DETEKSI.co-Bali, Indonesia dipercaya menjadi co-host penyelenggaraan Konferensi International Association of Women Police (IAWP) 2026 yang akan berlangsung di Bali pada 20–24 September 2026. Forum internasional bergengsi ini akan mempertemukan Polisi Wanita (Polwan), pimpinan kepolisian, serta praktisi penegakan hukum dari berbagai negara dalam satu wadah kolaborasi global.
IAWP 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus menunjukkan komitmen dalam mendukung peran perempuan di sektor keamanan dan penegakan hukum.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti konferensi dan diskusi profesional, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan yang dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota komunitas kepolisian dunia.
Salah satu agenda yang diprediksi menjadi perhatian utama adalah Parade of Nations. Dalam kegiatan ini, delegasi dari berbagai negara akan berjalan bersama menampilkan identitas budaya masing-masing dalam sebuah parade yang mencerminkan keberagaman, persatuan, dan solidaritas antarbangsa.
Parade tersebut menjadi simbol kuat bahwa perbedaan latar belakang budaya tidak menghalangi terjalinnya kerja sama internasional dalam mendukung peningkatan kapasitas perempuan di bidang kepolisian dan keamanan.
IAWP 2026 juga menghadirkan kegiatan peduli lingkungan melalui program penanaman mangrove. Seluruh peserta akan diajak berpartisipasi dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama komunitas kepolisian dunia dalam menjaga bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Selain agenda profesional dan lingkungan, panitia juga menyiapkan malam kebudayaan bertajuk Bhinneka Tunggal Ika Night. Acara gala dinner ini dikemas sebagai ruang pertukaran budaya yang mempertemukan peserta dari berbagai negara dalam suasana persahabatan.
Dalam kegiatan tersebut, delegasi dapat memperkenalkan budaya negaranya masing-masing sekaligus menikmati kekayaan budaya Indonesia yang ditampilkan secara khusus di hadapan tamu internasional.
Ketua Panitia IAWP 2026 Indonesia, Brigjen Pol. Nurul Azizah, menegaskan bahwa konferensi ini memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar pertemuan rutin organisasi internasional.
Menurutnya, IAWP 2026 merupakan kesempatan untuk memperkuat solidaritas global sekaligus menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keamanan dan membangun kepercayaan masyarakat.
“IAWP 2026 bukan hanya sebuah konferensi, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi Polisi Wanita dunia. Melalui forum ini, kita meneguhkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan keamanan, membangun kepercayaan masyarakat, serta menjadi agen perubahan di tingkat nasional maupun global,” ujar Brigjen Pol. Nurul Azizah.
Ia menambahkan, Indonesia merasa terhormat dapat menyambut para delegasi dari berbagai negara di Bali untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerja sama profesional lintas negara.
Melalui penyelenggaraan IAWP 2026, Indonesia berharap dapat memperluas jaringan profesional Polwan dunia, memperkuat kemitraan internasional, serta mendorong lahirnya kolaborasi baru dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan global.
Keindahan alam Bali dan kekayaan budaya Indonesia juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta yang hadir.
Mulai dari konferensi internasional, Parade of Nations, penanaman mangrove, aktivitas kebersamaan, hingga Bhinneka Tunggal Ika Night, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun persahabatan dan kerja sama yang melampaui batas negara.
Dengan mengusung semangat “See You in Paradise”, Indonesia mengundang komunitas Polisi Wanita dunia untuk berkumpul di Bali, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan menciptakan kolaborasi yang akan membawa manfaat bagi penegakan hukum global di masa depan. (Ril)


