DETEKSI.co – Tapteng, Untuk meluruskan informasi dan mencegah kesalahpahaman terkait banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Batang Toru, Kepala Desa Anggoli Oloan Pasaribu mengajak warga serta Babinsa mengunjungi langsung areal perkebunan kelapa sawit PT TBS dan aliran sungai di kawasan tersebut.
Banjir yang disertai kayu gelondongan beberapa waktu lalu memporak-porandakan Desa Garoga, Huta Godang, Aek Ngadol, dan Batu Horing.
Narasi yang beredar menuding aktivitas pembalakan liar dan alih fungsi lahan PT TBS sebagai penyebab kejadian.
Dampingi Sertu TN Berutu dari Koramil 04/Pinang Sori, rombongan melakukan penelusuran di lahan PT TBS (Desa Anggoli) serta melacak aliran Sungai Aek Nahombar, Sungai Sosopan, dan Sungai Garoga.
Meskipun beberapa kepala desa yang diundang tidak hadir, acara tetap diikuti perwakilan warga dari Huta Godang dan Aek Ngadol.
Berdasarkan temuan lapangan, Oloan menyatakan penebangan pohon dan longsor di hulu Sungai Aek Nahombar berada di lahan milik masyarakat, bukan perusahaan.
“Dugaan penebangan di hutan Anggoli pun dilakukan oleh warga yang hendak membuka kebun,” jelasnya.
Kesimpulan serupa diutarakan warga. Saut Martua Manalu (Huta Godang) menyatakan, “Tidak benar jika disebut kayu gelondongan dan longsor berasal dari lahan PT TBS.
Beberapa titik longsor justru di kebun masyarakat.” Heriyanto Sitompul (Aek Ngadol) menegaskan, “Pernyataan itu keliru, murni sesuai fakta yang kami temukan tanpa intimidasi atau gratifikasi,” Pungkasnya Pada Sabtu (20/12/2025) usai peninjauan lapangan.
Di akhir kegiatan, Oloan membuka kesempatan bagi siapa pun – pemerintah, TNI-Polri, hingga aktivis lingkungan – untuk melakukan pengecekan ulang.
“Saya siap memfasilitasi agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” pungkasnya. (Jobbinson Purba)


