spot_img
spot_img
Beranda SUMUT Wabup Tapteng Buka Seminar Ikatan Bidan Indonesia

Wabup Tapteng Buka Seminar Ikatan Bidan Indonesia

0
79
Wabup Mahmud Efendiembuka Seminar Monitoring dan Evaluasi (Monev) IBI, di GOR Pandan, Jumat (10/4/2026).
Wabup Mahmud Efendiembuka Seminar Monitoring dan Evaluasi (Monev) IBI, di GOR Pandan, Jumat (10/4/2026).

DETEKSI.co-Tapteng, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) laksanakan Seminar Monitoring dan Evaluasi (Monev), untuk meningkatkan profesionalisme bidan pada masa transisi dari darurat ke pemulihan pascabencana, yang dilaksanakan secara hibrid (daring dan luring), yang dipusatkan di GOR Pandan, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, mengambil tema “Penguatan Peran dan Profesionalisme Bidan Dalam Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia pada Situasi Bencana”, dihadiri Ketua Umum PP IBI, Ade Zubaedah. dengan

Wabup Mahmud Efendi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada bidan yang tetap siaga pada saat bencana ekologis yang menghantam Tapanuli Tengah.

“Bidan adalah orang pertama yang memastikan bahwa ibu hamil di pengungsian tetap aman, bayi-bayi tetap mendapatkan asupan gizi. Layanan persalinan tidak terhenti meski dalam kondisi darurat. itulah sejatinya jiwa seorang bidan hadir sebagai pemberi harapan di saat yang paling sulit,” kata Wabup Tapteng.

Mahmud menegaskan, bidan adalah mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan menangani stunting melalui pelayanan kesehatan komprehensif.

Ia mengapresasi seluruh bidan, baik yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun praktik mandiri, atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

“Dalam suasana pascabencana ini, saya menitipkan tiga pesan khusus untuk menjadi fokus evaluasi kita yaitu, kesiapsiagaan layanan di daerah rawan, kesehatan mental dan nutrisi, dan solidaritas tanpa batas,” ujar Mahmud.

Mahmud menegaskan, Pemkab Tapteng akan terus berupaya mendukung fasilitas dan peningkatan kapasitas bidan.

“Saya juga minta bidan untuk tetap menjaga kode etik profesi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Jadilah bidan yang profesional, handal, dan berhati nurani,” imbuhnya.

Ketua PP IBI, Ade Jubaedah menyampaikan, ketika terjadi bencana, pujaknya segera menggalang donasi sejawat-sejawat bidan di tanah air.

“Sebuah kebanggaan atas dedikasi, dukungan yang luar biasa dari bidan di tanah air, ikut merasakan apa yang dirasakan walaupun di tengah transisi,” sebut Ade Jubaedah.

Ade Jubaedah menegaskan, peran dan fungsi bidan sangat krusial, terutama di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, seperti keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, kekurangan tenaga, hingga dinamika sosial budaya masyarakat.

“Meskipun menghadapi tekanan kerja yang tinggi, banyak bidan tetap menunjukkan dedikasi luar biasa, yang sering kali diwujudkan dengan memberikan sebagian harta, waktu, maupun tenaganya demi pelayanan kepada ibu dan anak,” tandasnya. (Dzulfadli Tambunan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini