DETEKSI.co-Medan, Gerakan Sedekah Jumat yang digagas Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) bersama para jurnalis dari berbagai media di Kota Medan kembali menuai apresiasi. Aksi sosial yang rutin membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu itu dinilai mampu menginspirasi banyak pihak untuk ikut menebarkan kepedulian.
Apresiasi tersebut disampaikan tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua salah satu organisasi kepemudaan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Bung Panji, saat menyaksikan langsung kegiatan berbagi yang berlangsung pada Minggu (5/7/2026).
KSJ selama ini dikenal aktif menyalurkan bantuan sembako kepada kaum dhuafa. Melalui program Sedekah Jumat, relawan berupaya menghadirkan senyum bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Menurut Bung Panji, kegiatan yang dilakukan para jurnalis bersama KSJ menjadi contoh nyata bahwa profesi wartawan tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ia mengaku terinspirasi dengan kreativitas para jurnalis yang memanfaatkan momentum Sedekah Jumat untuk membantu warga yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan tersebut layak dicontoh oleh berbagai organisasi masyarakat.
“Saya sangat terinspirasi dengan gerakan yang dilakukan teman-teman jurnalis bersama KSJ. Saya berharap ke depan KSJ dapat berkolaborasi dengan kader-kader organisasi kami agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat,” ujar Bung Panji.
Ia menambahkan, dirinya pernah mengikuti kegiatan sedekah dari rumah ke rumah bersama KSJ. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa gerakan berbagi mampu memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sembilan jurnalis dari berbagai media terlihat mengendarai sepeda motor sambil membawa paket sembako. Mereka menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Medan untuk mencari warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Sasaran bantuan tidak ditentukan sebelumnya. Para relawan memberikan paket sembako kepada pekerja harian, pedagang kecil, ibu-ibu lanjut usia, hingga masyarakat kurang mampu yang ditemui di sepanjang perjalanan.
Salah satu penerima bantuan adalah Rodiah (65), seorang janda yang sehari-hari berjualan buku keliling. Saat dihampiri para relawan, perempuan lanjut usia itu tampak tidak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Rodiah menceritakan bahwa sejak suaminya meninggal dunia, dirinya menjadi tulang punggung keluarga. Ia masih harus menghidupi dua orang anaknya, termasuk seorang anak yang mengalami autisme.
Menurut Rodiah, hingga siang hari tidak satu pun buku dagangannya berhasil terjual. Padahal, penghasilan dari berjualan menjadi satu-satunya sumber untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya.
Ia menjelaskan bahwa buku yang dijual merupakan milik sebuah toko buku. Bersama anaknya, mereka bergantian menjajakan buku tersebut setiap hari.
“Dalam sehari kalau rezeki bagus kami bisa mendapat keuntungan sekitar Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. Kalau paling sedikit sekitar Rp15 ribu, itulah yang kami gunakan untuk makan sehari-hari,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Momen itu menjadi salah satu gambaran bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari sesama.
Sementara itu, Pendiri sekaligus Pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis SH., MH., berharap para relawan jurnalis terus memperluas gerakan kemanusiaan tersebut agar semakin banyak masyarakat yang ikut tergerak untuk berbagi.
Menurutnya, konsep kegiatan yang dikemas secara kreatif dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk melakukan aksi serupa.
“Kalau semakin banyak orang yang melaksanakan Sedekah Jumat, tentu semakin banyak pula masyarakat yang kurang mampu yang bisa terbantu,” katanya.
Gerakan sosial yang dibangun KSJ bersama para jurnalis ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bantuan sesaat, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di tengah kehidupan masyarakat. (Boim)


