ACFFEST KPK Guncang Hardiknas 2026, Pelajar Diajak Lawan Korupsi Lewat Film

DETEKSI.co-Jakarta, Semangat antikorupsi menggema di Ruang Theater Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Ratusan pelajar tampak antusias menyaksikan pemutaran film pendek finalis Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Kegiatan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perpustakaan Nasional RI itu menjadi cara baru menanamkan nilai integritas kepada generasi muda melalui media film yang lebih dekat dengan kehidupan pelajar.

ACFFEST KPK tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran antikorupsi yang lebih emosional dan mudah dipahami. Film dipilih karena dinilai mampu menyampaikan pesan integritas secara kuat dan membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menegaskan pendidikan antikorupsi tidak harus selalu dilakukan di ruang kelas formal. Menurutnya, film justru menjadi media efektif untuk menjangkau generasi muda.

“Dulu koruptor termuda usianya 31 tahun, sekarang koruptor termuda usianya 22 tahun. Koruptor itu terus beregenerasi,” ujar Wawan.

Pernyataan itu menjadi peringatan serius bahwa korupsi terus berkembang dan membutuhkan langkah pencegahan sejak usia muda. Karena itu, KPK kini memperkuat pendekatan pendidikan karakter selain penindakan hukum.

Wawan menjelaskan, penegakan hukum saja tidak cukup jika tidak dibarengi pembentukan budaya integritas sejak dini. Untuk itu, KPK terus menanamkan sembilan nilai integritas yang dikenal dengan istilah JUMAT BERSEPEDA KK, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi teori di sekolah, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pelajar.

Dalam kesempatan itu, Wawan juga mendorong generasi muda memanfaatkan kreativitas untuk menyebarkan pesan antikorupsi. Ia menyebut perkembangan teknologi membuat siapa pun kini bisa membuat film tanpa biaya besar.

“Sekarang membuat film tidak harus dengan peralatan mahal. Banyak karya ACFFEST dibuat hanya dengan telepon genggam. Yang paling penting, gagasan dan pesan integritas yang disampaikan,” katanya.

Tiga film pendek finalis ACFFEST diputar dalam kegiatan tersebut. Film Sendal Bupati mengangkat isu penyalahgunaan kekuasaan dan fasilitas jabatan, bahkan dari tindakan yang terlihat sederhana.

Sementara film Tumbuhlah menampilkan perjuangan menjaga kejujuran di lingkungan yang penuh kompromi. Sedangkan Ada yang Salah dengan Cinta mengangkat pentingnya keberanian bersikap jujur dalam kehidupan remaja.

Melalui film-film tersebut, KPK berharap pesan antikorupsi dapat lebih mudah diterima kalangan muda dan tumbuh menjadi budaya hidup.

“Kami berharap semakin banyak pelajar berani menyampaikan pesan integritas lewat film dan membawa semangat antikorupsi di lingkungan sekitarnya,” tambah Wawan.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, juga menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi praktik korupsi yang semakin kompleks.

“Harapannya, adik-adik menjadi agen perubahan dan dengan lantang menyuarakan korupsi merupakan musuh kita bersama. Setidaknya, kita mampu menanamkan integritas kapan pun,” tegas Dhany.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas RI, Adriati Zein, mengatakan perpustakaan harus menjadi rumah belajar bagi masyarakat, termasuk dalam membangun karakter generasi muda.

“Mudah-mudahan pesan dari film ini dapat kita pelajari dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Adriati.

Selain pemutaran film, kegiatan ini juga memperkenalkan lebih dekat ACFFEST sebagai wadah kreatif bagi generasi muda untuk menyuarakan gerakan antikorupsi melalui karya audio visual.

Pada tahun 2026, ACFFEST kembali membuka berbagai kompetisi, di antaranya Kompetisi Film Pendek Pelajar, Kompetisi Film Pendek Vertikal K/L Pemerintah Pusat, Kompetisi ACFFEST Regional Barat Indonesia, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek, hingga Kompetisi Film Pendek Fiksi. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']