DETEKSI.co-Jakarta, PRABOWONOMICS INSTITUTE atau yang disingkat The Print resmi diperkenalkan sebagai lembaga nonprofit yang berperan sebagai pusat pemikiran (think tank) untuk mengembangkan dan mendorong implementasi gagasan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ini didirikan oleh Yonge Sihombing, penulis buku bertajuk Prabowonomics.
Prabowonomics Institute hadir dengan fokus utama mempercepat realisasi konsep ekonomi “Prabowonomics” melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Yonge Sihombing menjelaskan, lembaga ini mengusung konsep sinergi yang disebut GABS Yonge Theory, yakni kerja sama antara pemerintah (government), akademisi (academy), dunia usaha (business), dan masyarakat (society).
Menurut Yonge dalam petikan riulis diterima deteksi.co Senin (13/4/2026), pendekatan GABS menjadi fondasi penting agar gagasan ekonomi Presiden Prabowo tidak hanya berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan secara konkret dan terukur di lapangan, je
PRABOWONOMICS INSTITUTE juga memiliki visi yang jelas, yakni mendorong terwujudnya gagasan ekonomi Prabowonomics secara menyeluruh dalam kebijakan nasional.
Untuk mencapai visi tersebut, lembaga ini menjalankan sejumlah misi strategis. Di antaranya mengumpulkan, menjelaskan, hingga menyebarluaskan gagasan Prabowonomics kepada publik. Selain itu, The Print juga bertugas menerjemahkan dan memformulasi konsep tersebut menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah.
Baca berita sebelumnya: Piagam Tapanuli 2026 Diumumkan, 112 Tokoh Terima Penghargaan Bergengsi
https://deteksi.co/piagam-tapanuli-2026-diumumkan-112-tokoh-terima-penghar/
Tidak hanya berhenti pada tahap perumusan, lembaga ini juga berperan dalam menyampaikan rekomendasi kebijakan langsung kepada Presiden Prabowo, sekaligus melakukan monitoring terhadap implementasinya di lapangan.
PRABOWONOMICS INSTITUTE menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional berjalan sesuai dengan konsep Prabowonomics yang telah dirancang sejak masa kampanye.
Istilah “Prabowonomics” sendiri sengaja digunakan untuk menegaskan karakter dan pendekatan khas kepemimpinan Presiden Prabowo, sekaligus membedakannya dari era sebelumnya di bawah Joko Widodo yang dikenal dengan istilah “Jokowinomics”.
Memasuki tahun 2026, konsep Prabowonomics tidak lagi sekadar wacana kampanye. Kebijakan ini telah berkembang menjadi kerangka kerja operasional yang menitikberatkan pada kemandirian nasional, termasuk swasembada pangan dan energi, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Secara umum, Prabowonomics menggabungkan kelanjutan program hilirisasi industri yang telah dimulai pada era Presiden Joko Widodo, dengan penguatan pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan nasional di sektor strategis.
Kehadiran PRABOWONOMICS INSTITUTE diharapkan mampu menjadi jembatan antara ide besar dan implementasi nyata, sekaligus memastikan kebijakan ekonomi nasional berjalan efektif, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat.(gaho)






