Bupati Langkat Kena OTT, KPK Geledah Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Binjai, Sejumlah oknum pejabat dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sebuah restoran atau cafe di Kota Binjai, Rabu (19/1/2022) sekira pukul 07:30 WIB pagi tadi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum e-news dari berbagai sumber di lapangan, KPK berhasil menangkap tangan 3 orang pria. Dua diantaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Kabupaten Langkat, sedangkan 1 lainnya ialah pihak rekanan.

Masih dari informasi di lapangan, dua oknum PNS tersebut disebut-sebut berinisial KN dan MU. sementara pihak rekanan berinisial MPA. Ketiganya diduga tertangkap tangan, terkait upaya suap-menyuap proyek di Kabupaten Langkat.

Usai ditangkap KPK, ketiganya diboyong ke Mapolres Binjai, untuk dititipin sementara dan selanjutnya dibawa ke Mako Brimob Polda Sumatera Utara, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berkaitan dengan peristiwa tersebut, beredar pula beberapa foto, yang menunjukkan belasan personil Brimob bersenjata lengkap, tengah menggeledah kediaman orang nomor 1 di Kabupaten Langkat.

Penggeledahan dilakukan di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat. Kabarnya, personil Brimob di sana guna membantu mengawal penggeledahan yang dilakukan pihak KPK.

Dilansir dari media pemberitaan Kompas.com, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, membenarkan peristiwa OTT, di Kabupaten Langkat. Ia menuturkan, saat ini masih melakukan pengembangan terkait dugaan tindak pidana rasuah di daerah yang baru saja berulangtahun tersebut.

“Tim KPK berhasil menangkap beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” ujarnya kepada awak media.

“Tim KPK berhasil menangkap beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” ujarnya kepada awak media.

Sampai dengan berita ini dirilis ke publik, belum ada komentar resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, terkait operasi tangkap tangan, maupun penggeledahan di kediaman Bupati Langkat Terbit Rencana PA. (RFS).