Bripka Suyetno Bhabinkamtibmas Kreatif di Polres Batu bara

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co – Batu bara, Di masa Pandemi Covid-19 yang teramat membuat sulit masyarakat dengan terpuruknya berbagai Aspek Ekonomi Baik Petani maupun Perkebunan, membuat masyarakat susah mengkais rezeki.

Ditengah tengah keterpurukan ekonomi, hadir sosok seorang Bhabinkamtibmas yang membuat terobosan baru dengan praktisnya membudidayakan Ulat Magot menjadi Makanan ternak dari Unggas ikan sampai ke Tanaman Keras pun bisa.

Saat Kru media deteksi.co melakukan kebenaran apa benar yang di Ciptakan Bripka Suyetno tentang Budidaya Ulat Magot dan Limbah sisanya pada Kamis ( 2/12/2022 ) sore. Team Kru media melihat kebenaran dan Praktisnya membudidayakan. Ulat Magot hingga menjadi berguna untuk Pakan Ternak Pertanian juga perkebunan, dan Menggambarkan akan bisa menjadi sangat berguna bagi banyak manfaat peternakan juga perkebunan khususnya Kab. Batu bara yang masyarakatnya hampir seluruhnya adalah Pekebun dan Petani .

Bripka Suyetno menjelaskan saat ini dirinya memiliki Lahan untuk membudidayakan Ulat Magot sebesar setengah Hektar dan dirinya di bantu 6 orang pekerja yang sehari hari membudidayakan Pupuk Magot serta Ulat Magot itu sendiri.

Bribka Suyetno juga mengatakan kalau kami selain menjual Bahan Magot seperti Pakan ternak maupun Pupuk Kami juga beternak dan berkebun Dan hasil nya sangat memuaskan, lebih dari 70 % saya dapat memangkas anggaran pakan dan Pupuk dari biasanya yang di gunakan untuk dana awal menanam ubi maupun Sawit, kalau kita lihat hasil yang di hasilkan panen dengan menggunakan Pupuk kompos Magot sangat memuaskan bisa lebih baik dari pupuk awal yang kami pakai.

Saat ini saya keliling, mengajak masyarakat petani dan peternak agar ikut menggunakan dan membudidayakan ulat Magot agar bisa menjadikan Desa di Daerah kami sejahtera dan di sini kita hanya memakai bahan dasar Limbah sawit yang ada di sekitar kita, ungkapnya.

Di akui salah seorang Penduduk Desa, Paisal 50 tahun yang memakai Pupuk Kompos Magot, mengatakan awalnya saya hanya coba coba membeli Pupuk Kompos Magot, karena saya lihat sangat murah di jual hanya Rp 15. 000 per 25 Kg, Semetara kalau saya beli pupuk yang saya pakai biasa Itu sampai Rp 185.000, Namun saya lihat ini sangat baik di berikan ke tanaman Kebun Ubi dan Sawit saya hingga saya sekarang bisa membeli lahan yang lebih besar lagi sejak mempergunakan pupuk Kompos Magot tersebut. Hasilnya pun sangat memuaskan, tandas masyarakat pengguna Kompos Magot. ( Boim )