DETEKSI.co-Doral, Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran. Presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa Teheran akan menghadapi serangan yang jauh lebih berat dalam waktu dekat jika situasi tidak berubah.
Donald Trump menyampaikan peringatan tersebut melalui unggahan di platform media sosial Truth Social miliknya. Dalam pesan yang dipublikasikan Minggu (8/3/2026) waktu Indonesia Barat, Trump menyatakan bahwa Iran akan menerima hantaman militer yang sangat keras.
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras!” tulis Donald Trump dalam unggahan yang langsung memicu perhatian publik internasional.
Trump menilai sikap lunak Iran belakangan ini bukanlah langkah diplomasi yang tulus. Menurutnya, permohonan maaf Teheran kepada negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah terjadi karena tekanan militer yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Iran yang sedang dihancurkan habis-habisan kini meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Mereka berjanji tidak akan menembaki lagi, tetapi janji itu muncul karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” tulis Trump.
Lebih jauh, Trump juga memperingatkan bahwa daftar target militer bisa diperluas. Ia menyebut sejumlah wilayah dan kelompok yang sebelumnya tidak masuk dalam perencanaan operasi militer kini sedang dipertimbangkan sebagai target baru.
“Area dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan kini sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya,” tulisnya lagi melalui akun Truth Social.
Sementara itu dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas serangkaian serangan yang sempat terjadi di kawasan regional. Pezeshkian menyatakan insiden tersebut dipicu oleh miskomunikasi di dalam struktur militer Iran.
Ia juga menjelaskan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah sepakat untuk menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangga. Penangguhan itu dilakukan dengan syarat wilayah mereka tidak digunakan sebagai pangkalan untuk menyerang kedaulatan Iran.
Meski retorika perang terus meningkat, Trump menyatakan tidak ingin memperluas konflik dengan melibatkan kelompok lokal tertentu. Saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengungkapkan bahwa dirinya menolak tawaran bantuan dari pejuang Kurdi untuk menggulingkan pemerintahan Iran.
Menurut Trump, keterlibatan kelompok tersebut justru berpotensi memperumit situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini sudah sangat tegang.
“Perang ini sudah cukup rumit tanpa harus melibatkan Kurdi,” ujar Trump singkat kepada wartawan.
Pernyataan keras tersebut kembali menambah ketegangan antara Washington dan Teheran, serta memicu kekhawatiran dunia internasional mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Red)


