spot_img
spot_img
Beranda HEADLINE Menhut Tegaskan Petani Aman, Tanam Mangrove Tak Hilangkan Lahan Tambak

Menhut Tegaskan Petani Aman, Tanam Mangrove Tak Hilangkan Lahan Tambak

0
120
Tangkapan nlayar Video saat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaiakan prihatin saat Bencana Sumatra
Tangkapan nlayar Video saat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaiakan prihatin saat Bencana Sumatra

DETEKSI.co-Jakarta, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan petani tidak akan kehilangan lahan tambaknya meskipun ikut menanam mangrove di area milik mereka. Pemerintah memastikan tidak ada pengambilalihan lahan milik masyarakat dalam program penanaman mangrove.

Penegasan tersebut disampaikan Menhut Raja Juli Antoni saat berdialog langsung dengan kelompok tani tambak di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (7/2). Dialog ini digelar untuk menjawab keresahan petani terkait status kepemilikan lahan tambak.

Isu pengambilalihan tambak oleh pemerintah disebut Raja Juli sebagai hoaks. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan menyesatkan masyarakat.

Menurut Raja Juli, pemerintah justru berkepentingan memberikan kepastian hukum atas lahan yang dikelola petani. Negara tidak memiliki niat mengambil alih tambak yang ditanami mangrove oleh masyarakat.

Dalam dialog itu, Raja Juli juga mengungkapkan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN. Ia pernah terlibat langsung dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat secara massal.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Utara serta jajaran terkait untuk mengidentifikasi tambak-tambak milik petani yang belum bersertifikat, sedang dalam proses pengajuan, atau sertifikatnya sudah terbit namun belum diambil.

Sertifikat lahan disebut sebagai perlindungan hukum paling penting bagi petani. Tanpa sertifikat, menurut Raja Juli, justru ada potensi lahan dikuasai pihak lain yang memiliki legalitas formal.

Ia mengimbau petani untuk terus menguasai lahan secara fisik, memanfaatkan tambak secara produktif, serta segera mengurus sertifikat sebagai bentuk perlindungan hak kepemilikan.

Raja Juli juga menilai penanaman mangrove di area tambak merupakan praktik terbaik yang memberikan manfaat langsung bagi petani. Mangrove dinilai mampu menjaga keseimbangan lingkungan tambak dan meningkatkan hasil produksi.

Hal tersebut diperkuat oleh pengalaman seorang petani bernama Herman, yang merasakan peningkatan produktivitas tambaknya setelah menanam mangrove di sekitar area budidaya.

Menurut Raja Juli, tambak tanpa mangrove berisiko mengalami penurunan kualitas lingkungan. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses alam, termasuk penyerapan karbon, yang berdampak pada menurunnya hasil tambak dalam jangka panjang.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan juga melakukan penanaman mangrove dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia. Kegiatan penanaman dilakukan bersama masyarakat setempat.

Penanaman mangrove turut dihadiri Head of Development Cooperation and Counsellor Embassy of Canada to Indonesia, Alice Birnbaum, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, serta jajaran Kementerian Kehutanan.

Pemerintah berharap kolaborasi antara petani dan negara dalam menjaga ekosistem mangrove dapat berjalan berkelanjutan tanpa mengorbankan hak kepemilikan lahan masyarakat.(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini