Mengelola Limbah, Mas Untung membawa Keberuntungan Warga

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co -Batu bara, Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH mengunjungi pengelolaan limbah milik Untung 35 tahun, usaha digelutinya membawa keberuntungan bagi warga masyarakat Desa Kuala Tanjung, Kec. Sei Suka, Kab. Batu bara, Rabu (15/9/2021) sore.

Untung menjadi salah seorang pengusaha ternak yang sangat menginspirasi masyarakat di seputaran linkungan Desa Kuala Tanjung khususnya, Untung yang saat itu mencoba mengelola limbah sampah organik menjadi pakan Ikan dan Unggas, melakukan uji coba pembuatan Pelet dari sampah yang membusuk dan dijadikan Pakan untuk ternak itik dan ikan lele ternyata membuatnya berasil memangkas biaya pakan ternaknya hingga lebih dari 50%, biaya ongkos yang di keluarkanya.

Dua kali lipat irit, Limbah organik yang ia jadikan makanan ulat yang disebut manggo dengan produksi campuran dedak padi menjadikanya keberuntungan yang berlipat kali ganda.

Di jelaskan Mas Untung kepada deteksi.co, dalam pengelolaan limbah sampah organik awalnya saya melihat tumpukan sampah yang membusuk dan sangat bau di setiap jalan pasar yang ada di seputaran pasar tradisionil milik warga di daerahnya, lantai saya melihat Ulat manggo yang di makan ternak unggas warga, lantas saya mencoba membudidayakan ulat manggo tersebut menjadi banyak dengan memelihara sefeces lalat biasa di sebut masyarakat lalat tentara hitam, Ternyata sangat gampang dan mudah dan membuahkan hasil positif, perkembangan ulat manggo sangat cepat dengan hasil panen pakan untuk ikan dan unggas ini.

Dalam 20 hari kita sudah bisa memanen ulat manggo tersebut, Dan untuk pakan Ikan lele Gurami, Mas Untung khususnya air tawar sangatlah baik, protein dari ulat tersebut membuat hasil panen sangat cepat, Dua bulan ikan yang kita ternak sudah dapat di panen dengan sekitaran 8 Ekor perkilo gram nya.

Menurut saya, Langkah seperti ini sangat baik untuk di kembangkan kepada masyarakat agar dapat menambah hasil perekonomian di masa Pandemi Covid 19 ini.

Modal utama adalah Bibit dan tempat ( kolam ), Kalau dahulu yang kita takut kan adalah pakan, saat ini pakan untuk Ikan dan Unggas tidak usah di khawatirkan karena tanpa modal apa pun kita sudah bisa menciptakan pakan dari limbah yang ada di sekitar kita, seperti daun daunan, sayuran busuk maupun pelepah pisang dan banyak lagi sampah organik yang kita bisa jadikan Pakan.

Ini semua saya lakukan untuk masyarakat Indonesia agar tak ada lagi pengangguran di wilayah kita dan dapat melakukan keuntungan besar kepada masyarakat.

Untung ( 35 ) juga mengatakan kalau dirinya akan bergabung bersama Komunitas Sedekah Jum’at ( KSJ ) dalam mengedukasi para anak Yatim dan Piatu serta masyarakat di Kampung sedekah yang di dirikan KSJ di Desa Petatal yang kemarin di resmikan Gubernur Sumut, Saya akan menjadikan motivator dalam mengedukasi di masyarakat kampung Sedekah yang di bina langsung Bapak Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan SH.MH, ungkapnya.

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan SH.MH dalam kunjungannya ke usaha Untung menjelaskan ” Ini sangat baik untuk kita ikuti, Dimana masa Pandemi Covid 19 ada sosok pemuda menginspirasi dan bisa membuka peluang kerja kepada seluruh masyarakat serta usaha masyarakat mandiri.

Kalau saja masyarakat akan banyak yang melakukan seperti Untung ini, dapat di pastikan Kamtibmas yang ada di seluruh daerah akan menjadi sangat aman, pastinya tak banyak lagi pengangguran dan masyarakat akan sejahtera dengan melakukan usaha mandiri juga dapat mempekerjakan masyarakat, seperti mas Untung yang membawa keberuntungan kepada masyarakat.

Nantinya akan tumbuh untung untung yang sukses seperti mas Untung sekarang ini, yang sekarang saya ketahui memiliki 20 karyawan kerja dengan memproduksi Pakan ternak Ikan dan Unggas.

Saya akan mendukung penuh masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan pada masa sesulit ini dan saya siap menjadi pembina di kab. Batu bara kepada masyarakat yang ingin melakukan hal yang sama seperti mas Untung, ujarnya. ( Boim )