Promosi Pariwisata Bintan Dikritik, Bane Raja Manalu Desak Strategi Digital dan Ikon Daerah Diperkuat

DETEKSI.co-Bintan, Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu, menilai promosi pariwisata Bintan belum digarap secara maksimal. Ia mengkritisi lemahnya strategi konten digital, minimnya perhatian terhadap identitas khas daerah, serta belum meratanya dukungan promosi dari pemerintah pusat.

Promosi pariwisata Bintan menjadi sorotan saat Bane Raja Manalu mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Kabupaten Bintan, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempatan itu, politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut meminta Kementerian Pariwisata mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat promosi destinasi wisata Bintan.

Menurut Bane, promosi wisata saat ini harus menyesuaikan pola konsumsi informasi masyarakat di media sosial. Ia menilai video promosi yang menarik harus mampu memikat perhatian penonton hanya dalam hitungan detik.

Ia menjelaskan, tiga detik pertama menjadi waktu paling menentukan apakah seseorang akan melanjutkan menonton atau langsung melewati sebuah video di platform digital seperti Instagram.

“Cukup tiga detik orang sudah langsung menentukan, oke atau tidak. Lebih dari tiga detik tidak menarik, orang akan skip. Itu sebabnya di Instagram perhitungan views juga dilihat dari tiga detik pertama,” ujar Bane.

Karena itu, ia meminta Kementerian Pariwisata membantu pemerintah daerah memproduksi materi promosi yang mengikuti karakter media sosial saat ini sehingga lebih efektif menjangkau calon wisatawan.

Bane juga membandingkan keseriusan promosi pariwisata di negara tetangga. Ia mencontohkan Johor Bahru, Malaysia, yang telah menyiapkan kampanye wisata untuk tahun 2026 sebagai bagian dari strategi meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata.

Menurutnya, Indonesia perlu menunjukkan keseriusan yang sama agar destinasi wisata di berbagai daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

Selain itu, Bane mengkritik kebijakan promosi pariwisata nasional yang dinilainya masih terlalu terfokus pada Bali. Ia menilai banyak daerah potensial, termasuk Bintan, belum memperoleh perhatian promosi yang seimbang meski memiliki posisi geografis yang strategis karena berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

“Masa Bali lagi, Bali lagi. Saya sebagai orang Sumatera juga marah kalau setiap saat yang dipromosikan hanya Bali. Bali saja sebenarnya sudah tidak perlu dipromosikan lagi karena sudah dikenal luas,” tegasnya.

Bane mempertanyakan sejauh mana keseriusan Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan Bintan. Ia meminta kementerian menunjukkan langkah konkret, termasuk materi promosi atau video kampanye yang secara khusus dibuat untuk memperkenalkan daerah tersebut.

Menurutnya, kunjungan kerja DPR bersama kementerian tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan tindak lanjut yang nyata bagi pengembangan sektor pariwisata daerah.

Selain membahas promosi wisata, Bane juga mendorong kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian UMKM dalam meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah di Bintan.

Ia menilai banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun masih membutuhkan sentuhan desain kemasan yang lebih menarik agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, talenta kreatif yang dimiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dapat dilibatkan untuk membantu pelaku UMKM memperbaiki tampilan produk sehingga memiliki nilai tambah.

Di sisi lain, Bane menekankan pentingnya Kabupaten Bintan memiliki satu produk atau ikon khas yang mudah dikenali sebagai identitas daerah. Kehadiran produk unggulan dinilai akan memperkuat strategi promosi sekaligus membedakan Bintan dari destinasi wisata lainnya.

Ia mencontohkan durian sebagai salah satu komoditas yang berpotensi menjadi identitas khas Bintan. Menurutnya, produk tersebut dapat didaftarkan sebagai Indikasi Geografis melalui Kementerian Hukum agar keaslian dan keunggulannya memperoleh perlindungan hukum.

“Kalau memang champion-nya Bintan misalnya durian yang spesial, itu bisa masuk ke Kementerian Hukum untuk pendaftaran Indikasi Geografis sehingga daerah lain tidak bisa sembarangan mengklaim produk serupa lebih unggul,” jelasnya.

Bane berharap seluruh masukan yang disampaikan dalam kunjungan kerja tersebut benar-benar ditindaklanjuti oleh kementerian terkait. Ia menilai penguatan promosi digital, pengembangan identitas daerah, dan peningkatan kualitas produk UMKM akan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pariwisata serta perekonomian masyarakat Bintan. (Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']