutip dari portal Pemkab Dairi, 10 SLHS yang telah terbit, masing-masing untuk SPPG Bulu Duri, SPPG Tanah Pinem Desa Harapan, SPPG Dairi Lau Sireme, SPPG Tigalingga, SPPG Dairi Batang Beruh 2, SPPG Dairi Huta Rakyat, SPPG Dairi Lae Nuaha, SPPG Dairi Sidikalang 3, SPPG Dairi Tanah Pinem Kutabuluh, SPPG Dairi Lau Bagot.
Ketua Satgas yang juga Wakil Bupati Dairi, dalam acara penyerahan SLHS mengatakan, program MBG sebagai program strategis nasional dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi masyarakat dalam pelaksanaannya harus memperhatikan aspek penting yakni keamanan pangan dan higienitas.
Disebutkan, SLHS bukan saja dokumen administrasi, melainkan bentuk jaminan bahwa proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.
Wahyu Daniel Sagala mengapresiasi kerja keras Dinas Kesehatan dalam melakukan pembinaan, pendampingan, inspeksi kesehatan lingkungan, hingga penerbitan SLHS bagi penyelenggara program MBG.
“Tantangan ke depan tidak hanya pada legalitas dan standar layanan, tetapi juga pada peningkatan cakupan penerima manfaat, khususnya Kelompok 3B SPPG. Untuk itu diperlukan strategi yang terintegrasi, kolaboratif, dan tepat sasaran,” kata Wahyu.
Wahyu juga menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama diantaranya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, sekolah, pemerintah desa, dan pengelola SPPG.
Kemudian, memastikan validitas dan pemutakhiran data penerima manfaat agar program tepat sasaran, pendampingan dan pemenuhan persyaratan SLHS bagi seluruh penyelenggara MBG secara berkelanjutan, serta mendorong inovasi pelayanan dan optimalisasi potensi lokal dalam penyediaan bahan pangan pada MBG guna meningkatkan perekonomian di Kabupaten Dairi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik menyampaikan, jumlah SLHS yang terbit sebanyak 10 SPPG dari 36 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Dairi termasuk 1 SPPG yang sedang disuspend.
Sementara jumlah penerima manfaat berdasarkan data dari SPPG se Kabupaten Dairi, jumlah penerima manfaat sebanyak 72.913 orang, terdiri dari 69.086 orang kelompok anak sekolah dan 3.827 orang kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, Balita).
Henry Manik juga mengatakan, telah dilakukan pemeriksaan laboratorium makanan, minuman, dan peralatan makanan terhadap 18 SPPG, sedangkan untuk yang 8 SPPG pemeriksaannya direncanakan minggu depan.
Kemudian berdasarkan data dari Puskesmas, jumlah sasaran kelompok 3B terdiri dari Ibu hamil sebanyak 1.630 orang, Ibu menyusui sebanyak 4.458 orang, dan Balita yang tidak sekolah PAUD sebanyak 16.948 orang, namun keseluruhannya elum terlayani program MBG.
Untuk jumlah yang telah terlayani pada kelompok 3B, terdiri dari Ibu hamil sebanyak 303 orang (18,59%), Ibu menyusui sebanyak 707 orang (15,86%), Balita yang tidak sekolah PAUD sebanyak sebanyak 2.817 orang (16,62%). (NGL/JLO)


