Pemkab Pakpak Bharat Gunakan Fingerprint, Pegawai Nakal Masih Bisa Manipulasi Absensi

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

DETEKSI.co – Pakpak Bharat, Absensi (daftar hadir) pegawai bisa saja dimanipulasi sekalipun telah menggunakan Fingerprint. Hal itu diterangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemkab Pakpak Bhareat, Aryanto Tinambunan kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (3/12/2021).

Teknologi yang digunakan masih punya celah dan kelemahan, maka kehadiran ASN di kantor tidak serta merta diyakini berdasarkan data yang terekam dalam sistem, namun juga harus dipastikan kepada kasubbag umum dan Kepegawaian di unit kerja masing-masing.

Aryanto menyebut pengisian daftar hadir menggunakan fingerprint telah diterapkan di Pakpak Bharat sejak kepemimpinan Bupati Remigo Yolando Berutu. Sarana dimaksud tersedia disejumlah kantor OPD, namun ada juga yang mempergunakan android.

“jika menggunakan android , pegawai yang bersangkutan harus berada di titik tertentu pada lokasi kantor agar terhubung ke sistem, sehingga tidak bias diakses dari sembarang tempat”, jelasnya.

Setiap personel memiliki user name dan password tersendiri . Namun jika berniat untuk curang atau bertindak nakal, bisa saja password diberikan kepada orang lain untuk mengisi absensi.

”Akan berbeda jika mempergunakan sistem face recognition system (sistem pengenalan wajah). Pada pola ini, sistem akan menolak jika wajah tidak sesuai”, jelasnya.

Yang dipergunakan saat ini, sistem tidak menolak gambar siapapun yang dimasukkan di ponsel. Termasuk jika yang digunakan foto lama atau gambar apapun. Hal sedemikian memungkinkan absensi seseorang diisi oleh orang lain dengan memberikan PIN.

Seorang ASN di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyebut, sistem absensi yang digunakan di OPD tersebut tak ubahnyaseperti kartu ATM. Kalau kode PIN diberi, siapapun bisa memakainya.

Kalau user name dan pasword diserahkan ke orang lain, bisa saja absensinya diisi orang lain. Jelasnya.
Namun, perempuan itu menolak berkomentar dan memilih pergi, saat ditanyakan kehadiran seorang oknum ASN di unit kerja dimaksud.

“Bukan ranah saya, tanyakan saja kepada pak Kasubbag Umum dan Kepegawaian”, sebutnya sembari berlalu.

Sementara, Hery Berutu, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan belum berhasil ditemui karena sedang sibuk di ruang ULP.

Sekretaris Dinas Perpustakaan, Tages Purba belum bisa diminta tanggapan. Menurut staf, Tages tidak masuk. (NGL)