Tawuran Bram Itam Berdarah, Remaja 16 Tahun Dibacok dan Tiga Pelaku Diamankan

DETEKSI.co-Tanjung Jabung Barat, Tawuran Bram Itam kembali memakan korban. Seorang remaja berinisial MF (16) mengalami luka serius akibat dugaan pengeroyokan dan penganiayaan menggunakan senjata tajam dalam bentrokan antar kelompok pemuda di kawasan Jembatan Sugeng, Desa Bram Itam Kanan, Kecamatan Bram Itam, Minggu (10/5/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sabetan di bagian lengan kanan, pinggang kanan, dan paha kanan. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Daud Arif Kuala Tungkal untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, jajaran Polres Tanjung Jabung Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengamanan terhadap para terduga pelaku.

Dalam penanganan kasus ini, polisi berhasil mengamankan tiga pemuda masing-masing berinisial GR (19), RA (16), dan RI (16). Ketiganya diketahui merupakan warga Kecamatan Bram Itam dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Tanjung Jabung Barat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bentrokan tersebut diduga bermula dari komunikasi antar kelompok pemuda melalui grup WhatsApp. Kelompok yang menamakan diri “Geng PG (Parit Gompong)” disebut bersepakat mendatangi kelompok pemuda Bram Itam.

Setelah berkumpul, rombongan bergerak menuju lokasi menggunakan beberapa sepeda motor. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling lempar batu dan kejar-kejaran antar kelompok di sekitar Jembatan Sugeng.

Dalam situasi kacau tersebut, korban diduga terjatuh dari sepeda motor saat berusaha melarikan diri. Korban kemudian menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pemuda yang terlibat dalam tawuran.

Petugas kepolisian yang menerima informasi langsung menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Polisi juga mengevakuasi korban ke rumah sakit, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak medis terkait proses visum.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi turut menyita dua senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah parang dan senjata tajam jenis BR atau corbek.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi tawuran berdarah itu.

Polres Tanjung Jabung Barat juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah. Polisi menilai pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah aksi tawuran remaja yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. (Red/d)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']